Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Apa itu Invisible Disability? Kenali Disabilitas yang Tak Terlihat

Apa itu Invisible Disability? Kenali Disabilitas yang Tak Terlihat
magnific.com/pvproductions
  • Invisible disability adalah kondisi fisik, mental, atau fungsi tubuh yang tidak terlihat dari luar, tetapi tetap dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

  • Miskonsepsi tentang invisible disability dapat membuat seseorang diragukan atau dianggap baik-baik saja.

  • Memahami apa itu invisible disability membantu kita lebih bijak dan tidak menilai kondisi seseorang hanya dari penampilannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Istilah invisible disability mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang. Padahal, kondisi ini cukup penting dipahami karena tidak semua kondisi disabilitas dapat terlihat secara kasatmata.

Seseorang bisa saja tampak sehat, tetapi sebenarnya memiliki keterbatasan yang tidak terlihat. Lantas, apa itu invisible disability dan mengapa masih sering disalahpahami? Cari tahu penjelasan lengkapnya berikut!

  1. 1. Apa itu invisible disability?

    ilustrasi seseorang yang bertanya-tanya
    freepik.com

    Pertanyaan mengenai apa itu invisible disability masih sering beredar di masyarakat. Kondisi ini merujuk pada disabilitas fisik, mental, atau neurologis yang tidak tampak dari luar. Walaupun tak tampak, keadaan ini dapat membatasi aktivitas, fungsi tubuh, indera, maupun kegiatan sehari-hari bagi pengidapnya.

    Kondisi tersebut bisa berupa nyeri, kelelahan, pusing, gangguan kognitif, kesehatan mental, hingga penglihatan dan pendengaran. Meski terlihat baik-baik saja, seseorang dengan invisible disability tetap dapat memiliki kebutuhan dan keterbatasan yang perlu dipahami.

  2. 2. Contoh kondisi yang termasuk invisible disability

    Ilustrasi disleksia
    pexels.com/Andrea Piacquadio

    Ada berbagai kondisi yang dapat masuk dalam kategori invisible disability. Beberapa di antaranya adalah penyakit kronis, gangguan kesehatan mental, epilepsi, disleksia, asma, serta gangguan kognitif dan neurologis.

    Gejalanya juga bisa berupa rasa sakit yang berat, kelelahan, pusing, atau kesulitan dalam fungsi kognitif. Kondisi tersembunyi ini sering kali baru diketahui setelah yang bersangkutan menceritakan kebutuhan khususnya.

  3. 3. Miskonsepsi mengenai invisible disability

    ilustrasi anak tidak percaya dengan orangtua (pexels.com/cottonbro studio)
    pexels.com/cottonbro studio

    Oleh karena kondisinya tidak selalu terlihat, invisible disability sulit diketahui orang lain. Hal ini memicu anggapan keliru bahwa penampilan sehat menandakan seseorang bebas dari disabilitas. Padahal, penampilan tidak bisa menjadi patokan untuk menilai kondisi seseorang.

    Studi berjudul Invisible Impairments: Dilemmas of Concealment and Disclosure menunjukkan bahwa orang dengan kondisi ini dapat diragukan oleh lingkungannya. Mereka bisa dianggap baik-baik saja karena keterbatasannya tidak tampak. Akibatnya, mereka juga dapat merasa ragu untuk mengungkapkan kondisi yang dialami.

    Jadi, apa itu invisible disability bukan sekadar soal kondisi yang tidak terlihat oleh mata. Dari penjelasan di atas, kita bisa belajar untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilan semata.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More