5 Ciri-ciri Jerawat Hormonal yang Perlu Kamu Ketahui

- Jerawat hormonal muncul akibat perubahan hormon dalam tubuh dan bisa dialami pada berbagai usia, mulai dari pubertas hingga menopause.
- Ciri khasnya terlihat di area dagu dan rahang karena kelenjar minyak di bagian tersebut sensitif terhadap hormon androgen.
- Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan hormon, pola makan sehat, tidur cukup, serta mengelola stres secara baik.
Kemunculannya tidak terduga, namun memiliki penyebab yang berbeda. Ya, ini adalah jerawat hormon. Berbeda dengan jerawat pada umumnya, jerawat hormon ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh.
Lantas, apa yang membedakan jerawat yang muncul akibat hormon dengan jerawat pada umumnya? Popbela telah merangkum ciri-ciri jerawat hormonal yang perlu kamu ketahui berikut ini!
1. Muncul di usia tertentu

Kemunculan jerawat akibat hormon ini kerap dikaitkan dengan masa pubertas lantaran pada masa-masa ini, tubuh mengalami perubahan hormon yang terbilang cukup drastis.
Namun, jerawat akibat hormon juga bisa muncul ketika kamu sudah menginjak usia 20 tahun, bahkan 50 tahun sekalipun. Ini terjadi karena seiring pertambahan usia, wanita turut mengalami peristiwa besar yang berkaitan dengan hormon seperti kehamilan, menyusui hingga menopause.
2. Muncul di dagu dan rahang

Berbeda dengan jerawat pada umumnya, ciri-ciri jerawat hormon ini bisa terlihat lewat letaknya dan jerawat yang muncul akibat hormon ini akan terlihat di dagu dan rahang. Apa yang sebenarnya membuat jerawat hormonal ini hanya tumbuh di area tertentu saja?
Jerawat hormonal cenderung muncul di dagu dan rahang karena area tersebut memiliki kelenjar minyak yang lebih sensitif terhadap hormon androgen. Saat terjadi perubahan hormon, produksi minyak di area tersebut meningkat sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu peradangan.
3. Muncul karena dipicu oleh beberapa jenis hormon

Menstruasi, kehamilan, hingga menopause memicu terjadinya fluktuasi hormon androgen. Perlu diketahui bahwa hormon androgen ini berperan penting dalam produksi sebum pada kulit wajah.
Kadar hormon androgen yang berlebih dan tidak diimbangi oleh hormon estrogen bisa memicu peningkatan sebum yang berakhir pada kemunculan jerawat. Namun, jerawat ini akan berangsur menghilang setelah masa menstruasi, kehamilan, hingga menopause sudah berakhir.
4. Tak hanya dialami oleh wanita saja

Jerawat hormonal juga tak hanya dialami oleh wanita saja, pria juga bisa memilikinya. Ini terjadi karena pria juga rentan terhadap perubahan hormon dan fluktuasi hormon tertentu seperti androgen.
Bukan hanya terjadi pada saat masa pubertas saja, perubahan hormon pada pria juga bisa terjadi ketika mereka tengah stres. Kemudian faktor lain seperti pola makan bahkan keturunan juga berperan terhadap kondisi tersebut.
5. Jerawat hormonal bisa dicegah

Kabar baiknya, jerawat hormonal ini bisa dicegah. Cara mencegah jerawat hormonal ini bisa kamu lakukan dengan cara mengelola stres dengan baik, memiliki pola tidur yang baik, hingga menggunakan produk perawatan kulit yang bersifat non-comedogenic.
Memahami ciri-ciri jerawat hormonal penting agar penanganannya tepat. Perawatan tidak hanya berfokus pada skincare yang kamu gunakan, tetapi juga perlu memperhatikan keseimbangan hormon, pola makan, hingga pengelolaan stres yang baik.


















