Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Stack Dating Adalah Kencan Hemat Waktu a la Gen Z, Ini Penjelasannya!

Stack Dating Adalah Kencan Hemat Waktu a la Gen Z, Ini Penjelasannya!
Pexels.com/Luis Zambrano
Intinya Sih
  • Stack dating adalah tren kencan di kalangan Gen Z dengan menjadwalkan beberapa pertemuan dalam satu hari agar lebih efisien dan tidak terlalu fokus pada satu orang.
  • Metode ini populer karena fleksibel, hemat waktu, dan membantu mengurangi overthinking saat first date, meski berisiko membuat burnout bagi yang mudah lelah secara sosial.
  • Pakar menilai stack dating bisa membantu mengatur emosi bagi yang cepat baper, namun juga dapat menghambat kedalaman koneksi emosional jika dilakukan terlalu intens.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Buat Gen Z, mereka ingin semuanya serba cepat dan praktis, termasuk soal kencan. Mereka tak ingin membuang waktu dengan jadwal bertemu yang berjeda sampai berminggu-minggu, apalagi kalau belum tentu lanjut. Waktu luang itu berharga, jadi mereka ingin menggunakannya se-efektif mungkin.

Karena itulah, muncul tren yang disebut stack dating. Intinya, stack dating adalah menjadwalkan beberapa kencan dalam waktu berdekatan, bahkan bisa dalam satu hari. Cara ini bikin mereka bisa kenalan dengan beberapa orang sekaligus, mirip speed dating tapi versi lebih santai. Selain hemat waktu, metode ini juga membantu supaya tidak terlalu cepat baper atau fokus ke satu orang sebelum benar-benar yakin. Untuk lebih jelasnya, yuk simak apa itu stack dating sebagai berikut!

Apa itu stack dating?

Stack Dating
pexels.com/Matheus Bertelli

Istilah “stack dating” merujuk pada kebiasaan menjadwalkan beberapa kencan pertama secara berurutan dalam satu hari yang sama, untuk memaksimalkan peluang menemukan pasangan. Misalnya bertemu saat jam istirahat kerja, sarapan bareng sebelum memulai hari, atau singgah sebentar di taman sebelum lanjut nongkrong dengan teman.

Jadi, kencan tidak lagi menjadi agenda besar yang menyita satu hari penuh, melainkan bagian kecil dari aktivitas sehari-hari. Bahkan, ketika memiliki waktu luang lebih, seseorang bisa saja menjadwalkan beberapa kencan dalam satu hari.

Tren ini banyak digunakan oleh Gen Z yang ingin tetap membuka peluang hubungan romantis tanpa harus menjadikan hubungan romantis sebagai pusat dari seluruh kegiatan mereka. Mereka ingin tetap produktif dan menjalani rutinitas seperti biasa, tetapi tetap memberi ruang untuk bertemu orang baru.

Kenapa stack dating populer di kalangan Gen Z?

Stack Dating
pexels.com/jhon macias

Stack dating kini jadi salah satu cara populer dalam dunia kencan. Metode ini membantu seseorang agar tidak terlalu cepat berharap pada satu orang, karena kamu bisa bertemu beberapa orang dalam waktu berdekatan sebelum benar-benar menentukan pilihan. Namun, bagi yang mudah lelah secara sosial, cara ini tetap berisiko membuat burnout.

Meski begitu, banyak yang menyukainya karena lebih fleksibel dan praktis. Kencan bisa dijadwalkan di sela waktu luang tanpa harus mengorbankan akhir pekan. Selain itu, karena beberapa pertemuan dilakukan dalam satu hari, kamu jadi tidak punya banyak waktu untuk overthinking. Prosesnya terasa lebih ringan dan perlahan membuatmu lebih percaya diri menghadapi first date.

Pro dan kontra stack dating

Stack Dating
pexels.com/Phạm Chung

Meski stack dating terlihat praktis dan hemat energi, para ahli masih memperdebatkan apakah cara ini benar-benar efektif untuk membangun hubungan jangka panjang. Sisi positifnya, kamu tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak waktu, biaya, maupun perasaan. Selain itu, metode ini bisa jadi ajang melatih keterbukaan, rasa penasaran, sekaligus memahami batasan diri saat mengenal orang baru.

Di sisi lain, konsep microdating sering membuat seseorang mengambil keputusan terlalu cepat. Karena pertemuannya singkat, penilaian yang muncul pun belum tentu benar. Akibatnya, ada kemungkinan melewatkan sosok yang sebenarnya potensial hanya karena tidak langsung terasa “klik”.

Sejumlah psikolog juga menilai bahwa pendekatan yang terlalu menekankan efisiensi bisa mengurangi kedalaman dan kehadiran emosional. Jika kencan diperlakukan seperti agenda padat yang harus dituntaskan, prosesnya bisa terasa melelahkan dan membuat sulit fokus pada satu orang. Pada akhirnya, hubungan yang bertahan lama tetap membutuhkan keseimbangan antara kepraktisan dan koneksi yang tulus serta mendalam.

Apakah stack dating efektif?

Stack Dating
pexels.com/Jonathan Borba

Melansir dari laman askmen, menurut dating coach Monica Wadwa, metode ini bisa dilakukan jika kamu termasuk tipe yang mudah jatuh cinta dengan cepat dan intens. Terutama bagi pemilik anxious attachment style yang cenderung cepat terobsesi pada satu orang, cara ini dapat membantu mengurangi fokus berlebihan pada satu gebetan saja.

Namun, menurut sang matchmaker Brie Temple, pendekatan ini belum tentu cocok untuk semua orang. Bagi mereka yang sangat empatik dan mudah menyerap energi orang lain, stack dating justru bisa terasa melelahkan. Terlalu banyak interaksi sosial dalam waktu singkat berisiko menguras energi dan membuat koneksi dengan setiap pasangan kencan terasa kurang maksimal.

Pada akhirnya, stack dating adalah salah satu cara dalam menjalani proses pencarian pasangan. Buat sebagian orang, mungkin akan hemat waktu dan menjaga perasaan tetap stabil. Tapi untuk yang lain, cara ini bisa terasa melelahkan dan tidak membantu membangun koneksi yang lebih dalam. Kalau kamu bagaimana, Bela?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More