Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

7 Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia

7 Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
instagram.com/synchronizefest, Dok. Internet
  • Tujuh promotor mengelola festival musik dengan ragam genre, konsep, dan skala acara di Indonesia.
  • Sejumlah festival berkembang dari kegiatan awal menjadi acara yang menghadirkan musisi lokal dan internasional.
  • Para promotor merancang, mendanai, dan mengeksekusi pertunjukan musik untuk pengunjung di berbagai lokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Festival musik sudah jadi bagian dalam lifestyle masyarakat Indonesia, setidaknya dalam satu dekade terakhir. Industri satu ini semakin berkembang, dari festival EDM megah di Jakarta hingga festival jazz yang sudah mendunia. Di balik gemerlap panggung dan deretan line-up bintang internasional, ada nama-nama promotor yang bekerja keras merancang, mendanai, dan mengeksekusi setiap acara.

Yuk, kenalan dengan sosok promotor yang menjadi otak di balik festival-festival musik terbesar di Tanah Air.

  1. 1. Pestapora - Boss Creator (Kiki Aulia Ucup)

    Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
    instagram.com/pestapora, kikiauliaucup

    Pestapora digagas oleh Kiki Aulia atau yang akrab disapa Ucup, bersama Riandika Winandatama dan Adi Praja, melalui perusahaan promotor bernama Boss Creator yang berdiri sejak 2019. Festival ini pertama kali digelar September 2022 sebagai simbol kebangkitan industri musik pasca pandemi, dan menampilkan ratusan musisi lintas genre dan generasi selama tiga hari.

    Sejak 2023, Boss Creator resmi bergabung dalam ekosistem IDN, dan Pestapora tumbuh pesat hingga menarik puluhan ribu pengunjung setiap edisinya. Bahkan, mereka kini memiliki pre-event bernama Latihan Pestapora sebagai pemanasan menuju festival utama Pestapora. Acara ini menghadirkan pertunjukan musik lintas genre dan kolaborasi seru untuk mendekatkan pengalaman khas Pestapora ke berbagai kota dan negara.

  2. 2. Djakarta Warehouse Project & We The Fest - Ismaya Live (Christian Rijanto, Armand Darmadji, dan Sarah Deshita)

    Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
    instagram.com/sarahdeshita

    Ismaya Live adalah salah satu nama paling dikenal dalam industri hiburan Indonesia. Perusahaan ini menjadi promotor di balik Djakarta Warehouse Project (DWP), festival EDM yang digelar sejak 2008 dan dikenal sebagai salah satu festival dance music terbesar di Asia. DWP pernah mencatatkan rekor kehadiran harian hingga puluhan ribu pengunjung dan rutin menghadirkan DJ dunia seperti Calvin Harris, Martin Garrix, dan Zedd.

    Selain DWP, Ismaya Live juga menaungi We The Fest (WTF), festival musik, seni, mode, dan kuliner yang pertama kali digelar tahun 2014. WTF berkembang dari acara satu hari menjadi festival tiga hari yang menghadirkan musisi indie, pop, dan hip-hop internasional seperti Lorde, Dua Lipa, dan The 1975, sekaligus memberi ruang bagi musisi lokal untuk tampil di panggung besar.

  3. 3. Java Jazz Festival - Java Festival Production (Dewi Gonta)

    Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
    instagram.com/javajazzfest, Dok. Internet

    Di balik Java Jazz Festival, salah satu festival jazz terbesar di dunia, berdiri perusahaan Java Festival Production (JFP) yang didirikan oleh Peter F. Gontha pada 2004. Festival ini pertama kali digelar tahun 2005 dengan misi mempromosikan citra positif Indonesia lewat musik, dan kini dipimpin oleh Dewi Gontha sebagai Presiden Direktur JFP.

    Java Jazz konsisten digelar setiap tahun, kini menarik lebih dari 100.000 pengunjung, dan pada 2026 akan pindah lokasi dari JIExpo Kemayoran ke NICE PIK 2, Tangerang, setelah dua dekade menetap di Kemayoran.

  4. 4. Joyland Festival - Plainsong Live (Ferry Dermawan)

    Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
    instagram.com/joylandfest, ferrydermawan

    Joyland Festival, yang hadir sejak 2012, digagas oleh Ferry Dermawan selaku co-founder Plainsong Live. Festival ini dikenal dengan konsepnya yang lebih santai dan ramah keluarga dibanding festival EDM besar lainnya, serta rutin menghadirkan musisi indie dan pop lintas negara. Festival satu ini menghadirkan panggung musik, penampilan komedi (stand-up comedy), pemutaran film, lokakarya (workshop), serta pasar kurasi (market).

  5. 5. The Sounds Project - TSP & Co. (Gerhana Banyubiru)

    Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
    instagram.com/thesoundsproject, ghanabanyubiru

    The Sounds Project merupakan festival musik yang dipromotori oleh TSP & Co The Sounds Project & Co. perusahaan yang didirikan oleh Gerhana Banyubiru (Ghana) sebagai Founder sekaligus CEO. Perjalanan The Sounds Project dimulai sejak 2015 dari lingkungan kampus di Depok, yang saat itu dikenal sebagai Gunadarma Sounds Project, festival ini terus berkembang dari tahun ke tahun hingga menjadi salah satu festival musik dengan skala besar di Indonesia.

    Penampilnya pun tak hanya musisi lokal, tapi juga internasional. Di tahun 2026 ini, mereka hadir selama tiga hari pada 7-9 Agustus 2026 kemarin di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Beberapa musisi yang turut memeriahkan antara lain, Raisa, Kangen Band, .Feast, Perunggu, The Adams, Juicy Luicy, Mahalini, Rizky Febian, Barasuara, Pamungkas.

  6. 6. Bigu Festival - Bigu Creative (Agil)

    Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
    instagram.com/agilooo

    Bigu Festival memulai perjalanannya pada 2022 di Hutan Kota GBK dengan konsep picnic music festival yang saat itu masih terbilang baru di Jakarta. Agil merupakan salah satu sosok promotor dan otak penting di balik Bigu Creative yang membidani lahirnya festival tersebut.

    Terinspirasi dari festival seperti Electric Picnic, Bigu kemudian terus berkembang dan berpindah venue dari Stadion Madya GBK pada 2023, Stadion Aldiron Pancoran pada 2024 dan 2025, hingga kembali ke Stadion Madya GBK pada 2026 dengan menggunakan area Stadion Madya A & B yang lebih luas.

    Di festival ini, pengunjung dapat menggelar tikar di atas rumput sambil menikmati penampilan musisi papan atas. Acara ini menggabungkan empat elemen penting, yaitu Music (musik), Ideas (bincang-bincang/talkshow), Comedy (stand-up comedy), dan Fashion. Nama "Bigu" sendiri berasal dari akronim "Banyak Ide Gue," yang mencerminkan wadah kreativitas anak muda.

  7. 7. Synchronize Fest - Demajors (David Karto)

    Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
    instagram.com/synchronizefest, Dok. Internet

    Synchronize Fest merupakan salah satu festival musik multi-genre tahunan berskala nasional terbesar di Indonesia. Berbeda dengan festival kebanyakan, acara ini terkenal karena menjadi "rumah" yang merayakan keberagaman musik Indonesia lintas genre dan lintas generasi, mulai dari pop, rock, jazz, metal, hiphop, ska, indie, hingga dangdut dan koplo.

    David Karto bersama Demajors dikenal sebagai sosok di balik lahirnya festival yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000 ini. Synchronize Fest berawal sebagai ruang bagi musisi independen dan band lokal lintas genre. Seiring waktu, berkembang menjadi festival musik multi-genre berskala nasional yang merayakan keberagaman musik Indonesia dari berbagai dekade, mulai dari era 70-an hingga 2000-an.

    Kini, Synchronize Fest menghadirkan ratusan musisi terkurasi terbaik tanah air di berbagai panggung selama tiga hari tiga malam, sekaligus menjadi salah satu festival musik yang konsisten merayakan perjalanan dan keragaman musik Indonesia.

    Itulah sosok promotor di balik festival musik besar di Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More