- Gangguan sistem imun. Pada penderita ALS, terjadi kerusakan sel saraf motorik yang penyebab pastinya belum diketahui. Namun, respons peradangan dan gangguan sistem imun diduga turut berkontribusi dalam mempercepat kerusakan tersebut.
- Stres oksidatif. Kadar radikal bebas yang berlebih dalam tubuh bisa berbahaya dan menyebabkan stres oksidatif yang berperan menyumbang kerusakan pada sel di dalam tubuh.
- Kelebihan glutamat. Glutamat merupakan zat kimia yang berperan sebagai messenger bagi otak dan saraf. Namun, kelebihan zat satu ini malah bisa menimbulkan terjadinya kerusakan saraf.
- Gangguan mitokondria. Mitokondria adalah tempat sel membentuk energi. Apabila terjadi gangguan pada mitokondria, maka sel saraf bisa rusak dan bisa memperburuk kondisi ALS.
Mengenal Amyotrophic Lateral Sclerosis, dari Penyebab hingga Pengobatannya

Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah gangguan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Spesifiknya, ALS menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang yang mengontrol pergerakan otot.
Mereka yang menderita penyakit yang juga dikenal dengan istilah Lou Gehrig seiring waktu akan kehilangan kemampuannya dalam kemampuan berbicara, makan, hingga bernapas. Hal ini terjadi karena saraf akan mengalami kerusakan yang begitu parah.
Popbela telah merangkum informasi lebih lanjut tentang apa itu ALS berikut ini.
Apa itu Amyotrophic Lateral Sclerosis?

Apa itu ALS? Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah gangguan saraf yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang yang dapat menyebabkan kelumpuhan seiring perparahan gejala karena penderita kehilangan kemampuan untuk menggunakan ototnya.
Penyakit ini umumnya menyerang individu berusia 40-70 tahun. Risiko ALS juga meningkat pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut, kerap terpapar radikal bebas, serta memiliki kebiasaan merokok.
Penyebab Amyotrophic Lateral Sclerosis

Meskipun penyebab pasti ALS belum diketahui, sebagian kecil kasusnya berkaitan dengan faktor keturunan. Di samping itu, ada pemicu terjadinya penyakit kronis satu ini, seperti:
Gejala Amyotrophic Lateral Sclerosis

Tidak terjadi secara tiba-tiba, penderita ALS ini merasa pelemahan di daerah tungkai, diikuti oleh bagian tubuh lain. Perburukan gejala penyakit satu ini juga ditandai oleh kerusakan sel-sel tubuh dan saraf hingga pelemahan otot.
Bahkan kondisi ini bisa mengganggu penderita untuk beraktivitas. Beberapa gejala yang terlihat di antaranya:
- Tungkai yang melemah, akibatnya sering jatuh
- Kram atau kaku otot di bagian lidah hingga lengan
- Lengan terasa lemas
- Kesulitan dalam menegakkan tubuh serta menjaga posisinya
- Kesulitan dalam berjalan
- Sulit menelan hingga gangguan bicara
Pengobatan Amyotrophic Lateral Sclerosis

ALS merupakan penyakit kronis yang apabila tidak segera ditangani dengan tepat, bisa menyebabkan komplikasi seperti pelemahan pada sistem pernapasan, penurunan kemampuan berbicara, penurunan kemampuan bergerak, kesulitan makan yang berujung pada kekurangan nutrisi. hingga demensia.
Berbicara soal pengobatan, penderita ALS bisa menempuh berbagai macam pengobatan, mulai dari konsumsi obat-obatan yang meredakan otot kaku, memperlambat kerusakan saraf, hingga obat yang membantu melindungi sel otak dan saraf tulang belakang dari radikal bebas.
Penderita ALS juga bisa melakukan terapi untuk mengembalikan fungsi otot dan pernapasan. Terapi yang dilakukan di antara lain adalah terapi pernapasan, fisioterapi, terapi berbicara, hingga terapi okupasi.
ALS belum dapat disembuhkan, tetapi pengobatan yang tersedia dapat membantu mengurangi gejala dan mempertahankan fungsi tubuh selama beraktivitas.
Sekarang kamu sudah tahu apa itu ALS, kan?


















