Itinerary Wisata Sehari di Sumba, Ini 7 Tempat Menarik untuk Dijelajahi!

- Sumba Barat Daya jadi pilihan ideal untuk wisata sehari dengan akses mudah dari Bandara Tambolaka, menawarkan kombinasi alam eksotis dan budaya autentik.
- Itinerary mencakup Danau Weekuri, Pantai Mandorak, Kampung Adat Ratenggaro, hingga Bukit Lendongara yang menampilkan keindahan laguna, pantai, budaya, dan panorama savana.
- Disarankan menyewa mobil dengan sopir lokal karena kondisi jalan berliku serta membawa uang tunai untuk tiket dan donasi; waktu terbaik berkunjung Januari–April atau Agustus–Oktober.
Sumba terus naik daun sebagai destinasi unggulan Indonesia, terutama di tahun 2026 ketika tren wisata mulai bergeser ke arah slow travel, eksplorasi budaya, dan alam yang masih autentik. Pulau ini memang luas, tapi justru di situlah tantangannya—banyak wisatawan kehabisan waktu di jalan. Karena itu, memilih wilayah yang tepat jadi kunci.
Sumba Barat Daya, dengan akses dekat Bandara Tambolaka, menawarkan paket lengkap seperti laguna eksotis, pantai yang indah, hingga desa adat yang masih hidup. Kalau kamu hanya punya satu hari, itinerary berikut bisa jadi panduan untuk menikmati harimu di Sumba, Bela!
1. Danau Weekuri

Perjalanan dimulai dari Danau Weekuri yang terletak di Kodi Utara, Sumba Barat Daya. Destinasi ini merupakan laguna air asin yang terbentuk dari rembesan air laut melalui celah karang, sehingga menciptakan kolam alami dengan air jernih berwarna biru kehijauan. Karena tidak langsung berhadapan dengan ombak besar, air di sini relatif tenang dan aman untuk berenang santai di pagi hari.
Danau ini buka pukul 08.00–17.00 WITA dengan tiket masuk sekitar Rp15.000. Selain berenang atau berendam, pengunjung juga bisa bersantai di pelataran kayu di sekitar danau. Untuk spot foto terbaik, naiklah ke tebing karang di sekeliling laguna agar mendapatkan sudut pandang luas yang menampilkan kontras warna air dan batuan karang.
2. Pantai Mandorak

Tidak jauh dari Weekuri, Pantai Mandorak yang juga berada di Kodi Utara menawarkan lanskap yang berbeda. Pantai ini diapit oleh dua tebing karang besar yang membentuk celah sempit, sehingga ombak yang masuk menjadi lebih tenang dibandingkan pantai terbuka. Hal ini membuat suasana terasa lebih privat dan nyaman untuk menikmati alam.
Pantai ini buka 24 jam dengan tiket masuk sekitar Rp15.000–Rp20.000. Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain bermain air di tepi pantai, berjalan santai di pasir putih, atau mengeksplorasi area tebing. Spot foto terbaik berada di tengah pantai dengan latar dua tebing yang mengapit laut, menciptakan komposisi visual yang sangat khas.
3. Area Kodi

Menjelang siang, perjalanan dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang di wilayah Kodi, yang masih berada di kawasan Sumba Barat Daya. Area ini tidak banyak memiliki restoran modern, namun tersedia warung makan lokal yang menyajikan hidangan khas dengan cita rasa autentik.
Beberapa menu yang bisa dicoba antara lain ayam kampung dengan kuah santan ringan, nasi jagung khas Sumba, hingga sayur rumpu rampe. Selain untuk mengisi energi, waktu istirahat ini penting karena perjalanan selanjutnya akan mencakup eksplorasi budaya dan sedikit aktivitas fisik seperti berjalan kaki dan trekking ringan.
4. Kampung Adat Ratenggaro

Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Kampung Adat Ratenggaro yang terletak di Kodi Bangedo. Desa ini merupakan salah satu kampung adat paling terkenal di Sumba karena memiliki rumah tradisional Uma Kelada dengan atap menjulang tinggi hingga sekitar 10–15 meter, yang melambangkan status sosial dan nilai spiritual masyarakat setempat.
Kampung ini buka 24 jam dengan sistem donasi sekitar Rp20.000. Selain melihat arsitektur rumah adat, pengunjung juga dapat menemukan makam batu megalitik yang masih digunakan hingga sekarang. Lokasinya yang berada di tepi pantai memberikan pemandangan unik, di mana budaya dan alam berpadu dalam satu lanskap yang khas.
5. Pantai Bawana

Perjalanan dilanjutkan ke Pantai Bawana yang terletak di wilayah Kodi. Pantai ini dikenal luas karena memiliki tebing karang berlubang yang menjadi ikon alam Sumba, sering disebut sebagai “gerbang alami” karena bentuknya yang unik.
Untuk mencapai pantai, pengunjung perlu berjalan kaki menuruni bukit selama kurang lebih 10–15 menit. Pantai ini buka 24 jam dengan tiket sekitar Rp20.000. Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain berjalan di sepanjang pantai, menikmati pemandangan, serta berfoto dengan latar tebing bolong yang menjadi daya tarik utama, terutama saat kondisi air laut sedang surut.
6. Bukit Lendongara

Menjelang sore, perjalanan berlanjut ke Bukit Lendongara yang berada di wilayah Loura. Bukit ini menawarkan pemandangan savana bergelombang yang luas, dengan karakter lanskap yang berubah sesuai musim—hijau saat musim hujan dan keemasan saat musim kemarau.
Bukit ini dapat dikunjungi kapan saja (24 jam) dan umumnya tidak memiliki tiket resmi selain donasi atau biaya parkir. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama laut di kejauhan serta momen matahari terbenam yang menjadi penutup sempurna untuk perjalanan satu hari di Sumba Barat Daya.
7. Kampung Praijing dan Air Terjun Lapopu

Sebagai alternatif, wisatawan dapat mengunjungi Kampung Praijing yang terletak di Waikabubak. Desa adat ini dikenal dengan susunan rumah yang rapi mengikuti kontur tanah berundak, serta menawarkan pengalaman edukasi seperti melihat proses pembuatan kain tenun ikat oleh masyarakat setempat.
Selain itu, Air Terjun Lapopu di Wanokaka bisa menjadi pilihan bagi pecinta alam. Air terjun ini memiliki aliran bertingkat dengan kolam alami berwarna biru toska. Untuk mencapainya, pengunjung perlu melakukan trekking ringan. Kedua destinasi ini umumnya buka pagi hingga sore dengan tiket masuk berkisar Rp15.000–Rp20.000.
Untuk menjelajahi Sumba Barat Daya dalam satu hari, disarankan menyewa mobil (terutama SUV) lengkap dengan sopir lokal karena kondisi jalan yang berliku dan minim transportasi umum, serta menyiapkan uang tunai untuk tiket, parkir, dan donasi. Waktu terbaik berkunjung adalah Januari–April untuk lanskap hijau, atau Agustus–Oktober untuk menikmati savana kering yang eksotis. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan singkat ini tetap bisa terasa lengkap dan berkesan—jadi, sudah siap menjelajahi keindahan Sumba?


















