Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Penyebab Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

7 Penyebab Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?
magnific.com
Intinya Sih
  • Kanker ovarium dapat dipicu oleh faktor genetik, seperti mutasi BRCA1 dan BRCA2, usia lanjut, serta riwayat penyakit tertentu termasuk endometriosis atau kanker lain.

  • Terapi hormon pascamenopause dan obesitas juga meningkatkan risiko melalui perubahan kadar hormon tubuh yang memengaruhi pertumbuhan sel abnormal di ovarium.

  • Faktor tambahan seperti tidak pernah hamil, kehamilan di usia tua, serta paparan bahan kimia berbahaya, seperti asbes dan radiasi turut memperbesar kemungkinan terjadinya kanker ovarium.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang dialami oleh kaum perempuan dan terletak di ovarium atau indung telur. Penyebab pasti kanker ini belum dapat sepenuhnya dipahami, namun beberapa ahli menyebutkan ada beberapa hal yang bisa meningkatkan kemungkinan risiko penyakit tersebut.

Kemungkinan tersebut antara lain berasal dari mutasi genetik, riwayat endometriosis, obesitas, hingga terapi hormon pasca menopause. Biar lebih jelas, yuk simak penyebab kanker ovarium selengkapnya di bawah ini!

Table of Content

1. Riwayat genetik dan mutasi genetik

1. Riwayat genetik dan mutasi genetik

penyebab kanker ovarium
pexels.com/Elina Fairytale

Jika di keluargamu ada riwayat kanker ovarium, risiko kamu untuk terkena kanker tersebut bisa lebih tinggi. Hal ini bisa terjadi karena adanya mutasi gen yang diwariskan atau dikenal sebagai sindrom kanker keluarga.

Salah satu contohnya adalah sindrom HBOC (kanker payudara dan ovarium turunan). Kondisi ini sering dikaitkan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang sebenarnya berfungsi melindungi tubuh dengan memperbaiki kerusakan DNA. Sayangnya, jika gen ini bermutasi, maka sel bisa menjadi abnormal dan berkembang menjadi kanker.

Memiliki mutasi BRCA memang bisa meningkatkan risiko, tetapi bukan berarti kamu pasti akan terkena kanker. Selain itu, ada juga sindrom lain seperti Lynch yang disebabkan mutasi gen berbeda dan dapat memicu risiko beberapa jenis kanker, termasuk ovarium.

Oleh karena itu, apabila kamu memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium, melakukan tes genetik bisa menjadi langkah yang tepat untuk mengetahui seberapa besar risiko yang kamu miliki.

2. Kerusakan sel tubuh seiring bertambahnya usia

Penyebab kanker ovarium berikutnya berkaitan dengan usia. Menurut American Cancer Society, risiko terkena kanker ovarium akan meningkat seiring bertambahnya usia. Penyakit ini jarang terjadi pada perempuan di bawah usia 40 tahun. Sebagian besar kasus kanker ovarium justru muncul setelah menopause dan sekitar setengah kasusnya dialami oleh perempuan yang berusia 63 tahun ke atas.

Hal ini disebabkan bertambahnya usia, sel-sel tubuh bisa mengalami kerusakan. Terkadang, tubuh dapat memperbaiki kerusakan sel tersebut. Namun, ada beberapa sel rusak yang tidak diperbaiki, menumpuk, dan lama-kelamaan memicu terjadinya kanker dalam tubuh.

3. Riwayat kanker atau endometriosis

penyebab kanker ovarium
pexels.com/Anna Tarazevich

Selanjutnya, risiko kanker ovarium bisa meningkat jika kamu punya riwayat penyakit tertentu atau pernah mengalami jenis kanker lain. Misalnya, orang yang pernah terkena kanker payudara, rahim, rektum, atau usus besar cenderung memiliki risiko lebih tinggi.

Selain itu, kondisi seperti endometriosis juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker ovarium, terutama jenis tertentu seperti kanker ovarium sel jernih atau endometrium.

4. Terapi penggantian hormon

Melansir laman National Cancer Institute, risiko kanker ovarium bisa sedikit mengalami peningkatan pada perempuan yang menjalani terapi penggantian hormon (HRT) setelah menopause. Bahkan, penggunaan HRT dalam waktu singkat (kurang dari 5 tahun) tetap dapat meningkatkan risiko. Risiko ini berlaku baik untuk HRT yang hanya mengandung estrogen maupun kombinasi estrogen dan progestin.

Namun, jenis HRT yang diberikan melalui kulit kemungkinan memiliki risiko lebih rendah dibandingkan yang diminum. Selain itu, setelah HRT dihentikan, risikonya akan berangsur menurun dan usia saat menjalani terapi tidak terlalu memengaruhi tingkat risiko tersebut.

5. Obesitas

penyebab kanker ovarium
pexels.com/Los Muertos Crew

Penelitian yang dipublikasikan oleh Jurnal Kedokteran Meditek menyebutkan obesitas merupakan salah satu faktor penyebab kanker ovarium. Perempuan dengan status obesitas punya risiko sekitar 10% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal.

Peningkatan risiko ini berkaitan dengan penumpukan lemak berlebih dalam tubuh yang memicu perubahan hormon, seperti meningkatnya estrogen, insulin, insulin-like growth factor, dan menurunnya progesteron.

Selain itu, jumlah lemak yang bertambah banyak dalam tubuh bisa meningkatkan adhesi sel mesotelial kanker yang mengubah struktur kanker dan menyebabkan terjadinya metastasis hingga mencapai daerah intraperitoneal.

6. Hamil di usia tua atau tidak pernah hamil

Usia saat memiliki anak sering menjadi pertimbangan bagi beberapa pasangan. Hal ini sebenarnya bukan hanya untuk menghindari komplikasi kehamilan, tetapi juga mencegah terjadinya kanker.

Memiliki satu atau lebih kehamilan yang cukup bulan dianggap punya risiko kanker ovarium yang lebih rendah. Namun, punya anak di usia lebih tua (setelah 35 tahun) atau tidak pernah memiliki anak justru kerap dikaitkan dengan penyebab meningkatnya risiko kanker ovarium.

7. Paparan bahan kimia tertentu

penyebab kanker ovarium
magnific.com

Paparan bahan kimia tertentu, seperti asbes, dapat menjadi penyebab kanker ovarium meskipun kasusnya jarang. Oleh karena itu, perempuan yang sering berada di lingkungan dengan bahan kimia berbahaya disarankan untuk lebih berhati-hati dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, paparan radiasi dalam dosis tinggi juga bisa menyebabkan kanker ovarium, seperti pada pekerja nuklir atau korban paparan bom atom. Meski demikian, paparan radiasi dalam dosis rendah umumnya tidak terbukti meningkatkan risiko tersebut.

Demikian tujuh penyebab kanker ovarium yang perlu kamu ketahui dan waspadai. Semoga informasi di atas bisa membuat kita lebih waspada, ya!

FAQ seputar penyebab kanker ovarium

Apakah faktor keturunan memengaruhi kanker ovarium?

Ya, riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara dapat meningkatkan risiko.

Bisakah gaya hidup memicu kanker ovarium?

Pola hidup tidak sehat, obesitas, dan merokok dapat meningkatkan risiko terkena kanker ovarium.

Bagaimana cara menurunkan risiko terkena kanker ovarium?

Menjaga berat badan ideal, terapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan kesehatan berkala bisa membantu menurunkan risiko kanker ovarium.

Referensi:

Healthline. 2026. “What Causes Ovarian Cancer?” Diakses April 2026.

National Cancer Institute. 2026. “Ovarian, Fallopian Tube, and Primary Peritoneal Cancer.” Diakses April 2026.

American Cancer Society. 2026. “Ovarian Cancer Risk Factors.” Diakses April 2026.

Medical News Today. 2026. “An Overview of Ovarian Cancer.” Diakses April 2026.

MyOvarianCancerTeam. 2026. “What Causes Ovarian Cancer? 10 Risk Factors.” Diakses April 2026.

Handoko dkk. 2023. “Hubungan antara Obesitas dengan Kanker Ovarium di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.” Jurnal Kedokteran Meditek 29, No.1.

Sunwook dkk. 2018. “Ovarian Cancer in a Former Asbestos Textile Factory Worker: A Case Report.” Annals of Occupational and Environmental Medicine 30, No.1.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah
Follow Us

Related Articles

See More