Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Trailer 'Ghost in The Cell', Creepy but Make It Artsy

Trailer 'Ghost in The Cell', Creepy but Make It Artsy
Instagram.com/comeandseepictures
Intinya Sih
  • Trailer resmi film horor satir “Ghost in the Cell” karya Joko Anwar dirilis setelah world premiere di Berlin International Film Festival 2026 dan mendapat sambutan positif dari penonton internasional.

  • Film ini menampilkan kehidupan para napi sebagai cerminan sosial-politik Indonesia, dibintangi deretan aktor ternama, serta dikemas dengan visual dan audio yang artistik dan penuh makna.

  • Proses syuting berlangsung efisien hanya 22 hari dengan konsep teater berisi 43 adegan panjang, menghadirkan pendekatan one shot take untuk hasil sinematik yang intens dan autentik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari penonton internasional di ketika world premiere di Berlin International Film Festival 2026, film terbaru persembahan Come and See Pictures, Ghost in the Cell merilis official trailer yang menjanjikan tontonan yang sangat menghibur dan berisi! Menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.

Menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, film ke-12 penulis dan sutradara Joko Anwar ini menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik dan situasi sosial yang terjadi di Indonesia, dikemas dengan cara yang memanjakan penonton secara visual dan audio.

Penasaran bagaimana trailer dari film yang menurut POPBELA, sih, creepy tapi tetap dengan sentuhan artsy ini? Simak selengkapnya di sini!

Daftar pemain dan sinopsis 'Ghost in the Cell'

Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.

Penulis dan sutradara Joko Anwar mengungkapkan cerita di film Ghost in the Cell adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara.

"Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita," ujar penulis dan sutradara Joko Anwar.

"Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita sendiri," tambah Joko.

Proses syuting yang efektif dan efisien sehingga dapat selesai kurang dari satu bulan

Produser Tia Hasibuan menambahkan, desain produksi film Ghost in the Cell menerapkan pendekatan yang efektif dan efisien. Proses produksi yang hanya membutuhkan waktu 22 hari, yang hanya menggunakan setengah hari di setiap harinya, membuat seluruh jajaran kru dan pemeran pun merasa nyaman.

"Kami mengambil gambar dari pagi dan berakhir saat jam makan siang. Jadi meskipun waktu produksi kami 22 hari, itu bisa dibilang terasa seperti 11 hari waktu produksi. Di film ini, kami juga menggunakan pendekatan yang hampir seluruhnya menggunakan one shot take. Jadi sejak pra-produksi juga sudah dipersiapkan secara matang," ujar produser Tia Hasibuan.

Film yang hanya memiliki 43 scene

Di film ini, Joko juga menggunakan pendekatan yang berbeda. Dalam pengambilan gambar, Ghost in the Cell pun didesain layaknya pertunjukan teater, dengan total hanya 43 scene (film biasanya berisi sekitar 120 scene), dengan setiap adegan bisa berdurasi panjang. Sebab itu, jajaran ansambel di film ini adalah para aktor terbaik Indonesia, untuk mewujudkan hasil yang maksimal.

Kisah Abimana terlibat dalam film ini

Ghost in the Cell 2.jpg
Instagram.com/comeandseepictures

Abimana, yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi pemeran utama di film ini menuturkan, Joko memberinya kebebasan artistik dalam menerjemahkan karakternya saat berakting. Baginya, film ini akan membuka mata dan pikiran banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.

"Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan mengandalkan institusi resmi," ujar Abimana.

Trailer 'Ghost in the Cell'

Saat menyaksikan trailer-nya, satu hal yang langsung terlintas di benak POPBELA adalah film ini cukup mirip dengan Squid Game. Mungkin kamu bertanya, apa yang membuatnya mirip? Salah satunya adalah soundtrack yang digunakan, yakni sama-sama menggunakan lagu anak-anak yang diaransemen lebih dark dan creepy. Jauh dari kesan ceria sebagaimana layaknya lagu anak-anak.

Namun, dari segi visual, POPBELA sangat memuji desain produksi dari Come & See Pictures ini. Sebab, segalanya terkesan begitu artistik. Bahkan, ada pula gerakan tarian yang tak pernah terbayangkan akan muncul dalam sebuah film horor.

Kalau makin penasaran, kamu mesti sabar dulu, Bela. Sebab, film ini baru akan tayang pada 16 April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More