Kolaborasi P&G Health dan Kampus Farmasi, Perkuat Peran Apoteker

- P&G Health Indonesia berkolaborasi dengan Unika Atma Jaya dan Universitas Padjadjaran untuk memperkuat pendidikan farmasi, mempersiapkan apoteker menghadapi kebutuhan layanan kesehatan modern.
- Program ini menekankan tiga pilar utama—edukasi, riset, dan pengabdian masyarakat—dengan metode pembelajaran modern seperti e-learning dan modul digital bagi mahasiswa serta alumni.
- Inisiatif ini diharapkan mencetak apoteker yang adaptif, kompeten, dan berperan aktif sebagai mitra kesehatan melalui pemahaman mendalam tentang penyakit umum serta penggunaan obat yang rasional.
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, P&G Health Indonesia mengambil langkah untuk memperkuat kualitas pendidikan farmasi di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan dua institusi pendidikan ternama, yaitu Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Padjadjaran, program ini dirancang untuk mempersiapkan generasi apoteker yang lebih siap menghadapi kebutuhan layanan kesehatan modern.
Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama akademik biasa, namun sebuah inisiatif jangka panjang yang menghubungkan dunia industri dengan dunia pendidikan. Tujuannya jelas: menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif, relevan, dan selaras dengan tantangan nyata di lapangan, khususnya dalam pelayanan pasien.
Menjawab tantangan farmasi modern

Seiring berkembangnya kebutuhan layanan kesehatan, peran apoteker kini semakin kompleks. Mereka tidak lagi hanya bertugas sebagai penyedia obat, tetapi juga menjadi mitra kesehatan yang berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada pasien. Hal inilah yang menjadi dasar penting dari kolaborasi antara P&G Health Indonesia dan institusi akademik.
Program ini secara khusus membekali mahasiswa dan alumni dengan pemahaman mendalam mengenai penyakit yang umum ditemui di masyarakat, seperti anemia, rhinitis akut, hingga neuropati perifer. Tidak hanya itu, penekanan juga diberikan pada pentingnya penggunaan obat yang rasional dan bertanggung jawab, yang menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.
Caroline Herlina, Brand Director Health Care P&G Indonesia, menegaskan bahwa apoteker memiliki peran krusial dalam sistem kesehatan. Melalui kolaborasi ini, pihaknya ingin menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik nyata, sekaligus memperkenalkan inovasi solusi kesehatan yang dimiliki oleh P&G Health Indonesia.
Tiga pilar utama: Edukasi, riset, dan pengabdian

Kolaborasi ini dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya dirancang untuk berjalan beriringan demi menciptakan ekosistem pembelajaran yang komprehensif.
Pada aspek edukasi, program ini menghadirkan berbagai metode pembelajaran modern seperti e-learning, video edukasi, serta modul terstruktur dalam bentuk e-book dan buku cetak. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami materi secara lebih fleksibel sekaligus mendalam.
Program e-learning yang dijalankan bersama Unika Atma Jaya bahkan menargetkan lebih dari 500 peserta hingga pertengahan 2026. Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga alumni yang tengah menjalani profesi sebagai apoteker, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Menurut Dr. dr. Felicia Kurniawan, M.Kes, Dekan Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya, pendekatan ini membawa perubahan signifikan dalam metode pembelajaran. Mahasiswa kini dapat memahami bagaimana ilmu yang dipelajari dapat langsung diterapkan dalam situasi nyata bersama pasien.
Dampak jangka panjang bagi layanan kesehatan

Lebih dari sekadar program pendidikan, kolaborasi ini diharapkan mampu membawa perubahan perspektif terhadap profesi apoteker. Dengan kompetensi yang lebih matang dan pendekatan yang lebih holistik, apoteker di masa depan diharapkan dapat berperan sebagai mitra kesehatan yang aktif. Mereka tidak hanya membantu menyediakan obat, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi, membimbing pasien dalam penggunaan obat, hingga membantu pengambilan keputusan yang tepat terkait kesehatan.
P&G Health Indonesia sendiri berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini melalui pengembangan modul pembelajaran lanjutan, kolaborasi riset, serta berbagai inisiatif edukasi masyarakat.
Menuju generasi yang lebih adaptif

Kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan seperti ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi tenaga kesehatan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, organisasi profesi, hingga pemerintah, program ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Melalui sinergi yang kuat, P&G Health Indonesia bersama para mitra berharap dapat mencetak generasi apoteker yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki empati, kemampuan komunikasi, serta pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan pasien.


















