Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Film Pendek 'Jalan Pulang', Tentang Menemukan Kembali Makna Kebaya

Film Pendek 'Jalan Pulang', Tentang Menemukan Kembali Makna Kebaya
Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation
Intinya Sih
  • Film Jalan Pulang merupakan karya dari Bakti Budaya Djarum Foundation dan Indonesia Kaya untuk memperingati Hari Kebaya Nasional pada 2026 ini.

  • Filmnya bercerita tentang Dara yang menemukan cara pandang baru tentang kebaya dalam perjalanan pulangnya ke rumah sang ibu. Ia menyadari bahwa setiap helai kebaya memiliki ceritanya sendiri yang bisa dibagikan dan diteruskan.

  • Film ini mengajak para generasi muda untuk bangga memakai kebaya dan bukan sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidup yang menyimpan memori tentang rumah, keluarga, dan akar yang membentuk identitas seseorang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli. Bukan sekedar peringatan, ini juga jadi momentum yang mengingatkan masyarakat pentingnya kebaya sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang menyimpan sejarah, nilai, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Untuk memperingati Hari Kebaya Nasional pada 2026 ini, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali melanjutkan kampanye pelestarian kebaya melalui film pendek Jalan Pulang. Berbeda dari dua karya sebelumnya, film ini mengangkat kisah yang lebih personal dan mengajak masyarakat melihat kebaya sebagai penghubung antara masa lalu dan masa kini, yang menyimpan cerita tentang rumah, keluarga, dan asal-usul. 

Yuk, simak fakta menarik dan sinopsisnya berikut ini!

1. Sinopsis film pendek Jalan Pulang

Film Jalan Pulang menghadirkan kisah Dara (Sheila Dara), seorang creative director muda yang mendapat kesempatan me-rebranding rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati (Asri Welas). Ketika berbagai gagasan modern yang ia tawarkan ditolak, Dara mulai mempertanyakan cara pandangnya sendiri terhadap kebaya.

Pencarian itu membawanya pulang ke rumah sang ibu. Di tengah tumpukan kebaya lama yang hendak disumbangkan, Dara menemukan kembali kenangan, kasih sayang, dan jejak kehidupan keluarganya. Penemuan tersebut mengubah cara pandangnya dan membawanya memahami bahwa sehelai kebaya dapat menyimpan kisah yang melintasi waktu.

2. Para pemeran film pendek Jalan Pulang

Film Pendek Jalan Pulang
Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Film pendek tersebut dibintangi oleh sederet bintang papan atas Tanah Air. Meski tak banyak pemeran, tapi semuanya berhasil memberikan makna mendalam pada ceritanya. Beberapa pemeran film pendek Jalan Pulang, antara lain:

  • Sheila Dara Aisha, sebagai seorang creative director agensi fashion 
  • Widyawati sebagai Sri, ibunda Dara 
  • Asri Welas sebagai Madame Yati, seorang pemilik rumah mode kebaya legendaris  dan desainer kebaya yang teguh menjaga nilai dan warisan yang dimilikinya 
  • Sharon Sitania, sebagai Anya, anak Madame Yati
  • Renitasari Adrian, sebagai fotografer di agensi Dara

3. Karya sutradara Bramsky

Film Pendek Jalan Pulang
Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Film yang hangat tersebut kembali disutradarai oleh Bramsky. Dalam press conference yang berlangsung pada Rabu  (22-4-2026) di XXI Plaza Indonesia, Bramsky mengaku kalau film yang satu ini cukup menjadi tantangan untuknya. Biasa membuat karya yang artistik, di sini, ia juga dituntut bisa menghadirkan drama yang manis. 

Dalam prosesnya, Bramsky berkolaborasi dengan pekerja seni lintas disiplin yang lain. Skenario film ini ditulis oleh Widya Arifianti dan Ayesha Alma Almera, sementara dunia visualnya dibangun melalui sentuhan Dita Gambiro sebagai penata artistik. Atmosfer emosional film diperkuat melalui tata suara Anhar Moha dan komposisi musik karya Ofel Obaja.

4. Penataan busana dari Hagai Pakan

Film Pendek Jalan Pulang
Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Sementara itu, film ini juga menampilkan beragam mix and match kebaya yang bisa jadi inspirasi. Perpaduan kebaya dengan Underbust Corset sampai bawahan denim terlihat sangat kekinian tapi juga dekat dengan budaya. Semua ini merupakan hasil kreativitas dari penata busana, Hagai Pakan. Sang stylist menghadirkan kebaya sebagai bagian penting dari perjalanan setiap karakter, sehingga busana yang dikenakan tidak hanya memperkuat visual, tetapi juga menjadi elemen yang ikut bercerita. Busana-busananya sendiri didukung oleh beragam brand ternama Indonesia, mulai dari:

  • Ghea Panggabean
  • Sejauh Mata Memandang
  • Tex Saverio
  • Didi Budiardjo
  • Denny Wirawan
  • Nila Baharudin
  • Wilsen Willim
  • Hian Tjen
  • Nona Srikaya
  • Epa Jewel
  • Gelap Ruang Jiwa
  • Manjusha Nusantara
  • DS Closet
  • Neysa Soediro

5. Ingatkan kalau setiap kebaya punya kisah

Film Pendek Jalan Pulang
Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Film pendek Jalan Pulang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2026. Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, mengatakan kalau film pendek ini menjadi ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak untuk diteruskan. Mereka bukan hanya busana, tapi juga sarat makna dan nilai.

“Selama tiga tahun terakhir, kami terus mengajak masyarakat melihat kebaya dari berbagai sudut pandang. Jika sebelumnya kami mengangkat kebaya sebagai ekspresi diri dan identitas budaya yang hidup, melalui Jalan Pulang kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak diteruskan. 

Kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan, tetapi juga membawa jejak keluarga, kenangan, nilai, dan perjalanan hidup yang membentuk siapa diri kita hari ini. Karena itu, merawat kebaya berarti juga merawat memori dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Jalan Pulang menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, memperlihatkan bagaimana warisan budaya seringkali hidup melalui hal-hal sederhana di dalam keluarga. 

Kebaya tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidup yang menyimpan memori tentang rumah, keluarga, dan akar yang membentuk identitas seseorang. Alih-alih bertutur tentang sejarah kebaya secara harfiah, film ini mengajak penonton menemukannya melalui hubungan antargenerasi yang hangat dan penuh emosi.

“Melalui Jalan Pulang, saya ingin mengajak penonton melihat kebaya bukan sebagai benda yang hanya dikenakan pada momen tertentu, melainkan sebagai saksi perjalanan hidup. Di balik setiap lipatan kainnya ada kenangan, ada rumah, ada ibu, ada keluarga, dan ada identitas yang sering kali baru kita sadari nilainya ketika kita mencoba mencarinya kembali. Saya berharap film ini membuat kita tidak hanya ingin mengenakan kebaya, tetapi juga ingin mendengar dan meneruskan cerita yang dibawanya,” ujar Bramsky, Sutradara Jalan Pulang.

“Bagi saya, kebaya tidak pernah sekadar pakaian. Sejak kecil, saya melihat kebaya selalu hadir dalam momen-momen penting bersama keluarga, sehingga tanpa disadari ia menjadi bagian dari banyak kenangan yang saya miliki. Karena itu, ketika membaca naskah Jalan Pulang, saya langsung merasa dekat dengan Dara. 

Perjalanannya membuat saya kembali menyadari bahwa di balik setiap kebaya selalu ada cerita tentang rumah, keluarga, dan perjalanan hidup yang membentuk diri kita. Film pendek ini terasa sangat personal dan emosional bagi saya karena mengingatkan bahwa warisan yang paling berharga bukan hanya kebayanya, tetapi juga kisah yang menyertainya. 

Saya berharap setiap orang yang menonton Jalan Pulang bisa menemukan kembali kenangan mereka sendiri dan semakin mencintai kebaya, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena makna yang dibawanya,” ujar Sheila Dara Aisha.

Lebih dari sekadar sebuah film pendek, Jalan Pulang menjadi ajakan untuk melihat kembali hubungan yang dimiliki setiap orang dengan kebaya. Tidak sedikit kebaya yang diwariskan dari ibu kepada anak, dari nenek kepada cucu, atau dikenakan dalam berbagai momen penting kehidupan. Di balik setiap helainya tersimpan kenangan yang membentuk identitas keluarga sekaligus menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia. 

Jadi, jangan sungkan lagi untuk memakai kebaya di keseharianmu, dan coba untuk membuat cerita menarik di dalamnya yang bisa kamu bagikan ke generasi selanjutnya, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More