Stres hingga Periode Menstruasi, 6 Penyebab Munculnya Jerawat Hormonal

- Jerawat hormonal dapat muncul berkala menjelang menstruasi, terutama di dagu dan rahang, karena perubahan hormon dalam tubuh.
- Stres, makanan berindeks glikemik tinggi, olahan susu, serta perubahan penggunaan pil KB dapat memengaruhi produksi minyak berlebih.
- Jerawat yang tidak membaik disertai siklus menstruasi tidak teratur dapat berkaitan dengan PCOS dan perlu diperiksakan ke dokter.
Mendekati tanggal menstruasi, biasanya jerawat mulai bermunculan, mulai di area dagu hingga rahang. Nah, jerawat yang muncul berkala seperti ini sering kali bukan disebabkan oleh salah pakai skincare, melainkan karena reaksi jerawat hormonal.
Jerawat hormonal memang cukup tricky untuk ditangani karena penyebab mulanya berasal dari dalam tubuh. Bahkan, ada yang bisa kamu kontrol dan ada juga yang nggak. Nah, supaya kamu bisa mencegah dan menanganinya dengan tepat, yuk kenali apa saja penyebab munculnya jerawat hormonal berikut ini!
Table of Content
1. Fluktuasi hormon jelang menstruasi

magnific.com Penyebab paling umum yang sering dialami banyak perempuan adalah fluktuasi hormon jelang menstruasi. Beberapa hari sebelum menstruasi atau yang biasa disebut fase luteal, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh mengalami penurunan, sementara kadar hormon androgen, seperti testosteron, relatif lebih dominan.
Kondisi ini merangsang kelenjar minyak (sebaceous glands) untuk memproduksi sebum secara berlebihan. Hasilnya? Pori-pori jadi lebih mudah tersumbat dan memicu timbulnya jerawat kistik yang dalam serta menyakitkan, terutama di area T-zone bawah, dagu, dan garis rahang.
2. Tingkat stres yang tinggi atau karena hormon kortisol

alluredermny.com Lagi dikejar deadline pekerjaan atau banyak pikiran? Hal-hal ini bisa bikin kamu stres, sehingga tubuh akan melepaskan hormon kortisol.
Hormon kortisol ini ternyata punya efek samping memicu kelenjar minyak memproduksi lebih banyak sebum. Selain itu, stres juga memicu peradangan dalam tubuh yang bikin jerawat biasa berubah jadi meradang dan semakin memerah.
3. Konsumsi makanan tingkat glikemik tinggi dan olahan susu

magnific.com Gaya hidup dan pola makan sehari-hari juga bisa menjadi penyebab munculnya jerawat hormonal. Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan manis, boba, roti putih, dan gorengan, bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara mendadak.
Lonjakan ini memicu pelepasan hormon insulin dan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1). Kedua hormon ini akan memberikan sinyal pada kulit untuk memproduksi minyak berlebih. Selain itu, produk olahan susu pada sebagian orang juga bisa memicu reaksi hormonal yang sama.
4. Efek samping berhenti atau memulai kontrasepsi (Pil KB)

magnific.com Buat kamu yang sudah menikah dan baru memulai atau menghentikan konsumsi pil KB, jerawat hormonal mungkin akan muncul. Perubahan kontrasepsi hormonal ini sangat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.
Saat kamu berhenti mengonsumsi pil KB tertentu, tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri kembali. Masa transisi ini sering kali memicu lonjakan androgen sementara, yang mengakibatkan jerawat muncul kembali dalam beberapa bulan pertama.
5. Kondisi medis tertentu

istockphoto Jika kamu mengalami jerawat hormonal yang tak kunjung membaik dan disertai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter. Jerawat hormonal yang parah bisa jadi merupakan salah satu tanda dari PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
PCOS adalah kondisi di mana tubuh perempuan memproduksi hormon androgen dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal, sehingga memicu munculnya jerawat membandel, pertambahan berat badan, hingga pertumbuhan rambut halus di area yang tak biasa, seperti di area wajah atau dada.
6. Sedang menjalani kehamilan

mommyhood101.com Saat hamil, fluktuasi hormon dapat memicu timbulnya jerawat. Seringkali, jerawat akan membaik seiring berjalannya kehamilan. Kalau kamu gemas untuk mengatasinya, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter. Pasalnya, ada beberapa pengobatan yang sebaiknya kamu hindari selama kehamilan, termasuk retinoid topikal, asam salisilat, dan isotretinoin.
Itulah beberapa penyebab munculnya jerawat hormonal. Apakah kamu salah satu penderitanya?





















