Tutup
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
unfortunately

Review Film: Ready Or Not, Saat Pernikahan Hanya Kedok Pemujaan Setan

Bikin trauma menikah!

Niken Ari Prayitno

Pernikahan seharusnya menjadi momen paling membahagiakan dalam hidup. Tapi sepertinya hal ini nggak berlaku bagi Grace. Sebab, di malam pernikahannya ia malah diburu untuk dibunuh dan dijadikan persembahan. Sadis banget ya!

Tenang saja, penggalan kisah di atas nggak betulan kok. Kisah tersebut hanya ada di dalam film Ready Or Not yang tayang pada akhir Agustus 2019 ini. Seperti apa review film tersebut? Simak yuk!

Sinopsis: Ketika Pernikahan Nggak Seindah yang Dibayangkan

IMDB.com

Grace (Samara Weaving) sangat bahagia karena akhirnya impiannya untuk menikah dengan Alex Le Domas (Mark O’Brien) terwujud. Bukan hanya tampan, Alex juga sangat kaya sebab ia adalah salah satu anggota keluarga Le Domas, keluarga pemilik perusahaan mainan paling sukses di Amerika Serikat. Perusahaan mainan Le Domas sangat terkenal dan sukses karena sudah dijalankan selama beberapa generasi.

Pernikahan Grace dan Alex berlangsung mewah dan romantis. Seluruh anggota keluarga Grace dan Alex datang ke kastil Le Domas untuk menghadiri acara sakral tersebut. Grace pun akan tinggal sementara di sana setelah menikah.

IMDB.com

Keluarga Le Domas punya tradisi yang aneh dan sudah mereka lakukan selama berabad-abad. Tradisi itu adalah mengajak anggota keluarga baru untuk memilih satu permainan dan memainkannya sepanjang malam.

Sialnya, Grace mendapatkan permainan petak umpet. Syarat permainan hanya satu, jangan sampai tertangkap. Kalau tertangkap, Grace akan dibunuh untuk menjadi persembahan kepada setan yang membantu mereka meraih kesuksesan. Namun, jika Grace nggak berhasil ditangkap, seluruh anggota keluarga Le Domas akan mati saat fajar tiba.

Ide Film Horor yang Segar dan Berbeda

IMDB.com

Di antara semua film horor tentang pemujaan setan, menurut saya ide Ready Or Not termasuk berbeda dan segar. Sebab, meskipun di akhir film sudah tertebak bahwa sang pemuja setan tak akan selamat, namun tetap saja melihat adegan demi adegan dari film ini membuat kita penasaran.

Tanpa ada bosan sedikit pun, sang sutradara Matt Bettinelli-Olpin berhasil membuat saya bahkan tak berani bernapas saat melihat bagaimana Grace sebisa mungkin melepaskan diri dari keluarga Le Domas. Kisah cinta romantis antara Grace dan Alex pun seolah menguap begitu saja ketika kengerian demi kengerian terjadi di kastil Le Domas.

Bermodalkan ide sederhana, permainan petak umpet, serta satu lokasi saja, film Ready Or Not dijamin akan membuatmu ikut merasa degdegan dan nggak akan berhenti penasaran sampai film selesai.

Adegan Berdarah yang Sangat Berlebihan

IMDB.com

Meski bagus dari segi ide, namun Ready Or Not memiliki satu kekurangan, yakni adegan berdarah yang terlalu berlebihan. Sebetulnya wajar jika seseorang tertembak namun mengeluarkan darah di bagian tubuh yang tertembak dan sedikit mengeluarkan darah dari mulut.

Namun, dalam film ini, Matt Bettinelli-Olpin seolah ingin mendramatisasi adegan sadis dengan penuh darah sehingga darah yang terlihat justru malah nggak wajar. Kalau kamu yang tak suka melihat banyak darah, nggak disarankan untuk menonton film ini karena akan membuatmu mual.

Membaca review-nya membuatmu semakin penasaran dengan film ini bukan? Jika sudah menonton, tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

IDN Media Channels

Latest from Inspiration