BeautyFest Asia (BFA) Jakarta 2026 resmi menutup rangkaian acaranya pada Minggu (31/05/2026) di Mall Kota Kasablanka. Memasuki hari terakhir, antusiasme para beauty enthusiast tetap terasa melalui berbagai talkshow, workshop, fashion showcase, hingga penampilan spesial yang berlangsung sepanjang hari.
7 Pesan Inspiratif yang Bikin DAY 3 BFA Jakarta 2026 Makin Berkesan

BeautyFest Asia Jakarta 2026 menutup rangkaian acaranya dengan antusiasme tinggi, menghadirkan talkshow, workshop, dan fashion showcase yang sarat pesan tentang kepercayaan diri serta ekspresi diri.
Para pembicara menekankan pentingnya kenyamanan diri, keberanian mencoba hal baru, serta menjaga identitas pribadi sebagai kunci membangun rasa percaya diri dan autentisitas.
Melalui sesi seperti journaling dan fashion showcase, peserta diajak mengenal diri lebih dalam serta mengekspresikan karakter unik mereka lewat kreativitas dan gaya personal.
Tak hanya menghadirkan hiburan dan pengalaman seru, BFA Jakarta 2026 juga dipenuhi berbagai pesan inspiratif tentang kepercayaan diri, self-love, kreativitas, dan keberanian menjadi diri sendiri. Lalu, apa saja pelajaran berharga yang mewarnai hari terakhir sekaigus penutupan BFA Jakarta 2026? Simak rangkumannya berikut ini, Bela!
1. Main character energy bukan berarti menjadi pusat dunia

Istilah main character energy belakangan semakin populer, terutama di kalangan generasi muda. Namun menurut Aprilian Tika, konsep ini bukan berarti seseorang harus menjadi sosok yang paling menonjol atau merasa lebih penting dibanding orang lain.
Baginya, main character energy adalah tentang memiliki kehadiran yang kuat dalam hidup sendiri dan memahami tujuan yang ingin dicapai.
"Kalau menurut aku dari main character energy itu adalah seseorang yang berasa hidupnya itu adalah pemain utama di sebuah film. Bukannya lagi narsis ya, tapi kayak kita tuh punya presence yang kuat di hidup ini dan di dunia ini gitu. Dia tuh tau dia tuh maunya apa. Terus kedatangannya juga kayak punya aura sendiri dan orang lain bisa merasakannya," pungkasnya.
Pesan ini mengingatkan bahwa setiap orang berhak menjadi tokoh utama dalam perjalanan hidupnya masing-masing.
2. Percaya diri berawal dari kenyamanan terhadap diri sendiri

Menurut Ms. Angelina, fondasi utama kepercayaan diri bukanlah tren fashion terbaru atau pakaian paling mahal, melainkan rasa nyaman terhadap diri sendiri.
Di era modern, fashion telah berkembang menjadi sarana personal branding yang membantu seseorang menunjukkan identitasnya. Karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara gaya yang disukai dan pilihan yang tersedia.
"Menurut saya adalah hal yang paling penting itu pada saat seseorang sudah nyaman dengan caranya berpakaian. Karena zaman sekarang kan modern clothing itu bukan cuma kita harus conform ke apa yang society mau tapi ada yang namanya personal branding."
Saat seseorang merasa nyaman dengan dirinya, rasa percaya diri akan muncul secara lebih alami.
3. Fashion adalah bentuk komunikasi tentang siapa diri kita

Apa yang dikenakan setiap hari ternyata dapat menyampaikan banyak hal tanpa perlu diucapkan secara langsung. Aprilian menjelaskan bahwa pakaian merupakan representasi diri yang memperlihatkan bagaimana seseorang ingin dikenal oleh orang lain.
"Soalnya apa yang kita pakai itu representasi diri kita. Jadi gimana cara kita berpakaian itu kita tuh sebenarnya mau dilihat oleh orang lain tuh seperti apa."
Ia bahkan memilih warna-warna cerah karena mampu menghadirkan energi positif dalam kesehariannya.
"Mungkin aku suka colourful, mungkin kalau aku pribadi karena biar hari-hari aku lebih ceria dan mungkin aku bahagia pakai baju warna warni," tambahnya.
Melalui pilihan fashion yang sesuai karakter, seseorang dapat membangun identitas yang lebih autentik.
4. Jangan terlalu sibuk mengikuti standar orang lain
Pesan serupa juga disampaikan PAPION ketika berbicara mengenai self-love dan penerimaan diri. Menurut mereka, salah satu bentuk mencintai diri sendiri adalah berani memprioritaskan diri dan tidak memaksakan diri untuk selalu menyesuaikan standar yang dibuat orang lain.
"Prioritasi diri kalian dulu. Don't try to fit in," ungkapnya.
PAPION percaya bahwa setiap individu memiliki keunikan masing-masing yang tidak perlu disembunyikan demi mendapatkan penerimaan dari lingkungan sekitar. Ketika seseorang mulai menghargai dirinya sendiri, rasa percaya diri akan tumbuh lebih kuat dan bertahan lebih lama.
5. Berani mencoba adalah langkah awal menuju percaya diri

Kepercayaan diri tidak selalu hadir sejak awal. Sering kali, rasa percaya diri tumbuh setelah seseorang berani mengambil langkah pertama. PAPION mengajak siapa pun yang masih ragu untuk mulai mencoba hal-hal yang diinginkan tanpa terlalu takut pada kemungkinan gagal.
"Bikin standar lo sendiri. Coba semuanya yang lo ingin coba. Dan jangan berpikir-pikir. Coba aja."
Pesan tersebut diperkuat oleh Fara yang mengingatkan bahwa seseorang tidak akan pernah mengetahui hasilnya jika tidak berani memulai.
"Just do it. Kalo misalnya belum nyoba, kita kan gak ada yang tau. Jadi mending coba aja langsung."
Kadang, keberanian kecil hari ini bisa menjadi awal dari perubahan besar di masa depan.
6. Identitas diri adalah kekuatan yang perlu dipertahankan

Pesan tentang pentingnya identitas juga muncul dalam Ethereal Elegance Trunk Show bersama para desainer ESMOD. Ms. Angelina menjelaskan bahwa setiap mahasiswa didorong untuk menemukan dan mengembangkan karakter kreatif mereka sendiri.
"In the end of the day, kami mau semua murid itu punya identitasnya masing-masing."
Menurutnya, setiap karya akan menjadi lebih bermakna ketika mampu merepresentasikan kepribadian penciptanya.
Hal yang sama berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang memahami identitas dirinya, ia akan lebih mudah mengambil keputusan, mengekspresikan diri, dan menjalani hidup dengan percaya diri tanpa harus kehilangan jati dirinya.
7. Mengenal diri sendiri bisa dimulai dari journaling

Di tengah padatnya rangkaian acara BeautyFest Asia Jakarta 2026, workshop Express Yourself with Creative Journaling bersama Terra Coterie menghadirkan pesan inspiratif tentang pentingnya meluangkan waktu untuk mengenal diri sendiri. Melalui journaling, peserta diajak mengekspresikan pikiran, perasaan, impian, hingga kenangan berharga ke dalam karya yang personal sekaligus bermakna.
Instructor Terra Coterie, Annisa Brenda Clara, mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut telah menjadi bagian dari hidupnya sejak lama.
"Saya memulai journaling sejak masih sekolah SMP, jadi dari dulu senang mengumpulkan berbagai hal untuk dijadikan junk journal. Menurut saya, journaling juga bisa menjadi cara untuk merekam banyak kenangan yang nantinya bisa dilihat dan dikenang kembali," tandasnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa memahami diri sendiri bisa dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk melalui aktivitas kreatif yang memberi ruang untuk berekspresi dan berefleksi.
Itulah tujuh pesan inspiratif yang mewarnai hari terakhir sekaligus penutupan BeautyFest Asia Jakarta 2026. Sampai jumpa di rangkaian BeautyFest Asia berikutnya dengan lebih banyak keseruan, pengalaman baru, dan inspirasi menarik lainnya, Bela!


















