- Buka situs Windy.com.
- Cari lokasi gunung api, misalnya Anak Krakatau.
- Pilih menu Layers atau lapisan peta.
- Cari opsi Air Quality/Aerosols atau Volcanic Ash.
- Amati pola pergerakan partikel pada peta.
- Gunakan linimasa di bagian bawah untuk melihat prakiraan beberapa jam atau hari ke depan. Kamu juga bisa memperhatikan arah angin untuk memperkirakan ke mana abu vulkanik kemungkinan bergerak.
4 Cara Cek Persebaran Abu Vulkanik yang Mudah, Bisa Lewat HP

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada 8 September 2026 setelah aktivitasnya sempat berhenti 6 September; persebaran abu dipantau karena dapat berubah mengikuti arah angin.
Laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG menampilkan citra satelit terbaru, wilayah terdampak, dan arah abu berdasarkan data VAAC Darwin; Instagram @InfoBMKG menyediakan pembaruan yang lebih praktis.
Dashboard abu.cikoytew.my.id menawarkan data gabungan pihak ketiga yang perlu diverifikasi, sedangkan Windy.com memakai data CAMS untuk memantau aerosol, arah angin, dan prakiraan pergerakan abu.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada 8 September 2026 setelah erupsi terus-menerusnya sempat berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Aktivitas ini tentu membuat sebaran abu vulkanik terus dipantau karena arah pergerakannya bisa berubah mengikuti kondisi angin.
Buat kamu yang ingin ikut memantau kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, berikut Popbela sajikan cara cek persebaran abu vulkanik dengan mudah agar bisa lebih waspada dan siap menghadapi perubahan kondisi udara.
Table of Content
1. Citra sebaran abu vulkanik BMKG

bmkg.go.id Salah satu cara cek persebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bisa lewat laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG. Kamu bisa mengaksesnya pada link https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik.
Laman ini menampilkan citra satelit terbaru yang memperlihatkan wilayah terdampak sekaligus arah pergerakan abu vulkanik. Hasil analisis abu vulkaniknya ditampilkan dengan warna merah dan poligon kuning pada peta. Data tersebut dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung api dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.
Dikarenakan menggunakan citra satelit, laman ini cukup membantu dalam memantau persebaran abu secara lebih jelas. BMKG juga mengingatkan bahwa citra satelit yang digunakan kembali harus mencantumkan BMKG sebagai sumber dan tidak memotong bagian yang menghilangkan logo atau keterangan sumber.
2. Instagram BMKG

instagram.com/infobmkg Cara lain untuk memantau persebaran abu vulkanik adalah melalui akun Instagram resmi BMKG, @InfoBMKG. Akun Instagram ini bisa jadi pilihan bagi kamu yang ingin melihat pembaruan kondisi gunung api tanpa harus membaca citra satelit secara langsung.
Namun, jika kamu memang membutuhkan informasi teknis dan peta sebaran abu vulkanik yang lebih rinci, laman citra satelit BMKG tetap menjadi rujukan utama.
3. Dashboard abu.cikoytew.my.id

abu.cikoytew.my.id Alternatif lainnya adalah situs https://abu.cikoytew.my.id. Situs ini bukan kanal resmi pemerintah, melainkan dashboard pihak ketiga yang menggabungkan data aktivitas gunung berapi dan sebaran abu vulkanik. Data utama sebaran abu yang digunakan berasal dari VAAC Darwin.
Dashboard tersebut menyediakan informasi seperti pencarian berdasarkan gunung dan kota, status erupsi, jarak abu ke kota, pergerakan abu, arah angin, hingga kadar sulfur dioksida (SO2). Peta sebaran juga memanfaatkan pemodelan CAMS/ECMWF melalui Windy.
Untuk status aktivitas gunung, dashboard itu menyebut melakukan pemeriksaan silang dengan data PVMBG, sedangkan informasi abu di udara mengacu pada advisory VAAC Darwin. Dikarenakan bukan sumber resmi pemerintah, informasi dari situs ini sebaiknya tetap perlu kamu verifikasi, ya!
4. Situs web Windy

windy.com Terakhir, Windy.com dapat digunakan untuk memantau kondisi atmosfer dan memprakirakan pergerakan berbagai partikel di udara. Situs ini terintegrasi dengan Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) yang menyediakan data terkait aerosol, seperti abu vulkanik, debu, polusi, dan partikel dari kebakaran.
Adapun cara melihat pergerakan abu vulkanik di Windy sebagai berikut:
Itu dia sejumlah cara cek persebaran abu vulkanik, mulai dari citra satelit BMKG hingga situs web Windy. Semoga bermanfaat, ya!


















