Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Pakai Niacinamide Malah Jerawatan? Ini 6 Penyebabnya

Kenapa Pakai Niacinamide Malah Jerawatan? Ini 6 Penyebabnya
freepik.com
Intinya Sih

  • Kadar niacinamide terlalu tinggi bisa memicu jerawat karena iritasi ringan, sebaiknya pilih kadar yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap.

  • Skin barrier yang rusak membuat kulit sensitif terhadap niacinamide, tanda skin barrier rusak meliputi kemerahan dan muncul jerawat kecil meradang.

  • Menggabungkan niacinamide dengan bahan aktif lain tanpa jeda atau formula produk tidak cocok dengan tipe kulit bisa menyebabkan jerawat, sederhanakan langkah perawatan dan beri waktu jeda agar kulit tidak kewalahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kenapa pakai niacinamide malah jerawatan? Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kadar yang terlalu tinggi, kombinasi bahan yang kurang tepat, hingga skin barrier yang sedang bermasalah. Padahal, niacinamide dikenal sebagai kandungan yang relatif aman dan ramah untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit berminyak dan berjerawat.

Namun, penting dipahami bahwa tidak semua jerawat yang muncul setelah memakai niacinamide berarti kulit kamu tidak cocok. Bisa jadi ada faktor lain yang memicu reaksi tersebut. Supaya tidak salah langkah, berikut ini penjelasan lengkap mengenai penyebab paling umum sekaligus cara mengatasinya.

Table of Content

Kenapa pakai niacinamide malah jerawatan?

Kenapa pakai niacinamide malah jerawatan?

Ilustrasi pemakaian niacinamide yang salah
pexels.com

Meskipun niacinamide dikenal sebagai kandungan yang ramah untuk banyak jenis kulit, tetap ada kondisi tertentu yang bisa memicu munculnya jerawat setelah pemakaian. Untuk memahami kenapa pakai niacinamide malah jerawatan, berikut beberapa penyebab paling umum yang sering tidak disadari.

1. Kadar niacinamide terlalu tinggi

Salah satu penyebab paling umum adalah konsentrasi yang terlalu tinggi, misalnya 10 persen ke atas. Bagi sebagian orang, terutama pemula, kadar ini bisa terasa terlalu kuat dan memicu iritasi ringan.

Kulit yang belum terbiasa dengan bahan aktif bisa mengalami kemerahan, rasa perih, atau muncul bruntusan kecil yang kemudian berkembang menjadi jerawat. Reaksi ini bukan berarti niacinamide adalah kandungan yang buruk, melainkan kulit butuh waktu untuk beradaptasi.

Jika kamu baru mulai, sebaiknya pilih kadar yang lebih rendah, misalnya 2–5 persen, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai toleransi kulit.

2. Skin barrier sedang rusak

Skin barrier yang terganggu membuat kulit lebih sensitif terhadap bahan aktif apa pun, termasuk niacinamide. Saat lapisan pelindung kulit melemah, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan mengalami peradangan.

Tanda skin barrier rusak biasanya meliputi rasa perih saat memakai skincare, kemerahan, terasa kering ketarik, atau muncul jerawat kecil meradang. Dalam kondisi ini, bahan aktif yang sebenarnya lembut pun bisa memicu breakout.

Jika jerawat muncul bersamaan dengan tanda-tanda tersebut, bisa jadi masalah utamanya bukan pada niacinamide, melainkan kondisi barrier yang belum pulih.

3. Salah kombinasi dengan bahan aktif lain

Menggabungkan niacinamide dengan AHA, BHA, retinol, atau benzoyl peroxide dalam satu rutinitas tanpa jeda bisa membuat kulit “stres”. Terlalu banyak bahan aktif sekaligus berisiko menimbulkan iritasi.

Overlayering atau penggunaan berlapis-lapis produk aktif sering menjadi penyebab tersembunyi jerawat yang tiba-tiba muncul. Bukan karena satu kandungan saja, melainkan akumulasi efeknya.

Coba evaluasi kembali rutinitas skincare kamu. Sederhanakan langkah perawatan dan beri waktu jeda agar kulit tidak kewalahan.

4. Reaksi purging yang disalahartikan

Purging sering disamakan dengan breakout, padahal keduanya berbeda. Purging biasanya muncul di area yang memang sering berjerawat dan terjadi karena percepatan regenerasi kulit.

Perlu diketahui, niacinamide jarang menyebabkan purging karena bukan termasuk eksfoliator. Namun, jika dipakai bersamaan dengan AHA atau retinol, reaksi purging bisa saja terjadi akibat bahan tersebut.

Jika jerawat muncul di area yang biasa berjerawat dan membaik dalam beberapa minggu, kemungkinan itu purging. Tapi jika muncul di area baru dan makin parah, bisa jadi itu breakout akibat iritasi.

5. Formula produk tidak cocok dengan tipe kulit

Bukan hanya kandungan utama yang berpengaruh, tetapi juga base formula produk. Tekstur yang terlalu berat atau terlalu oklusif bisa menyumbat pori, terutama pada kulit berminyak.

Sebaliknya, kulit kering atau sensitif mungkin membutuhkan formula yang lebih lembut dan melembapkan. Setiap tipe kulit memiliki kebutuhan berbeda, sehingga cocok atau tidaknya produk bisa sangat individual.

Jadi, meskipun mengandung niacinamide, faktor lain dalam formula tetap perlu diperhatikan.

6. Terlalu sering dipakai dalam satu hari

Pemakaian berlebihan juga bisa memicu iritasi mikro yang akhirnya berkembang menjadi jerawat. Kulit butuh waktu untuk beradaptasi dengan bahan aktif, meskipun tergolong ringan.

Untuk pemula, cukup gunakan satu kali sehari terlebih dahulu, lalu lihat respons kulit selama satu hingga dua minggu. Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas berlebihan dalam waktu singkat.

Cara mengatasi jerawat setelah pakai niacinamide

ilustrasi Cara mengatasi jerawat setelah pakai niacinamide
pexels.com

Kalau jerawat sudah terlanjur muncul setelah memakai niacinamide, kamu tidak perlu langsung panik atau buru-buru mengganti semua produk. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menenangkan kulit sekaligus membantu proses pemulihan agar kondisi kembali stabil.

1. Hentikan pemakaian sementara

Jika jerawat muncul cukup banyak atau terasa meradang, hentikan penggunaan produk selama beberapa hari. Langkah ini membantu melihat apakah kondisi kulit membaik tanpa paparan bahan tersebut.

Jika jerawat mereda, kemungkinan besar kulit sedang mengalami iritasi atau tidak toleran terhadap formula yang dipakai.

2. Fokus memperbaiki skin barrier

Gunakan pelembap dengan kandungan seperti ceramide atau panthenol untuk membantu memperkuat kembali lapisan pelindung kulit. Hindari dulu bahan aktif yang terlalu keras.

Skin barrier yang sehat akan mempercepat proses pemulihan dan mengurangi risiko breakout berulang.

3. Gunakan kadar lebih rendah

Setelah kondisi kulit membaik, kamu bisa mencoba kembali dengan konsentrasi niacinamide yang lebih rendah. Adaptasi bertahap cenderung lebih aman, terutama bagi kulit sensitif.

Perhatikan reaksi kulit selama beberapa minggu sebelum menambah frekuensi atau kadar.

4. Hindari kombinasi bahan aktif berlebihan

Sederhanakan rutinitas skincare. Gunakan niacinamide bersama produk basic seperti gentle cleanser dan pelembap secukupnya.

Kulit tidak membutuhkan terlalu banyak bahan aktif sekaligus. Pendekatan minimalis sering kali lebih efektif dalam jangka panjang.

5. Perhatikan durasi dan pola jerawat

Purging biasanya berlangsung sekitar 2 sampai 4 minggu dan perlahan membaik. Sementara itu, breakout akibat iritasi cenderung makin parah jika produk tetap digunakan.

Amati pola jerawat: lokasi, durasi, dan tingkat keparahan. Evaluasi ini penting sebelum memutuskan berhenti permanen atau melanjutkan penggunaan.

Apakah niacinamide tetap aman untuk kulit berjerawat?

Secara umum, niacinamide dikenal membantu mengontrol produksi minyak, meredakan kemerahan, dan memperbaiki tekstur kulit. Banyak orang dengan kulit berjerawat justru merasakan manfaat signifikan dari kandungan ini.

Reaksi jerawat setelah pemakaian biasanya lebih sering disebabkan oleh kadar yang terlalu tinggi, kombinasi bahan aktif yang tidak tepat, atau kondisi skin barrier yang sedang terganggu. Setiap kulit memiliki toleransi berbeda, sehingga responsnya pun tidak selalu sama.

Dengan pemakaian yang tepat, dosis yang sesuai, dan rutinitas yang sederhana, niacinamide tetap bisa menjadi salah satu kandungan andalan untuk menjaga kesehatan kulit.

Kesimpulan

Alasan kenapa pakai niacinamide malah jerawatan memiliki beberapa kemungkinan jawaban, mulai dari konsentrasi yang terlalu tinggi, skin barrier rusak, hingga kombinasi bahan yang kurang tepat. Tidak semua reaksi jerawat berarti kamu tidak cocok secara permanen dengan kandungan ini.

Kunci utamanya adalah memahami kondisi kulit sendiri dan menggunakan produk secara bijak. Dengan pendekatan yang tepat, niacinamide tetap bisa bekerja maksimal tanpa memicu breakout.


FAQ seputar kenapa pakai niacinamide malah jerawatan

Apakah niacinamide 10 persen terlalu tinggi untuk pemula?

Bagi sebagian pemula, kadar 10 persen bisa terasa terlalu kuat dan memicu iritasi ringan. Sebaiknya mulai dari kadar lebih rendah agar kulit beradaptasi secara bertahap.

Berapa lama biasanya jerawat akibat niacinamide muncul?

Jika karena iritasi, jerawat bisa muncul dalam beberapa hari setelah pemakaian. Jika terkait purging (biasanya karena kombinasi dengan eksfoliator), bisa terjadi dalam 1–2 minggu awal.

Apakah niacinamide cocok untuk remaja dengan kulit berminyak?

Secara umum cocok karena membantu mengontrol minyak dan kemerahan. Namun, tetap perhatikan kadar dan kondisi kulit masing-masing.

Bolehkah memakai niacinamide setiap hari?

Boleh, asalkan kulit sudah terbiasa dan tidak menunjukkan tanda iritasi. Untuk pemula, gunakan sekali sehari terlebih dahulu.

Apakah jerawat karena niacinamide bisa hilang sendiri tanpa obat?

Jika penyebabnya iritasi ringan, jerawat biasanya bisa membaik setelah pemakaian dihentikan dan fokus pada perbaikan skin barrier.

Disclaimer: Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nadia Agatha Pramesthi
EditorNadia Agatha Pramesthi
Follow Us

Latest in Beauty

See More