Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stres hingga Periode Menstruasi, 6 Penyebab Munculnya Jerawat Hormonal
istockphoto
  • Jerawat hormonal dapat muncul berkala menjelang menstruasi, terutama di dagu dan rahang, karena perubahan hormon dalam tubuh.
  • Stres, makanan berindeks glikemik tinggi, olahan susu, serta perubahan penggunaan pil KB dapat memengaruhi produksi minyak berlebih.
  • Jerawat yang tidak membaik disertai siklus menstruasi tidak teratur dapat berkaitan dengan PCOS dan perlu diperiksakan ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jerawat hormonal dapat muncul akibat perubahan hormon dan sejumlah faktor yang memengaruhi produksi minyak kulit.
  • Who?
    Perempuan dapat mengalami jerawat hormonal, termasuk mereka yang mendekati menstruasi, menggunakan kontrasepsi hormonal, atau sedang hamil.
  • Where?
    Jerawat dapat muncul terutama di area T-zone bawah, dagu, dan garis rahang.
  • When?
    Jerawat dapat muncul beberapa hari sebelum menstruasi, dalam beberapa bulan pertama setelah berhenti pil KB, atau saat hamil.
  • Why?
    Penurunan estrogen dan progesteron, dominasi androgen, kortisol, insulin, IGF-1, serta kondisi PCOS dapat memicu produksi sebum berlebih.
  • How?
    Kelenjar minyak memproduksi sebum berlebih, pori-pori lebih mudah tersumbat, lalu jerawat dapat muncul atau menjadi meradang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku tahu jerawat bisa muncul saat hormon di tubuh berubah, misalnya sebelum menstruasi atau ketika hamil. Perempuan bisa mengalami jerawat di dagu dan rahang. Stres, makanan manis, susu, pil KB, dan kondisi PCOS juga bisa memengaruhi. Kalau jerawat tidak membaik dan menstruasi tidak teratur, dokter dapat diperiksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penjelasan tentang faktor yang dapat dikontrol, seperti tingkat stres serta pola makan, memberi ruang bagi pembaca untuk mengenali pemicu jerawat hormonal. Informasi mengenai konsultasi dokter pada kondisi tertentu, kehamilan, dan jerawat yang tak membaik juga menekankan adanya penanganan yang tepat sesuai kondisi tubuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendekati tanggal menstruasi, biasanya jerawat mulai bermunculan, mulai di area dagu hingga rahang. Nah, jerawat yang muncul berkala seperti ini sering kali bukan disebabkan oleh salah pakai skincare, melainkan karena reaksi jerawat hormonal.

Jerawat hormonal memang cukup tricky untuk ditangani karena penyebab mulanya berasal dari dalam tubuh. Bahkan, ada yang bisa kamu kontrol dan ada juga yang nggak. Nah, supaya kamu bisa mencegah dan menanganinya dengan tepat, yuk kenali apa saja penyebab munculnya jerawat hormonal berikut ini!

1. Fluktuasi hormon jelang menstruasi

magnific.com

Penyebab paling umum yang sering dialami banyak perempuan adalah fluktuasi hormon jelang menstruasi. Beberapa hari sebelum menstruasi atau yang biasa disebut fase luteal, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh mengalami penurunan, sementara kadar hormon androgen, seperti testosteron, relatif lebih dominan.

Kondisi ini merangsang kelenjar minyak (sebaceous glands) untuk memproduksi sebum secara berlebihan. Hasilnya? Pori-pori jadi lebih mudah tersumbat dan memicu timbulnya jerawat kistik yang dalam serta menyakitkan, terutama di area T-zone bawah, dagu, dan garis rahang.

2. Tingkat stres yang tinggi atau karena hormon kortisol

alluredermny.com

Lagi dikejar deadline pekerjaan atau banyak pikiran? Hal-hal ini bisa bikin kamu stres, sehingga tubuh akan melepaskan hormon kortisol.

Hormon kortisol ini ternyata punya efek samping memicu kelenjar minyak memproduksi lebih banyak sebum. Selain itu, stres juga memicu peradangan dalam tubuh yang bikin jerawat biasa berubah jadi meradang dan semakin memerah.

3. Konsumsi makanan tingkat glikemik tinggi dan olahan susu

magnific.com

Gaya hidup dan pola makan sehari-hari juga bisa menjadi penyebab munculnya jerawat hormonal. Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan manis, boba, roti putih, dan gorengan, bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara mendadak.

Lonjakan ini memicu pelepasan hormon insulin dan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1). Kedua hormon ini akan memberikan sinyal pada kulit untuk memproduksi minyak berlebih. Selain itu, produk olahan susu pada sebagian orang juga bisa memicu reaksi hormonal yang sama.

4. Efek samping berhenti atau memulai kontrasepsi (Pil KB)

magnific.com

Buat kamu yang sudah menikah dan baru memulai atau menghentikan konsumsi pil KB, jerawat hormonal mungkin akan muncul. Perubahan kontrasepsi hormonal ini sangat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

Saat kamu berhenti mengonsumsi pil KB tertentu, tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri kembali. Masa transisi ini sering kali memicu lonjakan androgen sementara, yang mengakibatkan jerawat muncul kembali dalam beberapa bulan pertama.

5. Kondisi medis tertentu

istockphoto

Jika kamu mengalami jerawat hormonal yang tak kunjung membaik dan disertai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter. Jerawat hormonal yang parah bisa jadi merupakan salah satu tanda dari PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

PCOS adalah kondisi di mana tubuh perempuan memproduksi hormon androgen dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal, sehingga memicu munculnya jerawat membandel, pertambahan berat badan, hingga pertumbuhan rambut halus di area yang tak biasa, seperti di area wajah atau dada.

6. Sedang menjalani kehamilan

mommyhood101.com

Saat hamil, fluktuasi hormon dapat memicu timbulnya jerawat. Seringkali, jerawat akan membaik seiring berjalannya kehamilan. Kalau kamu gemas untuk mengatasinya, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter. Pasalnya, ada beberapa pengobatan yang sebaiknya kamu hindari selama kehamilan, termasuk retinoid topikal, asam salisilat, dan isotretinoin.

Itulah beberapa penyebab munculnya jerawat hormonal. Apakah kamu salah satu penderitanya?

Curated For You

Editorial Team

Related Article