- Faktor genetik
Penyebab eksim yang pertama masih berkaitan dengan genetik. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, asma, atau eksim, maka risiko seseorang mengalami eksim akan lebih tinggi. - Gen filaggrin
Salah satu gen yang sering dikaitkan dengan eksim adalah gen filaggrin (FLG). Gen ini berfungsi memberikan instruksi untuk menghasilkan protein filaggrin yang berperan dalam menjaga fungsi skin barrier. Mutasi pada gen tersebut bisa melemahkan lapisan pelindung kulit sehingga meningkatkan risiko eksim dan gangguan kulit lainnya, bahkan membuat kulit lebih sensitif terhadap iritan serta alergen lingkungan. - Sistem kekebalan tubuh
Selain faktor genetik, sistem kekebalan tubuh ternyata juga dianggap berperan dalam perkembangan kondisi eksim. Pada penderita eksim, sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu sehingga memicu peradangan pada kulit. - Faktor lingkungan
Penderita eksim punya gangguan pada fungsi pelindung kulit mereka sehingga kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap iritan maupun alergen lingkungan. Kambuhnya eksim ini bisa dipicu oleh deterjen, sabun, tungau debu, bulu hewan, hingga makanan tertentu. Selain itu, stres, perubahan suhu dan kelembapan, serta infeksi juga dapat memperburuk gejala eksim.
Apakah Eksim Menular? Ini Penyebab dan Pencegahannya

- Eksim bukan penyakit menular, namun luka akibat garukan bisa memicu infeksi bakteri atau virus yang bersifat menular.
- Penyebab eksim meliputi faktor genetik, mutasi gen filaggrin, sistem imun yang reaktif, serta pengaruh lingkungan seperti debu dan stres.
- Pencegahan eksim dilakukan dengan menjaga kelembapan kulit, menghindari pemicu iritasi, memakai produk lembut, tidak menggaruk kulit, dan berkonsultasi ke dokter bila gejala memburuk.
Banyak orang mengira eksim merupakan penyakit menular lewat kontak fisik. Gejala ini biasanya ditandai dengan ruam kemerahan, bersisik, dan gatal di area tertentu. Tampilannya yang seperti itu membuat tak sedikit orang bertanya-tanya apakah eksim menular?
Namun, jawabannya adalah tidak. Eksim tidak bisa menular dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan atau kontak langsung. Nah, biar makin jelas, yuk simak dulu penjelasan terkait eksim di bawah ini!
Table of Content
1. Apakah eksim menular?

Melansir Medical News Today, eksim bukanlah penyakit yang bisa ditularkan. Bahkan, jika kamu memiliki ruam eksim yang sedang aktif, kondisi tersebut tidak dapat menular ke orang lain melalui kontak fisik seperti berpelukan, bersin, dan sebagainya.
Meski demikian, eksim bisa membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi tambahan lainnya. Jika kulit digaruk hingga terluka, bakteri, virus, atau jamur akan masuk dan memicu infeksi yang mungkin bisa menular.
Misalnya, seorang penderita eksim mengalami infeksi virus yang serius, seperti eczema herpeticum, eczema coxsackium, dan eczema vaccinatum. Maka, mereka juga lebih berisiko terkena infeksi bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang bersifat menular.
2. Faktor penyebab eksim

Meskipun penyebab eksim belum diketahui sepenuhnya, para ahli meyakini bahwa eksim disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan atau memicu munculnya eksim menurut penelitian yang diterbitkan oleh StatPearls Publishing.
3. Cara mengatasi dan mencegah eksim

Meskipun eksim tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi dan mencegah eksim kambuh, antara lain:
- Menjaga kelembapan kulit
Salah satu pemicu utama eksim ialah kulit yang kering. Oleh karena itu, ada baiknya jaga kelembapan kulitmu untuk mencegah kambuhnya eksim. Cobalah gunakan pelembap secara rutin yang bebas pewangi dan diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Kamu juga bisa mengaplikasikan pelembap setelah mandi agar kulit terhidrasi dengan baik dan terhindar dari iritasi. - Hindari pemicu eksim
Setiap orang bisa memiliki pemicu eksim yang berbeda. Namun, beberapa pemicu umum eksim biasanya disebabkan oleh sabun dengan bahan keras, deterjen, parfum, debu, hingga stres. Supaya eksim tidak mudah kambuh, cobalah cari tahu hal-hal yang bisa memicu gejala eksim di kulitmu. Setelah tahu apa pemicunya, hindari faktor pemicu tersebut agar kondisi kulitmu tetap aman. - Gunakan produk perawatan kulit yang lembut
Produk perawatan kulit yang mengandung alkohol, pewangi, atau bahan kimia keras bisa memperparah eksim. Sebaiknya, pilih produk dengan bahan-bahan lembut dan bebas dari iritan untuk membantu membersihkan kulit tanpa merusak skin barrier. - Hindari menggaruk kulit yang gatal
Rasa gatal akibat eksim sering membuat penderitanya ingin sekali menggaruk kulit. Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa memperparah peradangan, luka, bahkan membuat infeksi. Alih-alih menggaruk, kamu cukup tepuk-tepuk pelan area yang gatal. Selain itu, gunakan kompres dingin untuk meredakan rasa gatal yang tak tertahankan. - Konsultasi dengan dokter
Terakhir, jika kondisi eksim makin parah atau tidak kunjung membaik, segeralah ke dokter. Dokter tentunya bisa memberikan penanganan yang tepat. Misalnya, dengan memberikan krim kortikosteroid, antihistamin untuk mengurangi gatal, atau obat antiinflamasi. Penanganan tersebut tidak hanya berguna untuk meredakan gejala eksim, tetapi juga mencegah masalah yang lebih serius pada kulit di kemudian hari.
Demikian penjelasan seputar apakah eksim menular atau tidak. Dari pembahasan di atas, kamu bisa menyimpulkan bahwa yang menular sebenarnya bukanlah eksimnya, melainkan infeksi kulit yang menyertainya.
FAQ seputar apakah eksim menular
| Apakah eksim itu menular? | Tidak. Eksim bukan penyakit menular, jadi tidak bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik. |
| Apa penyebab utama eksim? | Eksim bisa dipicu oleh faktor genetik, sistem imun, ataupun iritasi dari lingkungan (misalnya sabun, debu, atau cuaca). |
| Bagaimana cara mencegah munculnya eksim? | Jaga kelembapan kulit dengan rutin memakai pelembap, hindari pemicu seperti sabun keras, debu, atau keringat berlebih, serta gunakan pakaian yang lembut dan tidak mengiritasi kulit. |
Referensi:
"Eczema: Is It Contagious?". Healthline. Diakses pada Maret 2026.
"Is Eczema Contagious?". Medical News Today. Diakses pada Maret 2026.
Nemeth, Valerie,dkk. “Eczema”. StatPearls Publishing. 1 Maret 2024.


















