Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Profil Valentino Garavani, Desainer Legendaris dan Pendiri Maison Valentino yang Meninggal Dunia

Valentino Garavani
Valentino Garavani. (Patrick Demarchelier via WWD)
Intinya sih...
  • Valentino Garavani meninggal dunia pada 19 Januari 2026 di Roma dalam usia 93 tahun dan dimakamkan di Basilica of Santa Maria degli Angeli e dei Martiri, meninggalkan duka mendalam bagi industri mode global.

  • Sejak mendirikan Maison Valentino pada 1960, Valentino dikenal lewat estetika elegan, siluet klasik, serta warna ikonik Valentino Red yang menjadikannya simbol kemewahan dan keanggunan abadi.

  • Meski pensiun sejak 2008 dan telah berpulang, pengaruh Valentino tetap kuat melalui Maison Valentino, nilai artistik yang ia tanamkan, serta dedikasinya terhadap keindahan, budaya, dan kemanusiaan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia mode internasional tengah berduka. Valentino Garavani, desainer legendaris asal Italia sekaligus pendiri Maison Valentino, meninggal dunia pada 19 Januari 2026 di Roma, Italia, dalam usia 93 tahun. Valentino mengembuskan napas terakhir dengan tenang di kediamannya, dikelilingi oleh orang-orang terdekat, akibat riwayat alamiah penyakit.

Prosesi penghormatan terakhir digelar di Piazza Mignanelli 23, Roma, sebelum pemakaman dilangsungkan pada 23 Januari 2026 di Basilica of Santa Maria degli Angeli e dei Martiri, sebuah lokasi bersejarah yang kerap menjadi tempat perpisahan tokoh-tokoh besar Italia.

Kepergian Valentino meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi seluruh insan mode dunia. Maison Valentino turut mengenang sang pendiri dengan penuh cinta dan penghormatan, serta tetap menjaga dan menghidupkan warisan gaya, keindahan, dan nilai kemanusiaan yang ditinggalkan.

Di balik keheningan yang menyelimuti, perjalanan hidup Valentino Garavani tetap menarik untuk dikulik kembali. Untuk itu, berikut profil sang maestro yang berhasil Popbela rangkum kali ini.

Profil Valentino Garavani

Valentino Clemente Ludovico Garavani lahir pada 11 Mei 1932 di Voghera, Lombardy, Italia. Namanya terinspirasi dari aktor legendaris era 1920-an, Rudolph Valentino, yang seolah menjadi pertanda akan besarnya pengaruh yang kelak ia bawa ke dunia estetika dan gaya hidup.

Dikenal luas hanya dengan satu nama, Valentino, ia pun menjelma menjadi simbol keanggunan klasik, kemewahan, dan konsistensi estetika dalam dunia haute couture selama lebih dari setengah abad.

Latar belakang dan pendidikan mode di Paris

Valentino Garavani
Valentino Garavani. (instagram.com/maisonvalentino)

Minat Valentino terhadap dunia mode tumbuh sejak usia sangat muda. Saat masih bersekolah dasar di Voghera, ia sudah magang di bawah bimbingan sang bibi, Rosa, serta desainer lokal Ernestina Salvadeo. Dukungan keluarga membawanya ke Paris di usia 18 tahun, kota yang kemudian membentuk fondasi artistiknya.

Di Paris, Valentino menimba ilmu di École des Beaux-Arts dan Chambre Syndicale de la Couture, dua institusi bergengsi yang melahirkan banyak perancang besar dunia. Pendidikan formal ini membekalinya dengan disiplin teknik couture yang ketat serta sensibilitas artistik khas Prancis.

Perjalanan karier dari atelier Paris ke Roma

Valentino Garavani
Valentino Garavani. (instagram.com/realmrvalentino)

Karier profesional Valentino dimulai dengan magang di rumah mode Jean Dessès, setelah sebelumnya sempat bekerja bersama Jacques Fath, Balenciaga, dan Christian Dior. Di masa ini, ia terlibat langsung dalam proses kreatif klien-klien kelas atas, termasuk membantu Countess Jacqueline de Ribes menerjemahkan ide busananya ke dalam sketsa.

Tahun 1956, Valentino bergabung dengan Guy Laroche sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Italia. Di Roma, ia memperdalam pengalamannya bersama Emilio Schuberth dan Vincenzo Ferdinandi, hingga akhirnya membuka rumah mode sendiri pada 1960 di Via Condotti, lokasi prestisius yang menjadi saksi kelahiran legenda besar.

Lahirnya Maison Valentino dan “Valentino Red”

Valentino Garavani.
Valentino Garavani. (instagram.com/realmrvalentino)

Sejak koleksi debutnya, Maison Valentino tampil megah. Model-model didatangkan langsung dari Paris, dan presentasinya menyerupai maison de haute couture sejati. Tak lama kemudian, Valentino dikenal luas lewat gaun merahnya yang intens dan penuh karakter, yang kelak diabadikan sebagai Valentino Red.

Terobosan internasional datang pada awal 1960-an, disusul pengakuan global di pertengahan dekade tersebut. Koleksi serba putih pada 1967, lengkap dengan logo “V”, semakin mengukuhkan identitas visual Valentino sebagai simbol keanggunan aristokrat modern.

Klien ikonik dan momen bersejarah

Valentino Garavani, Jacqueline Kennedy Onassis
Valentino Garavani dan Jacqueline Kennedy Onassis. (AFP via BBC)

Nama Valentino tak terpisahkan dari sosok-sosok berpengaruh dunia. Jacqueline Kennedy menjadi klien setia setelah mengenakan busananya pada masa berkabung pasca wafatnya Presiden John F. Kennedy, hingga mempercayakan Valentino untuk merancang gaun pernikahannya dengan Aristotle Onassis.

Di era berikutnya, karyanya menghiasi karpet merah dan pesta elite dunia, dikenakan oleh Audrey Hepburn, Elizabeth Taylor, Princess Diana, hingga bintang Hollywood dan sosialita New York. Kehadirannya di kota tersebut juga mempererat relasinya dengan tokoh-tokoh seperti Diana Vreeland dan Andy Warhol.

Evolusi gaya dan dominasi di era 1970–1980-an

Valentino Garavani
Valentino Garavani. (instagram.com/realmrvalentino)

Sepanjang 1970-an dan 1980-an, Valentino dikenal piawai membaca zaman. Siluetnya mengikuti dinamika mode, mulai dari midi skirt, tailoring tajam, permainan bahu lebar, hingga gaun malam penuh kemewahan, tanpa kehilangan identitas estetika yang konsisten.

Pada era delapan puluhan, namanya sejajar dengan para maestro mode dunia. Koleksinya dipuji karena memadukan kemewahan, struktur, dan keanggunan yang terasa relevan dengan semangat zaman. Popularitasnya semakin menguat lewat kolaborasi lintas bidang, termasuk desain seragam Olimpiade Italia 1984 dan kontribusi pada lini otomotif Lincoln.

Kehidupan pribadi dan kemitraan dengan Giancarlo Giammetti

Valentino Garavani, Giancarlo Giammetti
Valentino Garavani dan Giancarlo Giammetti. (instagram.com/fondazionevggg)

Valentino menjalani hidup dan kariernya berdampingan dengan Giancarlo Giammetti, mitra bisnis sekaligus pasangan hidupnya. Pertemuan mereka pada 1960 menjadi titik balik penting, terutama dalam menjaga stabilitas finansial dan arah strategis Maison Valentino.

Keduanya juga aktif dalam kegiatan filantropi. Pada 1991, mereka mendirikan L.I.F.E., sebuah organisasi yang mendukung pasien AIDS, serta membuka Accademia Valentino sebagai ruang seni dan budaya di Roma.

Pensiun dan warisan abadi

vf525-valentino.jpg
dok. Valentino

Valentino menjual perusahaannya pada 1998 dan secara resmi pensiun dari dunia mode pada 2008 setelah peragaan haute couture terakhirnya di Paris. Momen tersebut diabadikan dalam dokumenter Valentino: The Last Emperor, yang menampilkan sisi personal sang desainer di balik gemerlap industri.

Meski telah pensiun, pengaruh Valentino tetap terasa. Maison Valentino terus berkembang di bawah arahan kreatif generasi baru, sementara estetika dan nilai yang ia tanamkan tetap menjadi fondasi utama.

Kepergian Valentino disambut penghormatan luas dari tokoh politik, desainer, hingga selebritas dunia. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebutnya sebagai master gaya yang tak tergantikan, sementara para sahabat dan muse mengenangnya sebagai pribadi hangat dengan dedikasi penuh pada keindahan.

Rest in peace, Maestro Valentino.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More

Profil Valentino Garavani, Desainer Legendaris dan Pendiri Maison Valentino yang Meninggal Dunia

20 Jan 2026, 15:35 WIBCareer