- Kisaran gaji untuk posisi dan level pengalaman yang sama
- Standar gaji di industri dan kota tempat perusahaan berada
- Benefit tambahan yang umum ditawarkan (tunjangan, bonus, asuransi)
- Gaji terakhir kamu (jika sudah berpengalaman) sebagai dasar negosiasi
7 Cara Menanyakan Gaji Saat Interview Agar Tetap Profesional

- Pembahasan gaji saat interview dapat didukung riset data pasar, posisi, industri, lokasi, dan biaya hidup.
- Pertanyaan gaji sebaiknya disampaikan setelah kandidat menunjukkan kelayakan, kecuali rentang gaji sudah tercantum di lowongan.
- Kisaran gaji, pengalaman, salary band, serta benefit menjadi bagian dari pembahasan kompensasi dengan perusahaan.
Salah satu yang momen canggung saat interview kerja biasanya adalah saat membahas gaji. Di satu sisi kamu ingin tahu apakah tawaran perusahaan sesuai ekspektasi, di sisi lain kamu khawatir dianggap terlalu menuntut atau hanya mengincar uang.
Padahal, menurut Harvard Business Review, membangun argumen berbasis riset dan data adalah kunci agar pembahasan gaji tidak terasa konfrontatif. Nah, buat kamu yang lagi galau bagaimana cara menanyakan gaji saat interview biar tetap terkesan profesional, berikut tipsnya
Table of Content
1. Lakukan riset sebelum interview

pexels.com/george-milton Langkah pertama dan terpenting sebelum membahas gaji adalah riset. Menurut Skill Academy, riset ini mencakup pencarian informasi gaji dari situs lowongan kerja, survei gaji, serta data UMP/UMK di wilayah perusahaan yang kamu lamar. Kamu juga bisa bertanya langsung kepada kenalan yang bekerja di posisi serupa dengan menanyakan range-nya.
Untuk pasar internasional, Indeed dan platform seperti Remote Rebellion merekomendasikan situs seperti Glassdoor, LinkedIn Salaries, Payscale, dan data gaji Indeed sendiri untuk mengetahui kisaran gaji berdasarkan posisi, industri, dan lokasi. Employbridge menekankan agar riset ini juga mempertimbangkan biaya hidup di wilayah kerja, karena gaji bisa bervariasi signifikan antar daerah.
Yang perlu kamu cari tahu meliputi:
2. Perhatikan waktu yang tepat untuk membahas gaji

pexels.com/divinetechygirl Timing adalah kunci. RecruitFirst menyarankan agar kamu tidak menanyakan gaji di awal interview, melainkan menunggu hingga HRD membahas prosedur kerja dan kompensasi terlebih dahulu. Tunggu sampai kamu sudah menunjukkan kelayakan dan kecocokanmu dengan posisi tersebut agar alur percakapan tidak terganggu.
Namun, ada pengecualian, jika lowongan pekerjaan sudah mencantumkan rentang gaji, menurut Employbridge kamu boleh saja mengonfirmasinya sejak interview tahap awal untuk memastikan angka tersebut sesuai ekspektasimu.
3. Gunakan kisaran angka, bukan angka pasti

pexels.com/edmond-dantes Salah satu kesalahan umum saat menanyakan gaji kala interview adalah menyebutkan satu angka gaji yang kaku. Menurut Edunitas, menyebutkan kisaran gaji jauh lebih disarankan karena memberi ruang diskusi, dibanding menyebut angka tunggal yang membuat negosiasi terasa buntu. Berikan rentang gaji yang kamu rasa wajar berdasarkan riset dan mempertimbangkan tawaran perusahaan, alih-alih angka spesifik.
Contoh kalimat bisa seperti:
"Berdasarkan riset saya mengenai posisi ini, saya berharap kisaran gaji sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta, namun saya tetap terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut."
"Based on my skills and experience, and considering the market rate for similar roles, I'm looking for a salary in the range of $X to $Y."
4. Sebutkan pengalaman dan nilai yang kamu tawarkan

pexels.com/artempodrez Kalau kamu adalah kandidat yang sudah berpengalaman, disarankan menggunakan angka gaji terakhir sebagai dasar untuk menegosiasikan kenaikan yang wajar, sekaligus menunjukkan bahwa ekspektasinya didasarkan pada pengalaman nyata di industri. Contoh kalimatnya:
"Berdasarkan posisi saya sebelumnya, saya menerima gaji sebesar RpXX per bulan. Dengan pengalaman dan peningkatan keterampilan yang saya miliki, saya berharap mendapatkan kompensasi yang lebih baik di kisaran RpXX hingga RpXX."
Untuk fresh graduate yang belum punya pengalaman kerja formal, kamu disarankan tetap menyebutkan ekspektasi gaji secara wajar, misalnya dengan merujuk pada kompensasi yang pernah diterima saat magang sebagai gambaran, lalu menyesuaikannya dengan standar entry level di industri tersebut. Pastikan kalau pengalaman dan kapasitasmu layak untuk nilai yang kamu tawarkan.
5. Jangan ragu bertanya balik ke perusahaan

pexels.com/rdne Jika perusahaan belum memberikan rentang gaji yang jelas, kamu bisa bertanya langsung kepada tim rekruter untuk memastikan ekspektasimu sejalan dengan yang ditawarkan. Kamu dapat mencoba untuk secara eksplisit menanyakan salary band — batas bawah dan batas atas anggaran perusahaan untuk posisi tersebut — karena beberapa organisasi bersedia membuka informasi ini jika diminta. Contohnya:
"Boleh saya tahu kisaran anggaran gaji yang disiapkan perusahaan untuk posisi ini? Saya ingin memastikan ekspektasi saya sejalan dengan yang perusahaan tawarkan."
6. Bahas juga benefit di luar gaji pokok

pexel.com/Karola G Gaji bukan satu-satunya komponen kompensasi. RecruitFirst mengingatkan agar kamu juga turut menanyakan benefit atau kompensasi lain di luar gaji pokok, dan jika angka gaji yang ditawarkan di bawah ekspektasi, tunjangan tambahan bisa menjadi poin negosiasi alternatif.
Bandingkan paket kompensasi dengan rata-rata pasar dan kompetitor, bukan sekadar angka gaji saja. Beberapa hal yang bisa kamu tanyakan selain gaji pokok:
- Tunjangan kesehatan dan asuransi
- Bonus tahunan atau bonus kinerja
- Fleksibilitas kerja (remote/hybrid)
- Peluang pengembangan karier dan pelatihan
7. Jangan terburu-buru menerima tawaran pertama

pexels.com/resumegenius Terakhir, kamu juga disarankan agar tidak langsung menerima tawaran pertama yang diberikan. Mintalah waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut sebelum memberikan keputusan akhir, terutama jika angka yang ditawarkan masih di bawah kisaran yang kamu targetkan.
Itu dia cara menanyakan gaji saat interview yang bisa kamu coba.





















