Social Sport Bisa Bikin Awet Muda, Intip 5 Manfaatnya

- Social sport seperti tenis, pickleball, basket, dan sepak bola menggabungkan aktivitas fisik dengan interaksi bersama teman atau komunitas.
- Olahraga bersama dikaitkan dengan kesehatan jantung, fungsi kognitif, sendi, mobilitas, kepadatan tulang, serta kesehatan mental.
- Pilihan low-impact dan high-impact menawarkan manfaat berbeda, dari mengurangi beban sendi hingga memberi stimulus pada pembentukan jaringan tulang.
Setiap orang pasti ingin terlihat awet muda. Nah, bicara tentang hal tersebut, awet muda itu nggak hanya tentang skincare mahal atau berkualitas. Aktivitas fisik dan berinteraksi dengan orang lain juga bisa bikin kamu awet muda.
Salah satu aktivitas menyenangkan sekaligus menyehatkan adalah melakukan social sport atau group sport, misalnya tennis, pickleball, basket atau sepak bola. Jenis olahraga ini nggak cuma membakar kalori, tapi juga melatih otak dan bikin kamu ketemu banyak teman baru. Penasaran kenapa olahraga bareng-bareng bisa bikin kita makin awet muda? Yuk, intip 5 manfaat utamanya di bawah ini mengutip dari Health.
Table of Content
1. Menjaga kesehatan jantung

selkirk.com Saat berolahraga raket seperti tenis dan pickleball, atau lari-lari ketika main basket dan futsal, detak jantung otomatis bakal naik. Ini yang dinamakan olahraga aerobik atau kardio.
Latihan kardio rutin bisa menguatkan otot jantung dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Idealnya, dalam seminggu kamu disarankan buat bergerak aktif minimal 150 menit.
Studi tahun 2022 menunjukkan kalau main pickleball bisa menaikkan detak jantung hingga rata-rata 112 beats per minute (bpm), pas banget buat aktivitas kardio. Bahkan, riset dari Swim England pada 80.000+ orang membuktikan kalau rajin berenang bisa menurunkan risiko meninggal akibat stroke atau penyakit jantung hingga 41%.
2. Meningkatkan kesehatan kognitif

tribeathletics.com Olahraga membutuhkan daya pikir, nah, ini bisa membantu otakmu jadi lebih tajam seiring bertambahnya usia. Olahraga tim bukan sekadar gerak badan, tapi juga butuh taktik cepat. Kamu harus menebak arah bola, mengatur strategi, dan membaca pergerakan lawan dalam hitungan detik.
Gerakan cepat dan penuh strategi ini membuat aliran darah ke otak meningkat pesat. Hasilnya, bagian otak yang mengatur memori, proses berpikir, dan belajar akan terus terstimulasi.
Olahraga dinamis seperti ini terbukti membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia, bahkan mencegah penyusutan volume otak, bikin kamu nggak gampang lupa atau pikun.
3. Mendukung kesehatan sendi dan mobilitas

pexel.com/cottonbro Tak semua olahraga harus yang heboh atau bikin badan pegal-pegal. Buat kamu yang ingin olahraga yang aman untuk sendi, ada pilihan low-impact sports seperti pickleball, renang, atau bersepeda bersama komunitas.
Saat kamu berenang atau melakukan water aerobics, beban tubuh di dalam air berkurang drastis, jadi lutut dan tulang belakang nggak terbebani. Gerakan memutar dan merenggangkan badan saat berenang juga bikin tubuh makin lentur.
Walau lapangannya lebih kecil dari tenis, pickleball bisa melatih kelincahanan, refleks, dan keseimbangan tubuhmu tanpa bikin sendi tersiksa. Begitu juga dengan bersepeda yang dapat membangun otot, meningkatkan pelumasan di sekitar sendi, dan meningkatkan rentang gerak. Badan lebih sehat, kamu juga bisa bersenang-senang bareng komunitas.
4. Jaga kepadatan dan kesehatan tulang

magnific.com Jika olahraga low-impact membantu kesehatan sendi dan mobilitas, olahraga yang high-impact bisa meningkatkan kesehatan dan kepadatan tulangmu. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang bakal menurun.
Nah, olahraga high-impact yang melibatkan gerakan melompat, berhenti mendadak, atau berlari, seperti tenis dan basket, justru bagus banget buat memicu pembentukan jaringan tulang baru.
Gerakan pendaratan saat main tenis atau basket memberikan stimulus positif ke tulang agar tetap padat dan mineralnya terjaga, sehingga terhindar dari risiko osteoporosis.
Penelitian tahun 2020 menemukan kalau pemain tenis punya kekuatan genggaman tangan dan kekuatan lutut yang jauh lebih baik dibanding orang seusianya yang tidak aktif berolahraga.
5. Bisa usir stres, kesehatan mental lebih terjaga

magnific.com Olahraga sendiri memang bisa memicu hormon bahagia (serotonin dan dopamine), membantu mengurangi gejala stres, depresi, dan kecemasan. Bahkan, sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa orang dewasa yang berpartisipasi dalam olahraga lebih mungkin mengalami peningkatan kesejahteraan mental, seperti harga diri yang lebih tinggi dan kepuasan hidup.
Tapi kalau dilakukan bareng teman-teman atau komunitas, efek bahagianya bisa berlipat. Olahraga dalam tim memberikan rasa memiliki dan social support yang bikin mood langsung naik.
Riset selama 25 tahun menemukan bahwa orang yang rajin main tenis punya angka harapan hidup hampir 10 tahun lebih lama dibanding mereka yang jarang bergerak. Interaksi sosial yang hangat saat olahraga dipercaya jadi kunci utamanya. Pemain pickleball juga dilaporkan punya tingkat kepuasan hidup dan kebahagiaan yang lebih tinggi, serta jauh dari stres maupun depresi.
Itulah beberapa manfaat dari social sport yang bisa bikin awet muda. Mau coba olahraga yang mana nih?





















