Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Parfum yang Sama Wanginya Berbeda di Tiap Orang?

Kenapa Parfum yang Sama Wanginya Berbeda di Tiap Orang?
freepik.com
Intinya Sih

  • Parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang karena reaksi antara cairan parfum dan kulit

  • Faktor pH kulit, jenis kulit kering atau berminyak, suhu tubuh, produksi keringat dan hormon memengaruhi perbedaan aroma

  • Perkembangan top, middle, dan base notes parfum serta faktor lingkungan juga memengaruhi hasil akhir aroma

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang sering bikin penasaran saat aroma favorit di teman terasa lebih enak dibanding di kulit sendiri. Padahal merek dan variannya sama persis. Perbedaan ini terjadi karena body chemistry setiap orang unik, mulai dari pH kulit, suhu tubuh, hingga produksi minyak alami.

Kamu mungkin pernah membeli parfum karena tergoda wangi yang tercium di orang lain. Namun setelah dipakai sendiri, aromanya terasa lebih manis, lebih tajam, atau bahkan cepat hilang. Supaya tidak salah paham, kamu perlu tahu alasan ilmiah di balik fenomena ini.

Table of Content

Kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang?

Kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang?

ilustrasi wangi parfum
unsplash.com

Kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang berkaitan erat dengan reaksi antara cairan parfum dan kulit. Parfum tidak hanya menguap begitu saja, tetapi bercampur dengan kondisi alami tubuhmu. Interaksi inilah yang membuat aroma berkembang secara berbeda di setiap individu.

Selain faktor kulit, lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi hasil akhirnya. Jadi, wajar jika aroma yang sama bisa terasa unik pada tiap orang. Berikut beberapa faktor yang membuat perbedaannya semakin jelas.

1. pH kulit yang berbeda

Setiap orang memiliki tingkat pH kulit yang tidak sama. Kulit dengan pH lebih asam bisa membuat aroma terasa lebih tajam atau segar. Sementara pH yang berbeda dapat membuat wangi menjadi lebih lembut atau manis.

Inilah alasan kenapa aroma parfum berbeda di setiap orang meski produknya sama. Reaksi kimia kecil ini cukup memengaruhi perkembangan wangi. Jadi, bukan berarti parfumnya berubah, melainkan cara kulitmu meresponsnya yang berbeda.

2. Jenis kulit kering atau berminyak

Kulit berminyak cenderung membuat parfum lebih tahan lama. Minyak alami membantu “mengunci” aroma agar tidak cepat menguap. Sebaliknya, kulit kering membuat wangi lebih cepat hilang.

Itulah sebabnya parfum bisa terasa lebih kuat di orang lain. Jika kulitmu kering, aroma mungkin terasa lebih tipis dan cepat hilang. Menggunakan pelembap sebelum menyemprot parfum bisa membantu menstabilkan wangi parfummu.

3. Suhu tubuh dan aktivitas

Suhu tubuh yang lebih hangat membuat parfum menguap lebih cepat. Aktivitas padat juga meningkatkan panas tubuh, sehingga aroma terasa lebih intens. Di orang lain, hal ini bisa membuat parfum tercium lebih kuat.

Sebaliknya, suhu tubuh yang lebih rendah membuat aroma berkembang lebih pelan. Karena itu, wangi yang sama bisa terasa berbeda intensitasnya. Faktor ini sering tidak disadari.

4. Produksi keringat dan hormon

Hormon memengaruhi bau alami tubuh. Saat hormon berubah, aroma dasar tubuh juga bisa berbeda. Ketika bercampur dengan parfum, hasilnya pun ikut berubah.

Keringat juga memengaruhi persepsi wangi. Kombinasi ini membuat kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang menjadi lebih masuk akal. Tubuhmu memang punya karakter sendiri.

5. Perkembangan top, middle, dan base notes

Parfum terdiri dari top notes, middle notes, dan base notes. Ketiganya berkembang secara bertahap setelah disemprotkan. Interaksi dengan kulit menentukan mana yang lebih dominan.

Di satu orang, base notes bisa terasa lebih kuat. Di orang lain, middle notes lebih menonjol. Perbedaan inilah yang membuat aroma akhir terasa tidak sama.

6. Makanan dan gaya hidup

Apa yang kamu konsumsi juga memengaruhi aroma tubuh. Makanan berbumbu kuat atau kebiasaan merokok dapat mengubah bau alami kulit. Saat bercampur dengan parfum, wangi akhirnya terasa berbeda.

Gaya hidup sehat cenderung membuat aroma lebih stabil. Hal kecil ini ternyata punya dampak besar. Jadi, bukan hanya produknya yang menentukan hasil akhir.

7. Faktor lingkungan

Cuaca panas, ruangan ber-AC, dan tingkat kelembapan udara memengaruhi penyebaran aroma. Di tempat lembap, wangi bisa terasa lebih kuat. Di ruangan kering, aroma lebih cepat memudar.

Lingkungan tempat kamu memakai parfum juga berperan penting. Inilah alasan kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang dan situasi.

Cara memilih parfum yang cocok dengan kulitmu

ilustrasi mencoba parfum
pexels.com

Karena body chemistry setiap orang unik, memilih parfum tidak bisa hanya berdasarkan rekomendasi teman. Kamu perlu mencoba langsung di kulit sendiri. Cara ini membantu menemukan aroma yang benar-benar cocok.

Dengan memahami karakter tubuhmu, kamu bisa lebih percaya diri saat memilih wangi. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.

1. Coba langsung di kulit

Jangan hanya mencium di kertas tester. Aroma di kulit bisa berkembang berbeda. Semprotkan di pergelangan tangan atau bagian dalam siku untuk hasil lebih akurat.

Biarkan beberapa menit sebelum menilai. Wangi awal bisa berbeda dari hasil akhirnya. Proses ini penting untuk melihat reaksi parfum dengan kulitmu.

2. Tunggu hingga base notes muncul

Aroma parfum berubah seiring waktu. Tunggu setidaknya 30 menit untuk mencium base notes. Fase ini menunjukkan karakter asli parfum di kulitmu.

Jangan langsung membeli hanya karena wangi awal terasa enak. Perhatikan bagaimana aromanya berkembang. Kesabaran membantu menghindari penyesalan.

3. Sesuaikan dengan jenis kulit

Jika kulitmu kering, pilih parfum dengan karakter lebih intens. Aroma dengan base notes kuat biasanya lebih tahan lama. Kamu juga bisa memakai pelembap sebelum menyemprot.

Untuk kulit berminyak, pilih wangi yang lebih ringan agar tidak terasa terlalu tajam. Penyesuaian kecil ini membuat hasil lebih seimbang.

4. Hindari mencoba terlalu banyak sekaligus

Indra penciuman bisa lelah jika mencium terlalu banyak aroma. Hal ini membuat penilaian jadi kurang akurat. Coba maksimal dua atau tiga parfum dalam satu waktu.

Berikan jeda sebelum mencoba yang lain. Dengan begitu, kamu bisa menilai lebih objektif. Cara ini membantu menemukan parfum yang benar-benar cocok.

5. Uji di berbagai kondisi

Coba cium hasilnya di dalam dan luar ruangan. Perhatikan perbedaannya di suhu berbeda. Langkah ini memberi gambaran lengkap tentang performa parfum.

Dengan cara ini, kamu bisa memahami bagaimana aroma bereaksi dalam berbagai situasi. Hasilnya lebih meyakinkan sebelum membeli.

Apakah persepsi penciuman juga memengaruhi aroma?

Selain faktor tubuh, persepsi penciuman setiap orang juga berbeda. Ada yang lebih sensitif terhadap aroma manis, ada yang lebih peka terhadap wangi segar. Hal ini membuat pengalaman mencium parfum jadi subjektif.

Suasana hati dan kondisi lingkungan juga memengaruhi cara kamu menilai wangi. Karena itu, aroma yang sama bisa terasa berbeda tidak hanya di kulit, tetapi juga di indera penciuman masing-masing orang.

Kesimpulan

Kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang dipengaruhi oleh body chemistry, jenis kulit, suhu tubuh, hingga lingkungan sekitar. Interaksi antara parfum dan kondisi alami tubuh membuat aroma berkembang secara unik. Perbedaan ini justru menjadi hal menarik dalam dunia wewangian.

Dengan mencoba langsung di kulit dan memahami karakter tubuhmu, kamu jadi tau caranya menemukan parfum yang paling cocok. Jadi, tidak perlu heran jika aroma favorit di orang lain terasa berbeda di dirimu. Kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang adalah bukti bahwa setiap tubuh punya ciri khasnya sendiri.

FAQ seputar kenapa parfum yang sama wanginya berbeda di tiap orang

Apakah parfum mahal lebih stabil di semua jenis kulit?

Harga mahal tidak menjamin hasilnya sama di semua orang. Body chemistry tetap memengaruhi perkembangan aroma. Karena itu, tetap penting mencoba langsung di kulit.

Kenapa parfum terasa lebih kuat saat sedang stres?

Stres bisa meningkatkan suhu tubuh dan produksi keringat. Kondisi ini membuat aroma terasa lebih intens. Perubahan hormon juga ikut berpengaruh.

Apakah usia memengaruhi aroma parfum di kulit?

Seiring bertambahnya usia, kondisi kulit dan hormon berubah. Hal ini bisa memengaruhi cara parfum berkembang. Karena itu, wangi favoritmu bisa terasa berbeda dari waktu ke waktu.

Bagaimana cara menyimpan parfum agar aromanya tetap konsisten?

Simpan parfum di tempat sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung. Hindari suhu yang terlalu panas atau lembap. Penyimpanan yang tepat menjaga kualitas aroma.

Apakah parfum unisex lebih mudah menyesuaikan dengan body chemistry?

Parfum unisex dirancang agar netral dan fleksibel. Namun tetap saja, hasil akhirnya bergantung pada kondisi kulit masing-masing. Jadi, tetap perlu mencobanya langsung sebelum membeli.

Disclaimer: Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nadia Agatha Pramesthi
EditorNadia Agatha Pramesthi
Follow Us

Latest in Beauty

See More