9 Ciri-Ciri Penyakit Maag yang Sudah Parah, Jangan Dibiarkan!

- Penyakit maag yang dibiarkan bisa berkembang menjadi kondisi serius dengan gejala seperti perut kembung, nyeri hebat di ulu hati, hingga sulit berdiri.
- Gejala lanjut maag parah meliputi mual, muntah darah, sendawa berlebihan, sesak napas akibat refluks asam, serta perubahan warna feses menjadi gelap atau hitam.
- Kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan berat badan karena nafsu makan menurun dan rasa cepat kenyang setelah makan.
Penyakit maag merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Sebagian orang bahkan menyepelekan penyakit ini karena dianggap tidak terlalu berbahaya. Meskipun sering disebut sebagai penyakit sejuta umat, maag yang tidak diatasi dengan benar bisa memicu masalah kesehatan lain.
Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kamu paham apa saja ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah sedari awal. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Table of Content
1. Perut terasa kembung

Perut kembung menjadi salah satu ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah. Gejala maag akut ini biasanya ditandai dengan perut bagian atas terasa kembung akibat produksi asam lambung yang berlebihan. Penumpukan gas di dalam perut juga bisa memperparah kondisi tersebut.
Selain itu, kondisi perut kembung menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sesak di perut bagian atas. Bahkan kamu mungkin cepat merasa kenyang dan sulit menghabiskan makanan yang tersaji.
2. Sakit perut hingga tidak bisa berdiri
Maag akut bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas karena nyeri perut yang cukup parah, bahkan hingga sulit berdiri. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan nyeri di ulu hati.
Produksi asam lambung yang berlebihan dan berlangsung terus-menerus dapat memicu rasa nyeri serta sensasi panas di area ulu hati. Oleh karena itu, tubuh menjadi sulit bangun.
3. Mual dan muntah

Mual dan muntah bisa terjadi akibat refluks asam yang menjadi salah satu gejala dari GERD dan berkaitan dengan penyakit maag. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
Selain itu, sensasi tersebut sering disertai dengan keinginan untuk muntah. Bahkan, terkadang diikuti gejala lain seperti demam dan sakit kepala.
4. Muntah darah
Ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah berikutnya yaitu muntah darah. Darah yang keluar tersebut tidak selalu berwarna merah segar, tetapi bisa berupa gumpalan yang bercampur dengan makanan.
Tak jarang, darah yang keluar juga berwarna cokelat hingga kehitaman. Gejala muntah darah ini bisa menjadi tanda serius sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
5. Sendawa

Sendawa bisa muncul pada maag yang sudah kronis akibat gastritis sebagai efek dari perut kembung. Kelebihan gas di perut tersebut perlu dikeluarkan agar tubuh tetap merasa lebih nyaman.
Jika kamu bersendawa, gas dan udara dalam perut otomatis akan keluar sedikit demi sedikit. Gejala sendawa yang parah tersebut bisa terjadi berkali-kali dalam sehari untuk meringankan rasa penuh akibat penumpukan gas.
6. Nyeri perut setelah makan
Nyeri perut setelah makan biasanya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sakit perut bagian atas. Rasa nyeri ini sering bertambah parah setelah makan dan berkaitan dengan kamu yang mudah merasa kenyang.
Maag yang sudah parah tersebut membuat perut mudah penuh. Porsi makan yang sedikit saja sudah bisa menimbulkan rasa kekenyangan yang kemudian memicu nyeri di perut bagian atas.
7. Sesak napas

Berikutnya, ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah adalah seseorang mengalami sesak napas. Refluks asam yang naik ke bagian atas tubuh seseorang bisa mengiritasi dan membuat bengkak saluran napas.
Hal ini yang kemudian menyebabkan sesak napas. Jika maag makin parah, asam di kerongkongan bisa memicu sinyal ke otak yang menimbulkan gejala mirip asma.
8. Feses berubah warna
Warna feses pada orang sehat normalnya berwarna cokelat atau kuning. Hal ini akan berbeda saat kamu menderita maag yang dianggap cukup parah.
Orang dengan penyakit maag yang sudah parah ditandai dengan warna feses gelap atau hitam bercampur darah. Berubahnya warna tinja tersebut bisa menjadi sebuah kode terjadinya pendarahan di lapisan perut.
9. Berat badan menurun

Penurunan nafsu makan, mual, muntah, dan perut kembung bisa berpengaruh pada asupan makanan yang dikonsumsi karena akan menjadi lebih sedikit. Saat kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, otomatis bisa menyebabkan terjadinya penurunan berat badan.
Selain itu, pada kondisi maag yang sudah parah, gejala yang muncul bisa berupa nyeri hebat di ulu hati yang terasa seperti terbakar. Hal tersebut bisa kambuh, terutama saat perut kosong atau setelah makan.
Itu dia sembilan ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah. Melihat ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, pastikan kamu selalu memerhatikan gejala yang kamu alami, apalagi jika sebelumnya punya riwayat penyakit maag. Jangan abaikan, ya!
FAQ seputar ciri-ciri penyakit maag yang sudah parah
| Apa tanda maag sudah parah? | Gejala umumnya meliputi nyeri perut hebat (terutama di ulu hati), muntah terus-menerus, perut terasa sangat perih atau terbakar, dan penurunan berat badan. |
| Apakah muntah darah termasuk tanda maag parah? | Ya. Muntah darah atau feses berwarna hitam bisa menandakan adanya perdarahan di lambung sehingga perlu segera ditangani. |
| Apakah maag parah bisa menyebabkan komplikasi? | Ya. Jika tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi luka pada lambung (tukak), perdarahan, hingga infeksi serius. |


















