Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Makeup Nge-crack? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi makeup crack
pexels.com
Intinya sih...
  • Makeup nge-crack biasanya terjadi karena kombinasi skin prep yang kurang tepat, jenis kulit, teknik aplikasi, serta pemilihan dan layering produk yang tidak sesuai.
  • Area seperti bawah mata, hidung, smile lines, dan dahi paling rentan mengalami crack karena tekstur kulit, produksi minyak, dan garis halus.
  • Kunci agar makeup tetap smooth dan tahan lama adalah memastikan kulit terhidrasi, memakai produk yang kompatibel, serta mengaplikasikan base secara tipis dan buildable.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kenapa makeup nge-crack sering jadi pertanyaan saat foundation terlihat retak, pecah, atau tidak menyatu di kulit. Kondisi ini biasanya terjadi karena kombinasi skin prep yang kurang tepat, teknik aplikasi, dan pemilihan produk yang tidak sesuai. Jadi, bukan cuma soal foundation mahal atau tidak.

Pasti kesal rasanya saat makeup sudah on point di awal, tetapi beberapa jam kemudian mulai patchy di hidung atau bawah mata. Situasi ini bikin kurang percaya diri, apalagi saat harus bertemu banyak orang. Supaya kamu tidak bingung, kita bahas penyebab dan cara agar makeup tidak nge-crack secara lebih detail.

Kenapa makeup nge-crack? Ini penyebab utamanya

Kulit terlalu kering penyebab makeup crack
freepik.com

Kenapa makeup nge-crack sebenarnya berkaitan dengan bagaimana base menempel dan menyatu di permukaan kulit. Jika kondisi kulit atau layering produk tidak seimbang, hasilnya bisa terlihat retak. Berikut beberapa penyebab makeup crack yang paling sering terjadi.

1. Kulit terlalu kering atau dehidrasi

Kulit kering membuat foundation menempel pada area yang kasar dan bersisik. Akibatnya, makeup terlihat pecah terutama di sekitar hidung dan pipi. Inilah alasan kenapa makeup nge-crack di kulit kering lebih sering terjadi.

Kurangnya hidrasi sebelum makeup juga memperparah kondisi ini. Tanpa moisturizer yang cukup, foundation sulit menyatu dengan baik. Hasil akhirnya terlihat tidak smooth.

2. Produksi minyak berlebih

Di sisi lain, kulit berminyak juga bisa mengalami makeup crack. Minyak berlebih memecah formula foundation sehingga tampak terpisah dari kulit. Biasanya terlihat jelas di area T-zone seperti hidung dan dahi.

Kenapa foundation pecah di hidung sering kali karena kombinasi pori-pori besar dan minyak. Saat minyak keluar beberapa jam setelah aplikasi, base jadi tidak stabil. Makeup pun terlihat bergeser dan retak.

3. Salah memilih primer

Primer punya peran penting dalam menentukan hasil akhir makeup. Jika primer tidak sesuai dengan jenis kulit atau foundation, hasilnya bisa tidak menyatu. Misalnya, primer berbasis silikon dipadukan dengan foundation berbasis air tanpa penyesuaian.

Namun, apakah salah primer bikin makeup crack? Jawabannya bisa iya. Ketidaksesuaian formula membuat base sulit menempel dengan sempurna.

4. Layering skincare terlalu tebal

Terlalu banyak lapisan skincare sebelum makeup bisa membuat foundation mudah bergeser. Produk yang belum menyerap sempurna menciptakan permukaan licin. Akibatnya, foundation tidak menempel dengan optimal.

Alasan kenapa foundation tidak menyatu sering berkaitan dengan langkah ini. Memberi jeda waktu sebelum makeup sangat penting. Kulit perlu waktu untuk menyerap produk dengan baik.

5. Terlalu banyak bedak

Bedak memang membantu mengontrol minyak, tetapi pemakaian berlebihan bisa membuat makeup terlihat cakey. Lapisan yang terlalu tebal mudah retak saat wajah bergerak. Ini sering terjadi di area smile lines dan bawah mata.

Apakah kebanyakan bedak bikin makeup pecah? Ya, terutama jika kulitmu cenderung kering. Penggunaan secukupnya jauh lebih aman.

6. Teknik aplikasi kurang tepat

Menggunakan sponge kering atau blending terburu-buru dapat memicu makeup patchy. Teknik yang kurang rata membuat foundation menumpuk di beberapa titik. Area tersebut lebih mudah terlihat crack setelah beberapa jam.

Aplikasi tipis dan buildable jauh lebih aman. Dengan cara ini, base lebih fleksibel mengikuti tekstur kulit.

7. Produk tidak cocok satu sama lain

Foundation berbasis air dan silikon memiliki karakter berbeda. Jika tidak dipadukan dengan tepat, hasilnya bisa menggumpal atau terpisah. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai produk jelek.

Padahal, masalahnya ada pada kombinasi formula. Memahami kandungan produk membantu mencegah makeup nge-crack sejak awal.

Area wajah yang paling sering mengalami makeup crack

Tidak semua bagian wajah bereaksi sama terhadap makeup. Beberapa area memiliki tekstur, minyak, atau garis halus yang lebih jelas. Inilah alasan kenapa makeup crack sering muncul di titik tertentu.

1. Bawah mata

Kulit bawah mata lebih tipis dan memiliki garis halus alami. Concealer yang terlalu tebal mudah masuk ke lipatan tersebut. Akibatnya, terlihat pecah dan retak.

2. Hidung

Area hidung sering berminyak dan memiliki pori-pori lebih besar. Kombinasi ini membuat foundation mudah bergeser. Tidak heran jika makeup pecah di hidung sering terjadi.

3. Smile lines

Lipatan alami saat tersenyum membuat produk mudah menumpuk. Jika base terlalu tebal, retakan akan lebih terlihat. Area ini membutuhkan aplikasi tipis dan ringan.

4. Dahi

Ekspresi wajah dan produksi minyak di dahi juga memengaruhi hasil makeup. Jika tidak di-set dengan tepat, foundation bisa terlihat retak. Teknik blending yang baik membantu meminimalkan masalah ini.

5. Pipi bertekstur

Bekas jerawat atau tekstur kulit membuat permukaan tidak rata. Foundation cenderung menonjolkan tekstur jika tidak diaplikasikan dengan benar. Inilah sebabnya makeup terlihat tidak smooth.

Cara agar makeup tidak nge-crack dan tahan lama

Ilustrasi menggunakan setting spray
pexels.com

Cara mengatasi kenapa makeup nge-crack dimulai dari persiapan kulit hingga tahap akhir. Rutinitas yang tepat membantu base lebih menyatu dan tahan lama. Berikut langkah yang bisa kamu coba.

1. Pastikan kulit terhidrasi sebelum makeup

Gunakan moisturizer sesuai jenis kulitmu. Kulit yang terhidrasi membuat foundation lebih mudah menempel. Hasilnya tampak lebih halus dan natural.

2. Gunakan primer sesuai kebutuhan

Kulit kering membutuhkan primer hydrating. Sementara kulit berminyak lebih cocok dengan primer mattifying. Pemilihan yang tepat membantu mencegah makeup crack.

3. Gunakan foundation tipis dan buildable

Aplikasikan sedikit demi sedikit lalu ratakan. Hindari langsung menggunakan banyak produk dalam satu layer. Teknik ini membuat hasil lebih ringan dan fleksibel.

4. Gunakan sponge lembap

Sponge lembap membantu foundation menyatu lebih baik. Hasil blending terlihat lebih natural dan tidak patchy. Cara ini juga mengurangi risiko crack.

5. Set dengan bedak secukupnya

Fokuskan bedak di area yang mudah berminyak. Jangan mengunci seluruh wajah jika tidak diperlukan. Penggunaan tipis membantu makeup tetap ringan.

6. Gunakan setting spray

Setting spray membantu menyatukan lapisan makeup. Hasil akhir terlihat lebih seamless dan tidak kaku. Langkah ini juga membuat makeup lebih tahan lama.

Perbedaan makeup crack, cakey, dan patchy

Makeup crack terlihat seperti retakan halus atau pecah di permukaan kulit. Biasanya muncul di area dengan garis halus atau tekstur. Kondisi ini sering berkaitan dengan hidrasi atau teknik aplikasi.

Makeup cakey terlihat terlalu tebal dan berat di wajah. Sementara makeup patchy tampak tidak merata dan belang di beberapa area. Memahami perbedaannya membantu kamu menemukan solusi yang tepat.

Kesimpulan

Alasan kenapa makeup nge-crack bukan sekadar soal produk yang kamu pakai, tetapi juga kondisi kulit, teknik, dan layering yang tepat. Ketika salah satu aspek yang kurang, hasilnya bisa terlihat retak atau patchy. Dengan memahami penyebab makeup crack, kamu jadi tau cara mencegahnya sejak awal. Dengan skin prep yang baik dan teknik aplikasi yang tepat, makeup bisa terlihat smooth dan tahan lama. Jadi, jangan ragu mengevaluasi rutinitasmu agar hasilnya makin maksimal.

FAQ seputar kenapa makeup nge-crack

Kenapa makeup nge-crack padahal sudah pakai setting spray?

Setting spray membantu mengunci makeup, tetapi tidak bisa memperbaiki skin prep yang kurang tepat. Jika kulit terlalu kering atau layering berlebihan, crack tetap bisa terjadi.

Apakah cuaca panas bisa bikin makeup crack?

Ya, cuaca panas memicu produksi minyak dan keringat berlebih. Kondisi ini membuat foundation lebih mudah bergeser dan terlihat pecah.

Berapa lama skincare harus didiamkan sebelum pakai foundation?

Idealnya tunggu satu sampai tiga menit hingga produk menyerap. Kulit yang masih terlalu basah membuat foundation sulit menempel.

Apakah makeup nge-crack tanda kulit rusak?

Tidak selalu, tetapi bisa menandakan kulit kurang terhidrasi atau skin barrier sedang lemah. Perbaiki perawatan dasar sebelum fokus pada makeup.

Bagaimana cara memperbaiki makeup yang sudah crack tanpa menghapus semuanya?

Kamu bisa menepuk area tersebut dengan sponge lembap dan sedikit setting spray. Hindari menambah bedak karena bisa memperparah retakan.

Disclaimer: Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nadia Agatha Pramesthi
EditorNadia Agatha Pramesthi
Follow Us

Latest in Beauty

See More

8 Rekomendasi Sabun Pencuci Wajah untuk Kulit Kering 

19 Feb 2026, 23:25 WIBBeauty