Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Review The Furious, Film Joe Taslim Terbaru yang Penuh Aksi Brutal!

Review The Furious, Film Joe Taslim Terbaru yang Penuh Aksi Brutal!
Review The Furious (Dok. IMDB)
Intinya Sih
  • The Furious menampilkan kisah ayah bernama Wei yang berjuang menyelamatkan anaknya dari jaringan perdagangan manusia, dibantu jurnalis misterius yang diperankan Joe Taslim.
  • Film ini unggul lewat aksi brutal dan koreografi pertarungan memukau antara Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan, dengan pacing cepat yang menjaga ketegangan sejak awal hingga akhir.
  • Meskipun alur cerita terasa familiar dan beberapa subplot kurang tergali, kualitas aksi intens membuat The Furious tetap jadi tontonan wajib bagi penggemar film laga Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Film aksi selalu punya tempat tersendiri di hati penonton Indonesia, apalagi jika dibintangi oleh nama-nama besar seperti Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan. Keduanya dikenal sebagai aktor yang mampu menghadirkan adegan pertarungan berkualitas tinggi dengan koreografi yang sulit ditandingi.

Lewat The Furious, penonton kembali disuguhkan aksi penuh adrenalin yang dibalut dengan cerita tentang penculikan, perdagangan manusia, dan perjuangan seorang ayah demi menyelamatkan anaknya. Meski memiliki beberapa kekurangan dari sisi cerita, film ini tetap berhasil menjadi tontonan yang seru dari awal hingga akhir.

Review ini mengandung spoiler, jadi pastikan kamu sudah menonton filmnya sebelum melanjutkan membaca ya, Bela!

Synopsis 'The Furious' (2026)

The Furious mengikuti kisah Wei, seorang ayah yang hidupnya hancur setelah sang anak menjadi korban penculikan. Peristiwa tersebut membawanya masuk ke dalam dunia gelap perdagangan manusia yang ternyata melibatkan jaringan kriminal besar dan berbahaya.

Dalam upayanya mencari sang anak, Wei harus menghadapi berbagai rintangan yang mengancam nyawanya. Situasi semakin rumit karena dirinya mengalami cedera yang membuatnya tidak bisa berbicara.

Meski memiliki keterbatasan tersebut, Wei bukan sosok yang mudah menyerah. Ia memiliki kemampuan bertarung luar biasa dan siap melakukan apa saja demi menemukan anaknya.

Di tengah penyelidikannya, Wei bertemu dengan seorang jurnalis misterius yang diperankan Joe Taslim. Keduanya kemudian bekerja sama untuk membongkar sindikat perdagangan manusia sekaligus menyelamatkan para korban yang masih ditahan.

Namun, semakin dalam mereka menyelidiki kasus tersebut, semakin besar pula bahaya yang harus mereka hadapi. Mereka bukan hanya melawan para pelaku kejahatan, tetapi juga kekuatan yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.

The Furious
2026
4/5
Directed by Kenji Tanigaki
Producer

Frank Hui, Tam Chi-San, Bill Kong Chi-Keung

Writer

Shum Kwan-Sin, Frank Hui, Mak Tin-Shu, Lei Zhilong

Age Rating

17+

Genre

Aksi, Kejahatan, Cerita Seru

Duration

113 Minutes

Release Date

10-06-2026

Theme

martial arts, kung fu, rescue mission, police corruption, child kidnapping, missing wife, relentless vengeance, dynamic duo

Production House

Edko Films, XYZ Films, Zhejiang Hengdian Film Production

Where to Watch

CInema XXI, Cinepolis, CGV

Cast

Xie Miao, Joe Taslim, Yang Enyou, Yayan Ruhian, JeeJa Yanin

'Trailer ;The Furious' (2026)

'The Furious' still images

Alur cepat yang langsung mengajak penonton masuk ke cerita

The Furious 1.jpg
Review The Furious (Dok. IMDB)

Salah satu kekuatan terbesar The Furious terletak pada pacing ceritanya yang sangat cepat. Film ini tidak membutuhkan waktu lama untuk memperkenalkan konflik utama dan langsung membawa penonton ke inti permasalahan.

Sejak menit-menit awal, ketegangan sudah terasa. Penonton diajak mengikuti perjuangan Wei yang harus bergerak cepat demi menemukan jejak anaknya yang hilang.

Pendekatan ini membuat film terasa padat dan minim momen membosankan. Hampir setiap adegan memiliki tujuan yang jelas untuk mendorong cerita terus bergerak maju.

Bagi penggemar film aksi, ritme seperti ini tentu menjadi nilai tambah. Tidak ada terlalu banyak dialog yang bertele-tele atau adegan yang hanya berfungsi sebagai pengisi durasi.

Meski begitu, menjelang akhir film, tempo yang selama ini solid sedikit terganggu oleh konflik terakhir yang terasa terlalu panjang. Terutama karena sosok antagonis utama terlihat sangat sulit dikalahkan meski sudah menerima banyak serangan.

Aksi Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan yang selalu memukau

The Furious 5.jpg
Review The Furious (Dok. IMDB)

Kalau berbicara soal adegan pertarungan, The Furious benar-benar tampil maksimal. Kehadiran Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan menjadi jaminan kualitas untuk setiap aksi yang ditampilkan.

Koreografi pertarungannya tidak hanya brutal, tetapi juga terlihat indah secara visual. Setiap pukulan, tendangan, hingga pergerakan tubuh terasa terencana dan memiliki ritme yang enak diikuti mata.

Film ini juga tidak mengandalkan efek berlebihan untuk membuat adegan aksi terlihat keren. Sebaliknya, kekuatan utamanya justru berasal dari kemampuan fisik para pemain dan koreografi yang rapi.

Ada cukup banyak adegan perkelahian yang berpotensi menjadi favorit penonton. Beberapa di antaranya bahkan terasa seperti pertunjukan seni bela diri yang dikemas dalam balutan film aksi modern.

Bagi penggemar karya-karya Joe Taslim sebelumnya, The Furious memberikan apa yang mereka harapkan. Intens, keras, dan sangat menghibur.

Plot familiar yang mudah ditebak

The Furious 2.jpg
Review The Furious (Dok. IMDB)

Meski memiliki eksekusi yang cukup baik, harus diakui bahwa cerita The Furious bukanlah sesuatu yang benar-benar baru. Film ini menggunakan formula yang cukup sering muncul dalam genre aksi dan thriller.

Sejak pertengahan film, arah cerita sebenarnya mulai terlihat jelas. Penonton yang sering menonton film dengan tema serupa kemungkinan besar dapat menebak beberapa kejutan yang disiapkan.

Hal tersebut memang tidak sampai merusak pengalaman menonton secara keseluruhan. Namun, elemen kejutan yang seharusnya menjadi nilai lebih terasa sedikit berkurang.

Di sisi lain, film ini cukup cerdas dalam menjaga intensitas sehingga meskipun alurnya mudah ditebak, penonton tetap ingin mengetahui bagaimana semuanya akan berakhir.

Untungnya, kualitas aksi yang konsisten berhasil menutupi kekurangan tersebut. Jadi fokus penonton tidak hanya tertuju pada cerita, tetapi juga pada bagaimana konflik diselesaikan.

Subplot yang kurang tergali maksimal

The Furious 8.jpg
Review The Furious (Dok. IMDB)

Selain cerita utama, The Furious sebenarnya mencoba menghadirkan beberapa subplot yang berpotensi memperkaya narasi. Sayangnya, tidak semuanya mendapatkan porsi yang cukup.

Beberapa konflik pendukung terasa hadir begitu saja tanpa eksplorasi yang mendalam. Padahal jika digarap lebih serius, subplot tersebut bisa menambah bobot emosional film.

Akibatnya, ada beberapa momen yang terasa kurang berdampak karena penonton belum benar-benar terhubung dengan karakter atau konflik yang diperkenalkan.

Hal ini cukup disayangkan mengingat film memiliki fondasi cerita yang sebenarnya menarik. Apalagi latar belakang beberapa karakter pendukung menyimpan potensi yang besar untuk dikembangkan.

Pada akhirnya, subplot tersebut terasa seperti kesempatan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kehadirannya tidak buruk, tetapi juga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap cerita utama.

Tetap jadi tontonan wajib untuk penggemar film aksi

The Furious 3.jpg
Review The Furious (Dok. IMDB)

Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, The Furious tetap menjadi film aksi yang layak ditonton. Alurnya cepat, konfliknya intens, dan adegan pertarungannya berhasil menjadi daya tarik utama.

Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan sekali lagi membuktikan kualitas mereka sebagai aktor laga terbaik yang dimiliki Indonesia. Setiap adegan aksi terasa penuh energi dan berhasil membuat penonton sulit mengalihkan pandangan.

Jika kamu mencari film dengan cerita sederhana tetapi dieksekusi melalui aksi yang spektakuler, The Furious bisa menjadi pilihan yang tepat. Mungkin ceritanya tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi pengalaman menontonnya tetap terasa memuaskan.

Pada akhirnya, The Furious adalah bukti bahwa film aksi tidak selalu membutuhkan plot yang rumit untuk bisa menghibur. Selama koreografi pertarungannya solid dan para pemain mampu memberikan performa maksimal, film seperti ini tetap berhasil membuat penonton betah duduk hingga kredit penutup bergulir.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno

Related Articles

See More