Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Kenapa Rambut Terlihat Lepek Setelah Memakai Hair Oil?

Kenapa Rambut Terlihat Lepek Setelah Memakai Hair Oil?
pexels.com/SHVETS production
  • Rambut bisa tampak lepek bila hair oil digunakan berlebihan, karena lapisan minyak membuat helai rambut menyatu, terasa berat, dan kehilangan volume, terutama pada rambut tipis atau halus.
  • Aplikasi hair oil dekat kulit kepala dapat bercampur dengan sebum alami yang menyebar ke batang rambut, sehingga rambut lebih cepat terlihat berminyak dan mengilap berlebihan.
  • Respons rambut terhadap minyak berbeda menurut tekstur; penggunaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rambut, memakai sedikit produk pada bagian tengah hingga ujung dan menghindari akar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hair oil sering menjadi andalan untuk membuat rambut terasa lebih lembut dan tampak berkilau.

Namun, bukannya terlihat lebih sehat, rambut terkadang malah tampak berat, berminyak, dan kehilangan volumenya setelah produk diaplikasikan.

Kenapa rambut terlihat lepek setelah memakai hair oil?

Pertanyaan ini mungkin pernah muncul, terutama ketika rambut yang semula terlihat segar justru berubah menjadi lebih berminyak setelah menggunakan produk perawatan rambut tersebut.

Ternyata, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari cara pemakaian hingga kondisi alami rambut.

Memahami penyebabnya bisa membantu menentukan cara penggunaan hair oil yang lebih tepat agar rambut tetap lembut dan berkilau tanpa terlihat lepek.

Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini. Yuk, simak!

  1. 1. Terlalu banyak menggunakan hair oil

    ilustrasi menggunakan hair oil lidah buaya
    pexels.com/Beyzanur K

    Salah satu penyebab paling umum adalah jumlah hair oil yang digunakan melebihi kebutuhan rambut.

    Minyak bekerja dengan melapisi permukaan rambut dan sebagian jenis minyak juga dapat masuk ke dalam batang rambut.

    Oleh karena itu, semakin banyak produk yang diaplikasikan, semakin besar pula lapisan minyak yang tertinggal di rambut.

    Alih-alih memberikan kilau yang sehat, terlalu banyak minyak dapat membuat helaian rambut terlihat menyatu, berat, dan kehilangan volumenya.

    Kondisi ini biasanya lebih mudah terlihat pada rambut yang tipis atau bertekstur halus.

  2. 2. Diaplikasikan terlalu dekat dengan kulit kepala

    ilustrasi DIY hair oil dari lidah buaya untuk rambut rontok
    pixabay.com/Erin_Hinterland

    Kulit kepala secara alami menghasilkan sebum, yaitu minyak yang membantu menjaga kondisi kulit dan rambut.

    Sebum juga dapat berpindah dari kulit kepala ke batang rambut, terutama pada rambut lurus.

    Ketika hair oil kembali ditambahkan di area yang sudah memiliki banyak minyak alami, rambut bisa lebih cepat terlihat berminyak dan lepek.

    Dalam studi International Journal of Cosmetic Science juga ditunjukkan bahwa minyak memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan masuk ke dalam struktur rambut, sehingga efeknya pada rambut tidak sekadar berada di permukaan.

  3. 3. Tekstur rambut memang lebih mudah terlihat berminyak

    hair oil
    freepik.com/freepik

    Setiap jenis rambut memiliki respons yang berbeda terhadap minyak.

    Rambut lurus misalnya, cenderung lebih mudah membuat sebum menyebar dari kulit kepala ke bagian panjang rambut.

    Inilah salah satu alasan mengapa rambut lurus dapat lebih cepat tampak berminyak ketika diberi tambahan minyak.

    Sebaliknya, rambut yang sangat keriting atau memiliki pola ikal yang rapat cenderung tidak membuat sebum mudah berpindah dari kulit kepala ke ujung rambut.

    Pada tipe rambut seperti ini, minyak justru lebih sering digunakan untuk membantu memberikan kelembutan dan mengurangi gesekan saat rambut ditata.

  4. 4. Hair oil bertemu dengan sebum yang sudah ada di rambut

    Ilustrasi pakai hair oil (Pexels.com/BeyzanurK)
    pexels.com/BeyzanurK

    Rambut yang mulai berminyak sebenarnya sudah memiliki lapisan lipid dari sebum.

    Penelitian mengenai proses regreasing menunjukkan bahwa sebum memang secara bertahap menyebar di sepanjang batang rambut setelah keramas.

    Ketika hair oil digunakan saat rambut sudah memiliki cukup banyak sebum, tambahan minyak tersebut dapat membuat tampilan rambut semakin mengilap sekaligus tampak lebih berminyak.

    Kondisi ini juga tidak selalu berarti rambut kotor.

    Produksi sebum sendiri dipengaruhi oleh aktivitas kelenjar sebaceous, dan penelitian pada rambut serta kulit kepala berminyak menemukan adanya kadar sebum yang tinggi pada area kulit kepala tertentu.

  5. 5. Penggunaan hair oil tidak disesuaikan dengan kondisi rambut

    ilustrasi hair oil (pexels.com/SHVETS production)
    pexels.com/SHVETS production

    Setiap rambut memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga penggunaan hair oil juga perlu disesuaikan.

    Secara umum, aplikasikan minyak pada bagian tengah hingga ujung rambut dan hindari area akar agar rambut tidak mudah terlihat lepek.

    Untuk rambut yang cenderung kering, jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sedangkan rambut yang mudah berminyak sebaiknya menggunakan minyak dalam jumlah lebih sedikit.

    Gunakan sedikit demi sedikit agar rambut tetap terasa lembut dan berkilau tanpa terlihat terlalu berminyak.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kan kenapa rambut terlihat lepek setelah memakai hair oil.

    Jadi, jika rambut selalu terlihat lepek setelah memakai hair oil, bukan berarti harus langsung berhenti menggunakannya.

    Coba kurangi jumlahnya, fokuskan pada bagian tengah hingga ujung, dan hindari area kulit kepala jika rambut memang cepat berminyak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More