Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Profil Mohamed Salah, Striker Kelas Dunia dengan Julukan The Egyptian King

Profil Mohamed Salah, Striker Kelas Dunia dengan Julukan The Egyptian King
The Guardian
Intinya Sih
  • Mo Salah menonjol di Piala Dunia 2026 meski Mesir tersingkir dari Argentina, menunjukkan kepemimpinan dan ketenangan saat timnya menghadapi kontroversi keputusan wasit.

  • Perjalanan kariernya dimulai dari Al Mokawloon hingga menjadi legenda Liverpool dengan segudang rekor, trofi bergengsi, dan penghargaan individu di Premier League.

  • Salah dikenal sebagai pemain cepat, religius, serta aktif dalam kegiatan sosial di kampung halamannya; menjadikannya simbol harapan dan kebanggaan nasional Mesir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mohamed Salah kembali menjadi sorotan dunia setelah memimpin Timnas Mesir menghadapi Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski The Egyptian King harus mengakhiri perjuangan usai kalah dramatis 2-3 dari sang juara bertahan, penampilan dan kepemimpinan Salah tetap menuai banyak pujian.

Seusai pertandingan, ia menjadi sosok yang menenangkan rekan-rekannya di ruang ganti ketika kubu Mesir merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit yang memicu kontroversi. Tak hanya dikenal sebagai mesin gol Liverpool, Salah juga telah menjelma menjadi ikon sepak bola Mesir sekaligus salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Afrika. Berikut profil lengkap Mohamed Salah, Bela!

1. Biodata dan awal perjalanan Mohamed Salah

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260709_014041_0001.png
X / MoSalah

Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly lahir pada 15 Juni 1992 di desa Nagrig, Basyoun, Provinsi Gharbia, Mesir. Sejak kecil, ia telah menunjukkan kecintaan besar terhadap sepak bola meski harus menempuh perjalanan berjam-jam setiap hari demi mengikuti latihan.

Pengorbanan tersebut menjadi fondasi yang membentuk mental pantang menyerah yang masih melekat hingga sekarang. Menariknya, Salah tidak langsung bermain sebagai penyerang. Saat masih muda ia sempat dimainkan sebagai bek kiri.

Namun, naluri mencetak gol yang dimilikinya membuat sang pelatih memindahkannya ke lini depan, keputusan yang kemudian mengubah perjalanan kariernya. Kini, ia dikenal sebagai pemain yang mampu bermain di berbagai posisi menyerang, meski paling mematikan ketika beroperasi di sisi kanan lapangan dengan kaki kirinya yang khas.

2. Perjalanan karier dari Mesir hingga menjadi legenda Liverpool

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260709_014041_0002.png
X / MoSalah

Karier profesional Salah dimulai bersama Al Mokawloon di Liga Mesir sebelum bakatnya menarik perhatian klub Swiss, FC Basel, pada 2012. Bersama Basel, ia berkembang pesat dan beberapa kali tampil impresif di kompetisi Eropa sehingga direkrut Chelsea pada 2014.

Sayangnya, kesempatan bermain di bawah asuhan José Mourinho sangat terbatas sehingga ia dipinjamkan ke Fiorentina dan kemudian AS Roma di Italia. Karier Salah benar-benar melejit bersama Roma. Penampilannya yang konsisten membuat Liverpool merekrutnya pada musim panas 2017 dengan nilai transfer yang saat itu menjadi rekor klub.

Keputusan tersebut menjadi titik balik terbesar dalam kariernya. Di bawah arahan Jürgen Klopp, Salah berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia sekaligus ikon baru Liverpool.

3. Penuh rekor dan trofi bersama Liverpool

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260709_014041_0004.png
X / MoSalah

Musim debut Salah di Liverpool pada 2017-2018 langsung mencuri perhatian. Ia mencetak 44 gol di semua kompetisi, memenangkan Premier League Golden Boot, PFA Players' Player of the Year, Football Writers' Player of the Year, dan memecahkan berbagai rekor gol dalam satu musim.

Selama membela The Reds, Salah membantu klub menjuarai Liga Champions UEFA 2018-2019, Premier League, Piala FA, Piala Liga Inggris, Community Shield, UEFA Super Cup, hingga Piala Dunia Antarklub FIFA. Ia juga beberapa kali menjadi pencetak gol terbanyak Premier League dan berulang kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liverpool.

Musim 2024-2025 menjadi salah satu musim terbaik dalam kariernya. Salah berhasil membawa Liverpool kembali menjuarai Premier League sekaligus memenangkan penghargaan Premier League Player of the Season, Golden Boot, dan Playmaker of the Season dalam musim yang sama.

Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mampu meraih tiga penghargaan prestisius tersebut secara bersamaan. Selama berseragam Liverpool, Salah juga memecahkan berbagai rekor sebagai pencetak gol terbanyak klub di era Premier League dan menjadi salah satu legenda terbesar dalam sejarah The Reds.

4. Pemimpin Timnas Mesir yang selalu menjadi tumpuan

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260709_014041_0003.png
X / MoSalah

Salah menjalani debut bersama Timnas Mesir senior pada 2011 setelah sebelumnya membela tim kelompok umur dan tampil di Olimpiade London 2012. Sejak saat itu, ia menjadi pemain paling berpengaruh bagi negaranya dan dipercaya mengenakan ban kapten mulai 2019.

Ia berperan besar mengantar Mesir kembali tampil di Piala Dunia 2018 setelah penantian selama 28 tahun. Selain itu, Salah dua kali membawa negaranya mencapai final Piala Afrika meski harus puas menjadi runner-up. Ia juga terus mencetak rekor sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Mesir serta menjadi pemain penting dalam perjalanan Mesir menuju Piala Dunia 2026.

Pada Piala Dunia 2026, Salah kembali tampil sebagai motor serangan Mesir. Ia mencetak gol, memberikan assist, membawa negaranya meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah Mesir di ajang Piala Dunia, sekaligus membantu tim melaju hingga babak 16 besar sebelum akhirnya disingkirkan Argentina.

5. Disorot usai laga kontroversial melawan Argentina

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260709_014041_0000.png
Yahoo Sports

Nama Mohamed Salah kembali menjadi perbincangan setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Mesir sempat unggul dua gol sebelum akhirnya kalah 2-3 setelah Argentina bangkit pada menit-menit akhir pertandingan.

Kubu Mesir merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit, termasuk gol yang dianulir melalui VAR serta insiden yang dianggap layak diperiksa sebelum gol kemenangan Argentina tercipta. Beberapa pemain, seperti Mostafa Zico dan Mohamed Alaa, secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit karena dinilai mengubah jalannya pertandingan.

Di tengah situasi penuh emosi tersebut, Salah justru menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Menurut rekan-rekannya, ia mengumpulkan seluruh pemain di ruang ganti dan mengajak mereka menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Salah mengingatkan bahwa apa yang terjadi merupakan ketetapan Allah serta meminta tim menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai pelajaran untuk bangkit dan berkembang di masa depan.

6. Gaya bermain yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik dunia

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260709_014042_0006.png
X / MoSalah

Salah dikenal sebagai pemain dengan kecepatan luar biasa, kontrol bola yang sangat baik, kemampuan menggiring bola dalam ruang sempit, serta penyelesaian akhir yang klinis menggunakan kaki kiri. Kemampuannya memotong dari sisi kanan menuju kotak penalti menjadi salah satu ciri khas yang sulit dihentikan lawan.

Seiring bertambahnya usia, gaya bermainnya berkembang semakin komplet. Salah tidak lagi hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga menjadi kreator serangan yang rajin menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Kemampuan memberikan assist membuatnya beberapa kali masuk dalam daftar pemain dengan kontribusi gol terbanyak di Premier League.

Banyak tokoh sepak bola, mulai dari Jürgen Klopp, José Mourinho, Ronaldo Nazário, hingga berbagai legenda lainnya, memberikan pujian atas kualitas permainan Salah. Berkat konsistensi selama bertahun-tahun, ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia sekaligus salah satu pesepak bola Afrika terhebat sepanjang masa.

7. Kehidupan pribadi, aktivitas sosial, dan pengaruh besar di luar lapangan

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260709_014042_0007.png
X / MoSalah

Di balik kesuksesannya sebagai pesepak bola, Salah dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan religius. Ia menikah dengan Magi pada 2013 dan telah dikaruniai dua putri bernama Makka dan Kayan. Sebagai seorang Muslim, Salah kerap melakukan sujud syukur setiap kali mencetak gol sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.

Di luar lapangan, ia aktif dalam berbagai kegiatan amal. Salah membantu pembangunan sekolah, rumah sakit, institut Al-Azhar, hingga fasilitas ambulans di kampung halamannya, Nagrig. Ia juga rutin memberikan bantuan kepada ratusan keluarga kurang mampu, berdonasi saat Mesir mengalami krisis ekonomi, serta menyumbangkan dana untuk membantu pembangunan kembali gereja Abu Sefein yang terbakar pada 2022. Selain itu, Salah juga menyuarakan dukungan terhadap bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.

Popularitas Salah melampaui dunia sepak bola. Ia dijuluki "The Egyptian King" dan "The Pharaoh", pernah masuk dalam daftar TIME 100 tokoh paling berpengaruh di dunia, menghiasi sampul berbagai majalah internasional, serta menjadi inspirasi bagi jutaan penggemar. Bagi masyarakat Mesir, Mohamed Salah bukan sekadar pesepak bola, melainkan simbol harapan, kerja keras, dan kebanggaan nasional yang berhasil mengharumkan nama negaranya di panggung dunia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More