Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Sosok Calon Ratu Masa Depan Eropa, Didominasi Gen-Z

5 Sosok Calon Ratu Masa Depan Eropa, Didominasi Gen-Z
pinterest.com, royalcourt.no
Intinya Sih
  • Dalam belasan hingga puluhan tahun ke depan, Eropa akan dipimpin oleh para Ratu

  • Mereka berasal dari generasi Z yang telah dipersiapkan untuk menjalani tugas kerajaan sejak kecil

  • Beberapa di antaranya ada Princess Leonor, Princess Elisabeth, Princess Catharina-Amalia, Princess Ingrid Alexandra, hingga Princess Estelle

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Monarki Eropa memasuki era modern yang nanti akan dipimpin oleh para Generasi Z. Bahkan lima kerajaan Eropa di masa depan akan berada di tangan perempuan. Tentunya, ini akan mendobrak tradisi lama kerajaan yang umumnya dipimpin oleh seorang raja. 

Para calon ratu ini juga menarik perhatian publik, baik di negaranya maupun dari dunia internasional. Salah satunya adalah Princess Leonor dari Spanyol. Dari menjalani wajib militer, menempuh pendidikan di kampus top dunia, hingga berani menolak tunjangan kerajaan demi menjadi mahasiswa biasa, mereka tumbuh bukan sekadar menjadi 'putri raja', melainkan calon penguasa yang cerdas, tangguh, dan sangat terhubung dengan realitas zaman.

Yuk, intip 5 sosok calon ratu Eropa yang siap mengubah wajah kerajaan dunia yang didominasi dari Gen-Z.

1. Putri Leonor dari Spanyol

Princess Leonor
People.com

Raja Spanyol, Raja Felipe VI, tidak memiliki anak laki-laki melainkan dua anak perempuan. Putri sulungnya, Princess Leonor, telah dipersiapkan untuk menjadi ratu masa depan. Lahir pada 31 Oktober 2005, Leonor dikaruniai gelar Putri Asturias sejak 2014 lalu, sekaligus Putri Girona dan Viana, serta menempati urutan pertama dalam garis suksesi takhta Spanyol.

Ia akan menjadi Ratu Spanyol pertama yang bertahta sejak era Isabella II pada abad ke-19 (1833–1868). Baru-baru ini, Leonor telah menyelesaikan pelatihan militernya di tiga matra, darat, laut, dan udara, dan akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Universitas Carlos III Madrid mengambil jurusan Ilmu Politik.

2. Putri Elisabeth dari Belgia

Princess Elisabeth
People.com

Di masa depan, Belgia juga akan dipimpin seorang ratu. Menjadi putri sulung Raja Philippe dan Ratu Mathilde, Putri Elisabeth akan mencetak sejarah sebagai Ratu pertama yang memerintah Belgia, berkat hukum suksesi gender netral yang disahkan tahun 1991. 

Lahir pada 25 Oktober 2001, sang Duchess of Brabant telah menjadi tokoh sentral di negaranya, menerima pendidikan khusus yang dirancang untuk peran masa depannya, yang semakin terlihat seiring berjalannya waktu.

Elisabeth menyelesaikan pelatihan intensif di Akademi Militer Kerajaan di Brussel, kemudian belajar Sejarah dan Politik di Universitas Oxford. Elisabeth pindah sementara ke Amerika Serikat, untuk mengejar gelar master di bidang Kebijakan Publik di Harvard University. 

Putri Belgia ini juga kerap kali datang ke acara-acara kerajaan bergengsi yang membuat kehadirannya mencolok di kalangan internasional. Elisabeth sendiri diketahui menguasai 4 bahasa, yakni Belanda, Prancis, Jerman, Inggris dan dikenal sebagai sosok yang sangat akademis, tenang, serta anggun. 

3. Putri Catharina-Amalia dari Belanda

Princess Catharina-Amalia
People.com

Putri Catharina-Amalia, Princess of Orange, lahir pada tanggal 7 Desember 2003. Kelahirannya melanjutkan tradisi penguasa perempuan di Belanda, seperti salah satu yang terkenal, Ratu Wilhelmina. 

Sang Putri telah menerima beragam persiapan untuk peran masa depannya itu. Salah satunya, ia mengemban pendidikan tinggi dan merupakan lulusan program studi Politik, Psikologi, Hukum, dan Ekonomi (PPLE). Saat ini ia sedang menempuh studi Hukum di Universitas Amsterdam, untuk memperluas landasan akademisnya.

Putri Catharina-Amelia juga telah menjalani pembinaan militer, namun tidak menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Belanda seperti yang akan dilakukan Putri Leonor di Spanyol.

Di sana, ia berpartisipasi dalam program Defensity College dari Kementerian Pertahanan Belanda setelah menyelesaikan Pelatihan Militer Umum. Ini merupakan bentuk persiapan di mana ia akan mengemban tugas-tugas kelembagaan dan visibilitas ke depannya.

Pada usia 18 tahun, Amalia membuat heboh setelah menolak tunjangan tahunan kerajaan sebesar €1,6 juta (sekitar Rp27 miliar) karena merasa belum pantas menerimanya sebelum menjalankan tugas resmi kerajaan secara penuh. Bahkan, Sang Putri pernah bekerja paruh waktu di sebuah bar pantai. 

4. Putri Ingrid Alexandra dari Norwegia  

Princess Ingrid Alexandra
bbc.co.uk

Lahir pada 21 Januari 2004, Putri Ingrid berada di garis suksesi kedua setelah ayahnya, Putra Mahkota Haakon. Dikenal sebagai Badass Princess, Ingrid dikenal paling santai dan tidak kaku di antara para putri Eropa lainnya. Ia adalah atlet selancar (surfing) yang menjuarai kompetisi junior wave surfing nasional Norwegia.  

Putri Ingrid juga memiliki izin mengemudikan kendaraan tempur lapis baja, pernah mengoperasikan kapal cepat serbu militer, hingga mendampingi pilot jet tempur. Ia akan menjadi Ratu berkuasa kedua dalam sejarah Norwegia sejak Ratu Margaret pada abad ke-15.

5. Putri Estelle dari Swedia  

Princess Estelle (Duchess of Östergötland)
kungahuset.se

Sama seperti ibunya, Putri Mahkota Victoria, Putri Estelle, juga kelak akan menjadi pemimpin kerajaan Swedia. Putri kelahiran 23 Februari 2012 ini berada di urutan kedua pewaris setelah ibunya.   

Sebagai anggota Gen-Z yang lahir di penghujung eranya, Estelle dibesarkan di bawah sorotan publik Swedia dengan kehangatan dan keceriaannya. 

Swedia adalah negara pertama di dunia yang menerapkan hukum suksesi tanpa memandang gender pada tahun 1980. Garis takhta Estelle dijamin penuh, meski memiliki saudara laki-laki, Pangeran Oscar. 

Sejak kecil, Estelle diperkenalkan pada isu-isu sosial, lingkungan, dan seni oleh ibunya, menjadikannya calon ratu yang berwawasan modern.

Itulah beberapa sosok wajah masa depan pemimpin kerajaan di Eropa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More