Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Popbela's Playlist: Falling Into Resonance

Playlist.png
Berbagai Sumber | Popbela's Playlist
Intinya sih...
  • Dul Jaelani merilis single "Sebenarnya, Selamanya..." yang mengangkat kisah kasmaran dengan sudut pandang jujur, intim, dan emosional.
  • Tohpati dan Fabio Asher merilis remake lagu "Cinta Kita" dengan sentuhan produksi yang lebih megah dan modern untuk menjadi jembatan antargenerasi.
  • Aziz Hedra merilis "I Don’t Know Anymore (Live Session)" di seluruh digital streaming platform setelah banyak permintaan dari pendengar dan penggemar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musik punya cara tersendiri untuk menyentuh hati. Dalam playlist kali ini, Popbela mengajak kamu untuk hanyut dalam resonansi emosi, mulai dari cinta yang tulus dan intim, nostalgia yang hangat hingga kegelisahan hati yang jujur. Setiap lagu seperti perasaan yang bergema di dalam diri, menghadirkan momen untuk merasakan, merenung dan membiarkan musik menjadi cermin bagi perasaan kita sendiri.

Di lagu-lagu inilah kamu bisa merasakan getaran emosi yang sama sekali berbeda di setiap nada, seolah setiap lagu berbicara langsung kepada hati.

"Sebenarnya, Selamanya..." - Dul Jaelani

Artwork - Sebenernya Selamanya....jpg
Dok. Massive Entertainment | "Sebenarnya, Selamanya..." - Dul Jaelani

Dul Jaelani kembali menghadirkan karya terbarunya yang bertajuk "Sebenarnya, Selamanya...", sebuah single yang mengangkat kisah kasmaran dengan sudut pandang yang jujur, intim dan emosional. Lewat lagu ini, Dul mengajak pendengar untuk bisa menyelami cinta sebagai ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan, tempat kebahagiaan dan penderitaan berdampingan tanpa pernah lekang oleh waktu.

Di tengah banyaknya lagu cinta yang telah hadir di industri musik Indonesia, "Sebenarnya, Selamanya..." menawarkan pembeda melalui tema dan detail liriknya. Pendengar diajak untuk masuk lebih dalam, merasakan cinta bukan hanya sebagai perasaan indah semata, tapi juga sebagai sebuah komitmen batin yang bertahan meski terpisah jarak dan waktu. Menariknya, lagu ini hadir dengan balutan energi rock yang terasa hidup. Hasilnya, sebuah karya yang terasa organik, jujur dan sangat merepresentasikan Dul saat ini.

"Cinta Kita" - Tohpati, Fabio Asher

Artwork - Cinta Kita.JPG
Dok. Wecord Evermore Present | "Cinta Kita" - Tohpati, Fabio Asher

Setelah sukses menghadirkan remake single populer “Semusim” bersama Nadhif Basalamah pada 21 November 2025 lalu, kini Tohpati kembali merilis single remake lain. Pilihan jatuh pada “Cinta Kita”, lagu yang dulu dinyanyikan oleh Reza Artamevia dan hits di tahun 2002. Kembali berkolaborasi dengan penyanyi muda, kali ini ia menarik Fabio Asher untuk mengisi vokal di “Cinta Kita” versi terbaru ini. Bagi Fabio Asher, kolaborasi ini merupakan kesempatan berharga dalam kariernya. Fabio pun mencoba menghadirkan pendekatan vokal yang personal, tanpa menghilangkan identitas lagu.

Dari sisi aransemen, Tohpati memang tidak melakukan perubahan drastis pada struktur lagu, tapi sentuhan produksinya dibuat lebih megah dan modern. Tohpati dan Fabio sama-sama ingin “Cinta Kita” versi remake ini bisa menjadi jembatan antargenerasi. Pendengar lama tetap bisa merasakan nostalgia dan emosi yang sama, sementara pendengar baru bisa mengenal dan jatuh cinta pada lagunya. Yang paling penting, semoga lagu ini kembali hidup dan punya makna baru bagi siapa pun yang mendengarkan.

"I Don't Know Anymore (Live Session)" - Aziz Hedra

Artwork - I Don’t Know Anymore (Live Session).jpg
Dok. Sony Music Indonesia | "I Don't Know Anymore (Live Session) - Aziz Hedra

Setelah sebelumnya hanya dirilis secara eksklusif di YouTube, akhirnya Aziz Hedra merilis "I Don’t Know Anymore (Live Session)" di seluruh digital streaming platform. Rilisnya lagu ini di DSP adalah sebuah respond Aziz atas banyaknya permintaan para pendengar dan penggemarnya yang ingin menikmati versi live session lagu tersebut secara lebih luas. Selain dibawakan dalam format live, lagu ini terasa lebih raw secara emosi sehingga membuat nuansanya lebih jujur dan intim.

Tidak sampai disitu saja, untuk versi Live Session, Aziz juga memberikan tambahan lirik di bagian akhir lagu yang semakin memperkuat pesan emosional yang ingin dia sampaikan. Lagu ini berkisah tentang sebuah fase dimana seseorang berada di titik serba salah karena dia merasa tengah butuh pertolongan, namun tidak tahu harus meminta bantuan ke mana dan ke siapa. Ada rasa kelelahan, kebingungan, namun juga harapan agar semua perasaan ini bisa segera berakhir. Cerita ini, kata Aziz, diangkat karena menjadi bagian dari fase quarter life crisis dimana merupakan sebuah fase kehidupan yang tentunya dialami oleh banyak orang.

Itu dia Popbela's Playlist kali ini. dari tiga lagu tersebut, adakah yang mewakili perasaanmu saat ini, Bela?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More

Popbela's Playlist: Falling Into Resonance

16 Jan 2026, 19:15 WIBCareer