Popbela's Playlist: New Reality

"Siapa Suruh Jatuh Cinta?" - Sheryl Sheinafia menangkap momen ketika hati perlahan-lahan jatuh cinta.
"FALL AGAIN" - Noni adalah lagu tentang jatuh cinta lagi setelah dikecewakan orang lama.
"Kabur" - Kelompok Penerbang Roket bawa musik rock yang keras tanpa basa-basi
"Senyawa dan Candu" - Killing Me Inside Re:union ditulis Onadio Leonardo saat sedang direhabilitasi.
Menyambut akhir pekan, Popbela’s Playlist: New Reality akan menemani kamu menghadapi dunia yang sulit ditebak. Daftar putar ini berisi deretan lagu baru dari musisi Indonesia lintas generasi dengan keresahannya masing-masing.
Ada "Siapa Suruh Jatuh Cinta?" dari Sheryl Sheinafia yang manis, "FALL AGAIN" dari Noni yang jujur dan rapuh, "Kabur" dari Kelompok Penerbang Roket tentang kebutuhan untuk menarik napas dari dunia yang tak baik-baik saja, hingga "Senyawa dan Candu" dari Killing Me Inside Re:union yang menyalakan kembali emosi lama dengan energi baru.
Lanjut scroll untuk mendengarkan kisah dalam lagu-lagu tersebut lebih dekat.
Table of Content
"Siapa Suruh Jatuh Cinta?" - Sheryl Sheinafia
Sheryl Sheinafia menangkap momen hati yang perlahan-lahan jatuh cinta melalui single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”. Lagu ini cocok didengarkan oleh kamu yang tidak berniat menyimpan perasaan spesial kepada seseorang, tetapi akhirnya justru luluh juga.
Single ini ditulis langsung oleh Sheryl Sheinafia dan diproduseri oleh Will Mara. Di balik nuansanya yang ringan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” juga membawa pesan tersembunyi, yakni menormalkan ekspresi afeksi tanpa rasa takut terlihat norak atau cringe.
Dengan suara lembutnya, Sheryl Sheinafia mengingatkan bahwa jatuh cinta tidak harus diawali dengan kerumitan. Sebaliknya, pintu rasa suka itu cukup datang dari momen-momen sederhana seperti cara orang tersebut memanggil nama kita bahkan caranya menatap kita sebelum tersenyum. So sweet!
"FALL AGAIN" - Noni
Jatuh cinta lagi setelah dikecewakan orang lama memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Noni menangkap keresahan tersebut lewat single terbaru berjudul "FALL AGAIN".
Alih-alih mati rasa, "FALL AGAIN" diceritakan dari sudut pandang seseorang yang masih sering dihinggapi perasaan waspada dan hati-hati saat kembali ke fase pendekatan. Namun, untungnya ia bertemu dengan orang yang mau meyakinkan dirinya agar tidak overthinking lagi.
"FALL AGAIN" dari Noni cocok didengarkan oleh para pencinta musik R&B lembut yang easy listening. Dengarkan perlahan dan coba resapi liriknya. Mungkinkah ini juga saat yang tepat bagi kamu untuk kembali membuka hati untung orang baru?
"Kabur" - Kelompok Penerbang Roket
Isi kepala terlalu riuh sampai ingin kabur? Coba dengar single terbaru Kelompok Penerbang Roket, "Kabur". Lagu ini lahir dari pengamatan kondisi dunia yang tidak baik-baik saja sehingga membuat keinginan hidup sederhana dan bahagia terasa sulit.
Secara musikal, “Kabur” tetap berpijak pada rock khas Kelompok Penerbang Roket yang keras dan tanpa basa-basi. “Kabur” di sini tidak dimaksudkan sebagai solusi, melainkan sebagai ruang singgah tempat bernapas ketika kepala terasa terlalu berisik.
Lagu ini digarap oleh Viki Vikranta di PLP Studio, dengan tambahan sentuhan dari J. P. Patton (Coki) dan Rey Marshall. Sebagai penulis lagu dan produser, Viki dikenal memiliki warna penulisan yang kuat dan personal. Meski begitu, setiap karyanya tetap menyatu dengan identitas Kelompok Penerbang Roket.
"Senyawa dan Candu" - Killing Me Inside Re:union
Killing Me Inside Re:union comeback dan merilis single terbaru berjudul "Senyawa dan Candu". Lagu ini punya kisah yang sangat personal bagi Onadio Leonardo, karena diciptakan saat dirinya tengah direhabilitasi.
"Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal. Saat rehab, gue nggak tau mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi. Gue belum pernah bikin lagu se-personal ini. It's all about me," kata Onad.
Dari segi musik, penggarapan lagu "Senyawa dan Candu" dibantu Raka, Sansan, dan Rudye, eks personel yang juga masih turut membantu Killing Me Inside Re:union. Onad mengaku rekan band lain langsung menerima karyanya, meski cukup beda dari lagu-lagunya sebelumnya.
Lewat single "Senyawa dan Candu" juga Killing Me Inside Re:union memperkenalkan era baru mereka dengan lagu berbahasa Indonesia. Mereka ingin bergerak ke gaya musik baru yang lebih pop dan visual yang lebih cheerful.
"Kita mau rebranding lagi, kayak waktu itu dari era The Tormented ke Biarlah. Gue ngerasa kayaknya ini ramuan Killing Me Inside Re:union yang paling pas, karena kita selalu gagal bikin lagu berbahasa Indonesia," sambung Onad.
Dari empat lagu yang ada di Popbela's Playlist: New Reality ini, mana yang paling mewakili isi hati kamu sekarang, Bela?


















