Profil Fausto Puglisi, Desainer Gaun Swarovski yang Dipakai Shakira

- Fausto Puglisi, desainer asal Sisilia dan Direktur Kreatif Roberto Cavalli, dikenal dengan gaya maksimalis yang memadukan tradisi Italia dan energi pop culture Amerika.
- Perjalanan kariernya dimulai dari kerja serabutan di dunia mode hingga akhirnya dipercaya memimpin merek besar seperti Emanuel Ungaro dan Roberto Cavalli.
- Karya terbarunya adalah gaun bodysuit Shakira untuk Halftime Show Final Piala Dunia 2026, dihiasi lebih dari 200.000 kristal Swarovski dan dibuat selama sekitar 120 jam.
Tak hanya warnanya yang cerah, gaun bodysuit yang dikenakan Shakira saat tampil di Halftime Show Final Piala Dunia 2026 menarik perhatian karena kemewahannya. Kostum ini bertabur lebih dari 200.000 kristal Swarovski yang memantulkan cahaya lampu stadion, dan disulam secara manual satu-satu dengan tangan yang memakan waktu sekitar 120 jam atau hampir dua minggu.
Sosok di balik kostum ikonik tersebut adalah desainer asal Italia sekaligus Direktur Kreatif rumah mode Roberto Cavalli, Fausto Puglisi. Lelaki kelahiran Sisilia ini memang dikenal sebagai desainer yang menggunakan pendekatan ‘tanpa batas’ pada fashion. Scroll terus buat kenalan lebih jauh dengan Fausto Puglisi, desainer yang suka desain maksimalis.
Table of Content
1. Desainer asal Sisilia

Fausto Puglisi adalah desainer yang lahir di Messina, Sisilia. Meski kini berkarier sebagai desainer, Fausto justru mempelajari sastra Yunani dan Latin serta sangat terobsesi dengan film-film Amerika pada awalnya. Ia bahkan punya tato kata “Hollywood” di lengannya. Ia mulai pindah ke Amerika pada tahun 1999 untuk mengasah keahliannya dalam bidang mode. Fausto tinggal di antara Texas dan New York sebelum akhirnya menetap di Los Angeles.
Saat berada di New York pada usia 18 tahun, ia membeli lima gaun buatan penjahit di kota kelahirannya, Messina, yang kemudian ia bawa ke Saks Fifth Avenue. Ia bertekad untuk menjual gaun-gaun tersebut di sana. Proyek-proyek awalnya disambut baik oleh Maxfield dan beberapa department store terkemuka di Amerika Serikat. Ia juga menarik perhatian para kreator seperti Arianne Phillips dan Patti Wilson.
2. Kerja serabutan hingga bergabung bersama brand ternama

Dalam wawancara dengan The Telegraph, Fausto mengatakan kalau tahun-tahun awal kariernya amatlah sulit. Meski begitu, ia tidak pernah menyerah. Fausto menghabiskan setidaknya satu dekade bekerja serabutan di dunia mode. Ia pernah menjadi asisten fotografer David LaChapelle.
Saat bekerja sebagai pelayan di Tribeca Grill milik Robert De Niro, ia bertemu dengan penata gaya Patti Wilson dan akhirnya menggandeng Whitney Houston sebagai kliennya. Kemudian, ia bertemu dengan Arianne Phillips, yang akhirnya membuatnya bekerja sama dengan Madonna.
Tahun 2010 menjadi titik balik karier Fausto Puglisi. Kala itu, Domenico Dolce dan Stefano Gabbana mengundangnya untuk bergabung dalam proyek ritel generasi baru mereka, Spiga 2. Sejak saat itu, kariernya melesat. Ia diangkat sebagai direktur kreatif merek Emanuel Ungaro pada tahun 2012.
Di tahun berikutnya, ia berhasil menyelenggarakan peragaan busana skala penuh pertama untuk label yang dinamai sesuai namanya. Kini, banyak artis Hollywood yang gemar mengenakan busana rancangannya, seperti Rita Ora, Zendaya, Miley Cyrus, dan Emily Ratajkowski.
3. Direktur Kreatif Roberto Cavalli dan punya label sendiri

Pada tahun 2020, ia ditunjuk untuk memimpin rumah mode Italia, Roberto Cavalli. Di sini, Fausto menghadirkan kembali DNA glamor dan motif ikonik Roberto Cavalli dengan sentuhan modern. Selain memimpin rumah mode besar, ia memiliki lini busananya sendiri yang bisa dijelajahi melalui situs web resmi Fausto Puglisi.
4. Ciri khas memadukan tradisional Italia dan pop culture Amerika

Nama Fausto Puglisi populer berkat desain-desainnya yang berani dan penuh energi. Gayanya lahir dari perpaduan unik, keahlian tradisional Italia dan energi pop culture Amerika. Perpaduan ini melahirkan citra feminitas yang berani dan tegas.
Sejak memimpin tim kreatif di rumah mode Roberto Cavalli, ia membawa arah baru yang lebih edgy dan dramatis. Motif animal print dan baroque yang jadi ciri khas Cavalli diubah jadi lebih terstruktur lewat nuansa romantis yang agak gelap (dark romanticism).
5. Karya ikonik terbarunya

Karya terbarunya sedang menyorot perhatian dan begitu ikonik. Fausto dipercaya untuk merancang gaun penampilan Shakira di Halftime Show Final Piala Dunia 2026. Busana ini terdiri dari bodysuit berpotongan dada rendah model two-piece. Kostum ini bertabur lebih dari 200.000 kristal Swarovski, di mana seluruh kristal mewah itu disulam satu per satu menggunakan tangan (hand-embroidered). Proses pembuatan kostum yang rumit ini memakan waktu sekitar 120 jam atau hampir dua minggu.
Selain kristal mewahnya, motif warna gaun ini juga cukup nyentrik yang diberi nama "Ray of Sunset". Warnanya memadukan warna hot pink (fuschia), kuning terang, dan oranye menyala yang terinspirasi dari keindahan langit senja di Miami Beach dan kawasan La Condesa, Mexico City.
Itulah profi dari Fausto Puglisi, desainer asal Italia.




















