5 Tips Eksfoliasi untuk Pemula agar Tidak Over Exfoliate

Eksfoliasi menjadi salah satu langkah penting dalam perawatan kulit karena membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah tampak lebih cerah, halus, dan sehat. Sayangnya, banyak pemula mengira semakin sering melakukannya maka hasilnya akan semakin optimal.
Padahal, kebiasaan tersebut justru berisiko memicu over exfoliate yang dapat melemahkan skin barrier, menimbulkan kemerahan, rasa perih, kulit kering, bahkan breakout. Oleh karena itu, memahami tips eksfoliasi yang tepat sejak awal sangat penting agar kulit tetap sehat, seimbang, dan terlindungi.
Popbela akan membagikan tips eksfoliasi untuk pemula agar tidak over exfoliate. Yuk, simak ulasannya!
1. Mulai perlahan dan kenali kulitmu

Tips eksfoliasi untuk pemula agar tidak over exfoliate yang pertama yaitu mulai perlahan dan kenali kulitmu. Sebagai pemula, eksfoliasi sebaiknya dimulai secara perlahan dengan frekuensi rendah, misalnya sekali seminggu, lalu ditingkatkan secara bertahap sesuai toleransi kulit.
Sebelum digunakan secara menyeluruh, lakukan patch test pada area kecil untuk memastikan tidak ada reaksi iritasi. Secara ilmiah, eksfoliasi yang terlalu sering dapat mengganggu fungsi skin barrier dan memicu kemerahan, perih, atau kulit kering.
Dalam praktik dermatologi, prosedur peeling selalu menekankan pendekatan bertahap dan penyesuaian frekuensi berdasarkan kondisi individu.
2. Sesuaikan jenis eksfolian dengan jenis kulit

Eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit supaya tidak membuat kulit iritasi. Jika kulitmu sensitif atau mudah berjerawat, pilih eksfoliator kimia yang lembut seperti AHA, BHA dengan kadar ringan, atau mandelic acid, karena lebih aman dan tidak menimbulkan gesekan seperti scrub kasar.
Untuk kulit normal atau lebih tebal, boleh menggunakan produk yang sedikit lebih kuat, tetapi tetap dalam batas yang wajar. Penelitian menunjukkan bahwa asam dengan konsentrasi rendah umumnya aman untuk berbagai jenis kulit dan bisa membantu menghaluskan tekstur tanpa menyebabkan iritasi berat, asalkan digunakan dengan frekuensi yang tidak berlebihan.
3. Batasi frekuensi eksfoliasi

Tips eksfoliasi untuk pemula agar tidak over exfoliate berikutnya yaitu batasi frekuensi eksfoliasi. Perlu diingat, eksfoliasi tidak perlu dilakukan setiap hari. Untuk pemula, cukup 1-2 kali seminggu sambil melihat respons kulit.
Penggunaan terlalu sering (terutama dengan produk yang kuat atau scrub kasar) dapat menipiskan lapisan epidermis dan merusak skin barrier. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif, kering, dan mudah iritasi.
Oleh karena itu, frekuensi 1-2 kali per minggu dinilai cukup efektif untuk memperbaiki tekstur kulit tanpa meningkatkan risiko kerusakan.
4. Jangan gabungkan dengan produk aktif lain tanpa jeda

Eksfoliator sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan produk aktif yang kuat seperti retinoid, retinol, atau scrub kasar tanpa jeda waktu. Jika ingin menggunakan bahan aktif lain, pakailah di hari yang berbeda supaya kulit punya waktu untuk istirahat.
Terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu bisa membuat kulit perih, merah, terasa panas, dan jadi lebih sensitif. Menggunakannya secara bergantian akan lebih aman dan membantu menjaga kulit tetap sehat.
5. Memperkuat skin barrier setelah eksfoliasi

Memperkuat skin barrier setelah eksfoliasi juga tak kalah penting, karena proses ini dapat membuat lapisan pelindung alami kulit menjadi lebih rentan. Setelah sel kulit mati terangkat, kulit cenderung lebih sensitif, mudah kering, dan lebih peka terhadap paparan sinar matahari.
Oleh karena itu, penggunaan pelembap untuk menghidrasi dan membantu memulihkan lapisan pelindung kulit sangat dianjurkan. Jangan lupa juga pakai sunscreen setiap pagi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang bisa membuat kulit lebih sensitif setelah eksfoliasi.
Itu dia tips eksfoliasi untuk pemula agar tidak over exfoliate. Dengan frekuensi yang tepat dan pemilihan produk yang sesuai, kulit dapat tetap sehat tanpa risiko iritasi.


















