Karier 10 Jebolan America's Next Top Model, Ada yang Buka Kedai Es Krim!

- Winnie Harlow sukses menjadi model global setelah ANTM, menjadi model vitiligo pertama di Victoria's Secret Fashion Show, dan aktif sebagai spokes-model penderita vitiligo.
- Adrianne Curry pensiun dari Hollywood setelah menikah dan menolak berpartisipasi dalam docuseries Netflix Reality Check, serta aktif di media sosial.
- Jael Strauss berjuang melawan kecanduan narkoba dan kanker payudara sebelum meninggal dunia, sementara Isis King membuka ruang inklusivitas bagi transgender di industri fashion dan hiburan.
Dua dekade setelah tayang perdana, America's Next Top Model (ANTM) tak hanya dikenang lewat drama makeover dan sesi pemotretan ekstrem. Lewat docuseries Netflix terbaru berjudul Reality Check, publik diajak melihat bagaimana tekanan dan konstruksi reality show bisa berdampak panjang bagi para pesertanya. Tak semua pemenang punya karier cemerlang di dunia modeling. Ada yang pensiun dari catwalk, ada yang terjun ke dunia akting bahkan ada yang banting setir membuka usaha kedai es krim
Berikut karier jebolan America's Next Top Model yang sudah Popblea rangkum untuk kamu!
1. Winnie Harlow

Lahir dengan nama Chantelle Brown-Young, Winnie Harlow tampil di Cycle 21 pada tahun 2014 dan langsung mencuri perhatian karena kondisi vitiligo yang membuat penampilannya unik. Meski tidak keluar sebagai pemenang, kariernya justru melejit setelah acara selesai.
Dengan kemampuannya sebagai model, Harlow sukses menjadi model global. Ia menjadi model vitiligo pertama yang berjalan di catwalk Victoria's Secret Fashion Show, menjadi bintang kampanye kecantikan, Brand Ambassador Desigual, hingga dipercaya menjadi model dalam video klip Eminem , "Guts Over Fear" dan "Lemonade" milik Beyoncé. Kerja kerasnya ini membawanya memenangkan penghargaan dari Gala Spa Awards untuk kategori Beauty Idol. Tak hanya itu, Harlow juga aktif menjadi spokes-model penderita vitiligo yang menginspirasi banyak orang.
2. Adrianne Curry

Adrianne Curry adalah pemenang pertama ANTM pada Cycle 1 (2003). Kemenangannya kala itu membuka jalan bagi popularitas besar program tersebut. Namun, perjalanan hidup dan karier Curry pasca kemenangan tak selalu sesuai ekspektasi. Setelah acara selesai, ia memang dikontrak oleh Wihelmina Models dan menerima banyak pemotretan, termasuk untuk Playboy dan tampil di beberapa acara reality TV shows Amerika.
Pada tahun 2006, ia menikah dengan aktor Christopher Knight, keduanya bertemu saat syuting program The Surreal Life Season 4. Pada pertengahan tahun 2010-an, Curry memutuskan untuk pensiun dari dunia Hollywood dan pindah ke Arizona untuk menghindari sorotan publik. Ia juga menolak untuk berpartisipasi dalam docuseries Netflix Reality Check.
"Saya pikir orang-orang yang menganalisisnya secara psikologis lebih dari 20 tahun kemudian dengan sudut pandang 'woke' itu tidak masuk akal. Saya tidak percaya orang-orang tidak akan memanipulasi hal-hal yang saya katakan untuk TV, jadi saya menolak semuanya. Selain itu, publik itu seperti sekte dan kejam, jadi hal terakhir yang saya inginkan adalah banyak mata tertuju pada saya… Saya sama sekali tidak percaya pada produser mana pun, tidak ingin terlalu dikenal publik di zaman sekarang ini… dan saya sudah pensiun dari Hollywood," tulisnya di akun X pribadinya.
Setelah bercerai pada tahun 2013 dari Christopher, Curry kemudian menikah dengan Matthew pada tahun 2018 dan pindah ke Montana. Hingga ini, ia cukup aktif di media sosial, dengan 223 ribu pengikut di Instagram.
3. Jael Strauss

Jael Strauss tampil di Cycle 8 (2007) dan dikenal dengan kepribadiannya yang eksentrik. Di layar kaca, ia kerap menjadi sorotan karena momen emosional dan transformasi makeover yang drastis. Sayangnya, ia harus tereliminasi di 6 besar.
Setelah ANTM, hidupnya diwarnai perjuangan melawan kecanduan. Pada tahun 2012, ia tampil di acara Dr. Phill dan menceritakan perjuangannya melawan kecanduan narkoba jenis metamfetamin. Ia kemudian terbuka soal proses rehabilitasi dan upayanya membangun kembali hidupnya. Pada Oktober 2018, Jael mengumumkan dirinya didiagnosis kanker payudara stadium lanjut. Ia meninggal dunia dua bulan kemudian di usia 34 tahun, meninggalkan kisah tentang perjuangan, kerentanan, dan keberanian berbicara jujur mengenai masalah pribadi di hadapan publik.
4. Isis King

Isis King mencetak sejarah sebagai kontestan transgender pertama di ANTM saat tampil di Cycle 11 (2008). Kehadirannya menjadi momen penting bagi representasi transgender di televisi. Ia kemudian kembali berkompetisi di edisi All-Stars (Cycle 17), namun langkahnya harus terhenti di 11 besar.
Di luar ANTM, King membangun karier sebagai model dan aktris. Ia kerap menerima peran kecil untuk serial seperti The Bold and the Beautiful, Shameless, When They See Us, dan The L Word: Generation Q. Ia juga membintangi 2 musim untuk serial Amazon's With Love (2021-2023). Pada tahun 2012, ia menjadi model transgender pertama yang tampil dalam kampanye iklan American Apparel. Selain itu, ia juga aktif menyuarakan isu hak-hak transgender dan bekerja di sebuah organisasi yang mendukung para pemuda LGBT. Perjalanannya sering disebut sebagai tonggak penting dalam membuka ruang inklusivitas di industri fashion dan hiburan.
5. Whitney Thompson

Whitney Thompson memenangkan Cycle 10 (2008) dan menjadi pemenang plus-size pertama dalam sejarah America's Next Top Model. Kemenangannya saat itu dipandang sebagai langkah progresif dalam memperluas standar kecantikan di dunia modeling.
Namun, karier modelingnya tak selalu mulus. Ia sempat berbicara mengenai tekanan industri dan kritik soal tubuhnya. Kini, kehidupannya jauh berbeda dari masa kompetisi. Whitney menetap di Florida dan menjalankan bisnis kuliner, termasuk kedai es krim dan toko fudge di Panama City Beach. Dari runway ke usaha es krim, perjalanan Whitney menunjukkan bahwa sukses bisa didefinisikan ulang di luar sorotan kamera. Thompson tampil di “Reality Check” dan berbicara secara terbuka tentang kesulitannya menjadi model berukuran plus, baik di dalam maupun di luar acara tersebut.
6. Shandi Sullivan

Shandi Sullivan menetap di Kansas City, tempat ia bekerja sebagai petugas layanan di Walgreens. Setelah melihat iklan ANTM, ia pergi ke audisi. Dan sisanya adalah sejarah yang menjadi trauma untuk Shandi. Meskipun baru di dunia modeling, Sullivan berhasil melaju hingga babak final. Perjalanannya dipenuhi drama, yang terekam secara intens di kamera.
Dalam Reality Check: Inside America's Next Top Model, sebuah serial dokumenter Netflix yang mengeksplorasi sejarah kompleks kompetisi reality show ini, Sullivan menceritakan secara terbuka pengalamannya di acara tersebut, termasuk insiden traumatis di Milan yang masih membekas hingga kini. Selama acara, ia menjalani transformasi total, termasuk gaya rambut pirang platinum yang mencolok, yang membuatnya untuk pertama kalinya merasa cantik dan percaya diri.
Saat ini, Sullivan bekerja dengan hewan dan, seperti ia ceritakan di Reality Check, bermimpi memiliki peternakan sendiri dengan “tempat perlindungan” bagi berbagai jenis hewan. Ia juga mendirikan bisnis perhiasan berbasis di Brooklyn bernama Dream Meow Corner dan menjadi pembawa acara podcast horor Urn Fulla Popcorn bersama Timmy Williams dari The Whitest Kids U' Know.
7. Dani Evans

Danielle “Dani” Evans memenangkan Cycle 6 (2006) dan kerap disebut sebagai salah satu pemenang terbaik dalam sejarah ANTM berkat konsistensi performanya sepanjang musim. Setelah menang, Dani membangun karier modeling yang relatif stabil. Ia tampil dalam berbagai kampanye komersial dan editorial, seperti majalah Essence dan Bode, serta beberapa kali terlibat dalam proyek yang berkaitan dengan brand ANTM.
Pada tahun 2018, ia meluncurkan merek topi bernama Monrowe. Dani juga dikenal aktif berbicara soal pengalaman di industri modeling, termasuk tekanan terhadap penampilan fisik dan identitas personal. Evans tampil dalam serial dokumenter Netflix dan mengatakan bahwa dia membatalkan kontrak dan meninggalkan industri modeling sebagai keputusan terbaik dalam hidupnya.
8. CariDee English

CariDee English keluar sebagai pemenang Cycle 7 (2006) dan dikenal lewat kepribadiannya yang ceria serta keterbukaannya tentang perjuangan melawan psoriasis. Setelah ANTM, English aktif sebagai model cetak, ia pernah tampil di Seventeen, Wedding Style, Healthy Living, Runway Magazine dan banyak lagi. Dia juga menjadi bintang tamu di One Tree Hill pada tahun 2006 dan Gossip Girl pada tahun 2007. Dari tahun 2009 hingga 2010, English menjadi pembawa acara reality show Oxygen, Pretty Wicked .
Ia juga pernah bekerja sebagai presenter televisi dan menjadi wajah kampanye terkait kesadaran psoriasis. Ia juga beberapa kali tampil dalam proyek media dan fashion, membangun citra sebagai figur publik yang menggabungkan modeling dengan advokasi kesehatan. Saat ini, dia bekerja sebagai model dan fotografer.
9. Lisa D'Amato

Lisa D’Amato pertama kali tampil di Cycle 5 (2005) dengan kepribadian eksentrik yang mencuri perhatian. Ia kemudian kembali dan memenangkan edisi All-Stars di Cycle 17 pada tahun 2011. Setelah kemenangannya, D'Amato tampil di acara reality show lainnya seperti Celebrity Rehab, Marriage Boot Camp, dan Shark Tank .
Di luar modeling, Lisa juga menekuni dunia musik dan merilis karya sebagai penyanyi sejak tahun 2009. Beberapa tahun terakhir, ia terbuka mengenai pengalaman kesehatan dan prosedur medis yang berdampak pada hidupnya. Perjalanannya menunjukkan sisi lain dari kehidupan alumni reality show yang penuh dinamika personal.
10. Nyle Dimarco

Nyle DiMarco yang lahir di New York City, menjadi pria kedua dan orang tunarungu pertama yang memenangkan ajang America's Next Top Model Cycle 22 pada 2015. Sebelum mengikuti acara tersebut, ia sudah aktif sebagai model dan aktor, termasuk tampil di serial Switched at Birth. Ia kemudian memperluas kiprahnya di dunia hiburan dengan memenangkan Dancing with the Stars musim 22, menjadi aktor di beberapa serial TV, serta debut sebagai penulis dengan memoir Deaf Utopia.
Tak hanya itu, Nyle juga menjadi produser dan advokat kuat bagi komunitas Tuli: ia memproduksi seri Netflix Deaf U dan menjadi produser eksekutif untuk film pendek Oscar‑nominated Audible, serta aktif mendukung pendidikan bahasa isyarat dan representasi yang lebih baik di media.
Itu dia karier 10 jebolan America's Next Top Model. Kisah mereka memperlihatkan bahwa kemenangan atau popularitas di reality show bukanlah jaminan arah hidup yang sama. Untuk kamu yang penasaran dengan realita di balik layar kompetisi tersebut, tonton Reality Check di Netflix!


















