Nama Shakira tentu sudah tidak asing lagi. Suaranya yang ikonik hingga aksi panggungnya yang enerjik, penyanyi asal Kolombia ini berhasil menjadi salah satu ikon musik Latin paling berpengaruh sepanjang masa.
Profil Shakira, Dari Penyanyi Cilik hingga Menjadi Ratu Musik Latin

- Shakira, penyanyi asal Kolombia berdarah multikultural, meniti karier sejak kecil dan berhasil menembus industri musik internasional berkat ketekunan serta identitas artistiknya yang unik.
- Kesuksesannya melesat lewat album Laundry Service dan lagu-lagu ikonik seperti 'Hips Don't Lie' serta 'Waka Waka', menjadikannya simbol global musik Latin modern.
- Pada 2024–2026, Shakira bangkit lewat album Las Mujeres Ya No Lloran, tur dunia bersejarah, dan keterlibatannya di Piala Dunia FIFA 2026 bersama musisi ternama dunia.
Tak hanya dikenal melalui lagu-lagu hits seperti “Whenever, Wherever”, “Hips Don't Lie”, dan “Waka Waka”, perjalanan hidup Shakira juga dipenuhi kisah inspiratif, mulai dari menghadapi penolakan di awal karier hingga berhasil menembus industri musik internasional. Lantas seperti apa sosok Queen of Latin Music ini? Scroll artikel sampai akhir ya, Bela!
Table of Content
Biodata Shakira

Biodata Shakira
- Nama lengkap: Shakira Isabel Mebarak Ripoll
- Nama panggung: Shakira
- Tanggal lahir: 2 Februari 1977
- Tempat lahir: Barranquilla, Atlántico, Colombia
- Profesi: Penyanyi, penulis lagu, penari, produser rekaman
- Tahun aktif: 1990-sekarang
- Zodiak: Aquarius
Shakira Tumbuh di Keluarga Multikultural

Shakira lahir sebagai anak tunggal dari pasangan William Mebarak Chadid dan Nidia del Carmen Ripoll Torrado. Meskipun anak tunggal dari ibunya, ia memiliki delapan saudara tiri dari pernikahan pertama sang ayah. Latar belakang keluarganya yang multikultural menjadi faktor yang membentuk karakter dan identitas artistiknya.
Dari sang ayah, Shakira mewarisi darah Lebanon-Arab yang kelak menginspirasi penggunaan instrumen Timur Tengah dan tarian perut dalam berbagai penampilannya. Bahkan, nama "Shakira" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "bersyukur" atau "penuh berkah". Sementara itu, dari pihak ibu, Shakira memiliki keturunan Spanyol (Katalan) dan Italia.
Latar Belakang Pendidikan Shakira

Meski dikenal sebagai penyanyi dunia sejak usia remaja, Shakira tetap memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Barranquilla, Colombia, termasuk di Colegio La Enseñanza, sekolah Katolik tempat ia mulai menunjukkan bakat menulis dan bermusiknya.
Menariknya, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Shakira justru pernah ditolak bergabung dengan paduan suara karena suara vibratonya dianggap terlalu kuat. Namun, penolakan tersebut tidak membuatnya menyerah. Berkat kecerdasannya yang disebut memiliki IQ sekitar 140, Shakira bahkan mampu menyelesaikan pendidikan SMA pada usia 15 tahun, di tengah kesibukannya merilis dua album awal bersama Sony Music.
Keinginan untuk terus belajar tidak berhenti di situ. Pada 2007, ia mengikuti kelas sejarah di University of California, Los Angeles (UCLA). Saat pandemi Covid-19 pada 2020, Shakira juga mengambil kursus filsafat kuno secara daring di University of Pennsylvania. Selain itu, ia dikenal sebagai seorang poliglot yang mampu berbicara dalam beberapa bahasa, seperti Spanyol, Inggris, Portugis, Prancis, Italia, Catalan, hingga memahami bahasa Arab.
Dedikasinya terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui Yayasan Pies Descalzos yang membangun sekolah bagi anak-anak kurang mampu di Kolombia. Berkat kontribusinya tersebut, Presiden Barack Obama pernah menunjuknya sebagai anggota Komisi Penasihat Presiden untuk Keunggulan Pendidikan bagi Warga Hispanik di Amerika Serikat pada 2011.
Awal Perjalanan Karier Shakira di Dunia Tarik Suara

Perjalanan karier Shakira dimulai sejak usianya masih sangat muda. Saat berusia 10 tahun, ia sudah rutin tampil menyanyi dan menari di berbagai acara lokal di Barranquilla hingga menarik perhatian produser teater, Monica Ariza. Berkat bantuan Monica Ariza, Shakira mendapat kesempatan mengikuti audisi di hadapan eksekutif Sony Music Colombia.
Penampilannya berhasil memukau hingga ia memperoleh kontrak rekaman untuk tiga album sekaligus pada usia 13 tahun. Namun, awal kariernya tidak berjalan mulus. Album Magia (1991) dan Peligro (1993) gagal menarik perhatian pasar. Penjualan album yang minim membuat Shakira hampir kehilangan kontrak rekamannya.
Alih-alih menyerah, ia memilih menyelesaikan sekolah sekaligus mempersiapkan karya yang benar-benar sesuai dengan identitas musiknya. Kesempatan emas itu datang lewat album Pies Descalzos (1995). Keputusan tersebut terbukti tepat. Album ini sukses besar dengan lagu-lagu seperti “Estoy Aquí”, “Dónde Estás Corazón?”, dan “Un Poco de Amor”, sekaligus mengangkat namanya sebagai salah satu bintang terbesar di industri musik Latin.
Karier Shakira yang Kian Bersinar di Kancah Internasional

Kesuksesan Shakira semakin melejit lewat album Dónde Están los Ladrones? (1998). Album tersebut menghasilkan sejumlah lagu populer seperti “Ciega”, “Sordomuda” dan “Ojos Así”, sekaligus membawanya meraih nominasi Grammy Awards pertamanya. Puncak transformasi kariernya terjadi pada tahun 2001 ketika ia merilis album berbahasa Inggris pertamanya, Laundry Service. Lewat lagu “Whenever, Wherever”, Shakira berhasil menembus pasar internasional dan menjadi salah satu penyanyi Latin paling sukses di dunia.
Namanya semakin tak tergantikan setelah merilis “Hips Don't Lie” bersama Wyclef Jean pada 2006. Lagu tersebut menjadi salah satu single terlaris di abad ke-21 sekaligus memuncaki Billboard Hot 100. Memasuki dekade berikutnya, Shakira terus bereksperimen dengan berbagai genre musik. Album She Wolf (2009) menunjukkan sisi musikal yang lebih modern, sementara lagu “Waka Waka” pada tahun 2010 sukses menjadi lagu resmi Piala Dunia FIFA dan dikenal sebagai salah satu anthem olahraga paling ikonik sepanjang masa.

Popularitasnya juga semakin luas ketika dipercaya menjadi mentor di ajang The Voice Amerika Serikat, berkolaborasi dengan Rihanna dalam lagu “Can't Remember to Forget You”, hingga mengisi suara karakter Gazelle di film animasi Disney Zootopia (2016) melalui lagu “Try Everything”. Tak berhenti di situ, penampilannya bersama Jennifer Lopez dan Bad Bunny di Super Bowl LIV Halftime Show pada 2020 menjadi salah satu pertunjukan halftime paling berkesan yang mendapat pujian dari berbagai penjuru dunia.
Bangkit Lewat Karya Baru dan Terus Memecahkan Rekor

Beberapa tahun terakhir menjadi fase kebangkitan baru dalam karier Shakira. Setelah melewati berbagai dinamika kehidupan pribadi, ia mengubah pengalaman tersebut menjadi karya melalui album Las Mujeres Ya No Lloran yang dirilis pada 2024.
Album tersebut langsung menduduki berbagai tangga lagu dunia dan mengantarkannya memenangkan penghargaan Best Latin Pop Album di Grammy Awards 2025. Untuk mendukung perilisan albumnya, Shakira menggelar Las Mujeres Ya No Lloran World Tour yang dimulai di Rio de Janeiro pada Februari 2025.
Tur tersebut sukses memecahkan berbagai rekor, termasuk konser gratis di Pantai Copacabana serta 12 pertunjukan berturut-turut yang terjual habis di Mexico City. Hingga 2026, rangkaian tur masih berlanjut di Amerika Serikat sebelum dijadwalkan berakhir di Madrid pada Oktober 2026.
Menurut laporan Creativedisc, tur tersebut menjadi tur artis Latin dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, dengan total pemasukan mencapai sekitar US$421,6 juta atau setara lebih dari Rp7 triliun.
Kembali Mencetak Sejarah Lewat Piala Dunia FIFA 2026

Tahun 2026 kembali memberikan momen penting dalam perjalanan karier Shakira. Setelah identik dengan lagu “Waka Waka”, ia kembali dipercaya menjadi bagian dari perhelatan Piala Dunia FIFA 2026.
Pada Mei 2026, Shakira merilis lagu resmi bertajuk “Dai Dai” bersama Burna Boy. Lagu tersebut pertama kali dibawakan secara langsung dalam upacara pembukaan Piala Dunia di Stadion Azteca, Meksiko, pada 11 Juni 2026.
Tak hanya itu, ia juga dijadwalkan tampil sebagai salah satu pengisi Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 2026 bersama Madonna, Justin Bieber, dan BTS di MetLife Stadium, New Jersey. Kehadiran tersebut semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu musisi yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Piala Dunia.
Dari seorang gadis kecil di Barranquilla hingga menjadi penyanyi peraih Grammy dan langganan panggung internasional, namanya masih menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda dan penggemar di berbagai belahan dunia. Apakah kamu salah satu fans beratnya, Bela?





















