Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

10 Fakta 'Sentenced to Be a Hero', Ketika Pahlawan Diperlakukan Beda!

STBAH 1.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. Crunchyroll)
Intinya sih...
  • Fakta paling mencolok dari Sentenced to Be a Hero adalah konsep dunianya. Di sini, menjadi pahlawan bukanlah panggilan mulia, melainkan hukuman bagi para kriminal terburuk.
  • Xylo Forbartz, karakter utama anime ini, dulunya adalah seorang ksatria yang disegani. Namun segalanya berubah ketika dia dijatuhi hukuman sebagai Hero penal dan ditempatkan di Penal Hero Unit 9004.
  • Di dunia Sentenced to Be a Hero, mati bukan berarti bebas. Setiap Hero penal yang gugur akan dibangkitkan kembali
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayangkan sebuah dunia di mana gelar “pahlawan” bukanlah simbol kehormatan, melainkan vonis mati yang ditunda. Inilah konsep kelam yang ditawarkan Sentenced to Be a Hero, anime dark fantasy yang sejak pengumumannya langsung mencuri perhatian. Sempat mengalami penundaan, karya ini akhirnya siap tayang dan membawa cerita yang jauh dari fantasi heroik pada umumnya.

Bukan kisah penyelamatan penuh harapan, Sentenced to Be a Hero justru menyuguhkan dunia dingin, kejam, dan sistematis, tempat nyawa manusia hanyalah alat untuk menjaga stabilitas negara.

1. Menjadi pahlawan = Hukuman mati yang ditunda

Fakta paling mencolok dari Sentenced to Be a Hero adalah konsep dunianya. Di sini, menjadi pahlawan bukanlah panggilan mulia, melainkan hukuman bagi para kriminal terburuk. Mereka yang dijatuhi “hukuman pahlawan” dipaksa bertarung di garis depan melawan monster demi kelangsungan sistem.

Para Hero penal ini tidak dipuja, tidak dihormati, dan bahkan tidak dianggap manusia sepenuhnya. Mereka adalah sumber daya sekali pakai yang secara resmi dikorbankan atas nama negara.

2. Tokoh utama adalah mantan ksatria terhormat

STBAH 2.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. Crunchyroll)

Xylo Forbartz, karakter utama anime ini, dulunya adalah seorang ksatria yang disegani. Namun segalanya berubah ketika dia dijatuhi hukuman sebagai Hero penal dan ditempatkan di Penal Hero Unit 9004.

Yang membuat kisahnya semakin tragis, Xylo bukan sekadar narapidana biasa melainkan dia dicap sebagai pembunuh dewi. Perannya disuarakan oleh Yohei Azakami, yang berhasil membawa nuansa dingin, sinis, sekaligus emosional pada karakter ini.

3. Kematian bukanlah akhir dalam dunia ini

STBAH 4.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. Crunchyroll)

Di dunia Sentenced to Be a Hero, mati bukan berarti bebas. Setiap Hero penal yang gugur akan dibangkitkan kembali dan dipaksa kembali ke medan perang. Siklus kematian tanpa akhir ini menjadikan keberadaan para pahlawan semakin ironis. Alih-alih memberikan harapan, sistem ini justru memperlihatkan bagaimana hukuman bisa menjadi bentuk penyiksaan yang abadi.

4. Musuh utama bukan monster imut, tapi teror brutal

STBAH 3.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. Crunchyroll)

Ancaman awal cerita datang dari para faerie yang jauh dari gambaran makhluk magis nan lucu. Dalam anime ini, mereka digambarkan sebagai kawanan brutal yang digerakkan oleh rasa lapar dan kehancuran.

Keberadaan mereka menegaskan satu hal: perang di dunia ini bukan soal keberanian individu, melainkan soal bertahan hidup dalam sistem yang sudah rusak sejak awal.

5. Hubungan manusia dan dewa yang dingin dan transaksional

STBAH 5.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. Netflix)

Xylo tidak berjuang sendirian. Dia terikat kontrak dengan Teoritta, seorang dewi yang justru tidak digambarkan sebagai penyelamat penuh kasih. Hubungan mereka terasa kaku, dingin, dan penuh ketegangan.

Teoritta adalah simbol otoritas ilahi yang menuntut pengorbanan tanpa empati. Dinamika ini memperkuat tema besar anime yaitu baik kekuasaan manusia maupun dewa, sama-sama menuntut harga yang mahal.

6. Para pahlawan justru dibenci oleh dunia yang mereka lindungi

STBAH 8.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. KADOKAWA)

Salah satu aspek paling menyakitkan dari Sentenced to Be a Hero adalah posisi sosial para Hero penal. Mereka tidak hanya dibenci oleh musuh, tetapi juga oleh tentara reguler dan masyarakat yang mereka lindungi.

Diselamatkan oleh pahlawan dianggap sebagai noda kehormatan. Kebencian terhadap mereka dilembagakan, menjadikan para Hero makhluk terasing di medan perang maupun di masyarakat.

7. Cerita tidak hanya tentang perang, tapi kritik sistem

STBAH 10.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. KADOKAWA)

Di paruh akhir episode perdana, kisah mulai menyingkap masa lalu Xylo. Proses pengadilannya terasa manipulatif dan janggal, seolah hukum tidak dijalankan demi keadilan, melainkan untuk menyingkirkan kebenaran.

Di sinilah Sentenced to Be a Hero berubah menjadi kritik tajam terhadap institusi, politik, dan penyalahgunaan kekuasaan yang dibungkus atas nama stabilitas.

8. Debut dengan episode panjang hampir satu jam

STBAH 7.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. KADOKAWA)

Episode pertama anime ini berdurasi 59 menit, durasi yang jarang digunakan untuk serial anime. Menariknya, waktu tersebut dimanfaatkan dengan efektif tanpa terasa bertele-tele.

Alih-alih menjelaskan lore panjang lebar, anime ini memilih menunjukkan dunia dan konsekuensinya lewat tindakan, keputusan, dan dampak yang nyata.

9. Digarap oleh tim produksi berpengalaman

STBAH 9.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. KADOKAWA)

Anime ini disutradarai oleh Hiroyuki Takashima dari Studio KAI, yang sebelumnya terlibat dalam Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation. Naskah ditangani oleh Kenta Ihara, sosok di balik Saga of Tanya the Evil dan Tsukimichi -Moonlit Fantasy-.

Desain karakter dikerjakan oleh Takeru Noda, sementara musik digubah oleh Shunsuke Takizawa—kombinasi yang menjanjikan kualitas produksi solid.

10. Sempat ditunda sebelum akhirnya tayang

STBAH 6.jpg
Sentenced to be a Hero (Dok. KADOKAWA)

Awalnya dijadwalkan tayang Oktober, Sentenced to Be a Hero harus mengalami penundaan hingga Januari. Anime ini akhirnya tayang perdana pada 3 Januari dan disiarkan di 28 stasiun televisi Jepang, termasuk Tokyo MX. Selain itu, serial ini juga tersedia di Amazon Prime Video Jepang pada hari yang sama, dengan platform lain menyusul beberapa hari kemudian.

Dengan premis kelam, pendekatan anti-hero, dan kritik tajam terhadap konsep kepahlawanan, Sentenced to Be a Hero hadir sebagai angin segar atau mungkin badai di genre fantasi aksi. Ini bukan kisah untuk mereka yang mencari pelarian ringan, melainkan tontonan yang mengajak penonton mempertanyakan makna pengorbanan dan keadilan.

Jika episode-episode selanjutnya mampu menjaga konsistensi tema dan memperdalam atmosfer ancamannya, anime ini berpotensi menjadi salah satu karya dark fantasy paling berani dan relevan di tahun 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More

12 Rekomendasi Merek Makanan Penggemuk Kucing Kaya Nutrisi

06 Jan 2026, 05:15 WIBCareer