Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta & Sinopsis Film 'Jangan Buang Ibu', Pengingat untuk Hargai Ibu

7 Fakta & Sinopsis Film 'Jangan Buang Ibu', Pengingat untuk Hargai Ibu
Instagram.com/filmjanganbuangibu
Intinya Sih
  • Film 'Jangan Buang Ibu' mengisahkan perjuangan Ristiana, ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya sambil menghadapi utang dan renggangnya hubungan keluarga akibat tekanan hidup.
  • Kisahnya menyoroti realitas keluarga modern: tantangan ekonomi, perceraian, serta komunikasi yang memudar di tengah kesibukan, menjadikannya dekat dengan pengalaman banyak penonton.
  • Dibintangi Nirina Zubir dan disutradarai Hadrah Daeng Ratu, film ini menyampaikan pesan kuat tentang menghargai pengorbanan ibu dan pentingnya menjaga hubungan keluarga sebelum terlambat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Hubungan antara anak dan orang tua sering kali terasa begitu dekat saat kita masih kecil. Namun, seiring bertambahnya usia, kesibukan, masalah hidup, dan berbagai tanggung jawab kerap menciptakan jarak yang tanpa sadar semakin lebar. Padahal, di balik semua itu, ada orang tua yang tetap menunggu kabar dan berharap bisa melihat anak-anaknya hidup bahagia.

Tema itulah yang diangkat dalam film Jangan Buang Ibu. Diproduksi oleh Leo Pictures, film ini menghadirkan kisah keluarga yang hangat sekaligus mengharukan tentang pengorbanan seorang ibu dan hubungan anak-anak yang perlahan merenggang karena berbagai persoalan hidup. Dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, dan Saputra Kori, berikut Popbela akan mengulas tentang fakta dan sinopsis film Jangan Buang Ibu.

1. Sinopsis film Jangan Buang Ibu

Film Jangan Buang Ibu berpusat pada kisah Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal yang harus membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah ditinggal sang suami. Meski hidup dalam keterbatasan dan harus bekerja keras setiap hari, Ristiana berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, yaitu Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori).

Namun, kehidupan mereka berubah ketika Ristiana harus menghadapi kenyataan bahwa mantan suaminya meninggalkan utang dalam jumlah besar. Di tengah tekanan ekonomi dan berbagai masalah pribadi yang dihadapi masing-masing anak, hubungan keluarga yang dulu hangat perlahan mulai merenggang.

Konflik semakin terasa ketika Dewi bersiap menikah. Karena orang tuanya telah bercerai, Dewi ingin mencari sang ayah untuk menjadi wali nikahnya. Situasi ini membuka kembali luka lama yang selama ini tersimpan dalam keluarga mereka.

Di tengah segala persoalan tersebut, Ristiana hanya memiliki satu harapan sederhana: melihat anak-anaknya tetap rukun dan saling menjaga satu sama lain. Pertanyaannya, mampukah Tama, Dewi, dan Tria membalas pengorbanan sang ibu sebelum semuanya terlambat?

2. Mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga

Film 'Jangan Buang Ibu'
Instagram.com/filmjanganbuangibu

Salah satu alasan film ini terasa relatable adalah karena konfliknya sangat dekat dengan realitas sehari-hari. Bukan tentang keluarga yang sempurna, Jangan Buang Ibu justru menampilkan keluarga yang harus menghadapi masalah ekonomi, perceraian, hingga renggangnya hubungan antara orang tua dan anak.

Film ini mengingatkan bahwa terkadang jarak dalam keluarga bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga komunikasi yang perlahan hilang karena kesibukan dan ego masing-masing.

3. Menyoroti besarnya pengorbanan seorang ibu

Film 'Jangan Buang Ibu'
Instagram.com/filmjanganbuangibu

Lewat karakter Ristiana, penonton diajak melihat bagaimana seorang ibu berjuang tanpa banyak mengeluh. Setelah ditinggalkan suami, ia harus memikul tanggung jawab sebagai orang tua tunggal sekaligus memastikan anak-anaknya tumbuh dengan baik.

Meski sering kali tidak dipahami oleh anak-anaknya, Ristiana tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Pesan inilah yang menjadi salah satu kekuatan emosional dalam film Jangan Buang Ibu.

4. Dibintangi deretan aktor dan aktris populer

Film 'Jangan Buang Ibu'
Instagram.com/filmjanganbuangibu

Film ini menghadirkan kombinasi pemain lintas generasi yang menarik perhatian. Nirina Zubir dipercaya memerankan sosok Ristiana, sementara Refal Hady, Amanda Manopo, dan Saputra Kori berperan sebagai ketiga anaknya.

Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Dwi Sasono, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Basmalah Gralind, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra yang turut memperkuat dinamika cerita keluarga tersebut.

5. Digarap oleh tim di balik sejumlah film sukses

Film 'Jangan Buang Ibu'
Instagram.com/filmjanganbuangibu

Jangan Buang Ibu disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, yang dikenal lewat berbagai film populer Indonesia. Sementara naskahnya ditulis oleh Widya Arifianti, penulis yang telah melahirkan sejumlah karya drama keluarga yang sukses menyentuh hati penonton.

Film ini juga diproduseri oleh Agung Saputra dari Leo Pictures, rumah produksi yang sebelumnya sukses menghadirkan film drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada.

6. Menghadirkan pesan tentang pentingnya menghargai orang tua

Film 'Jangan Buang Ibu'
Instagram.com/filmjanganbuangibu

Di balik konflik keluarga yang ditampilkan, film ini membawa pesan sederhana, tetapi sangat bermakna bahwa jangan menunggu kehilangan untuk menunjukkan rasa sayang kepada orang tua.

Melalui perjalanan Ristiana dan ketiga anaknya, penonton diajak merenungkan kembali hubungan dengan keluarga, terutama sosok ibu yang sering kali memberikan cinta tanpa syarat. Bahkan perhatian kecil seperti menelepon, mengunjungi, atau sekadar menanyakan kabar bisa menjadi hal yang sangat berarti bagi mereka.

7. Siap menjadi tontonan keluarga yang penuh emosi

Film 'Jangan Buang Ibu'
Instagram.com/filmjanganbuangibu

Dengan tema keluarga, hubungan ibu dan anak, serta perjuangan menghadapi kehidupan, Jangan Buang Ibu berpotensi menjadi salah satu film drama keluarga yang menguras air mata tahun ini.

Bukan hanya menyajikan konflik yang emosional, film ini juga menawarkan refleksi tentang arti keluarga, pengorbanan, dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan sebelum terlambat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit

Related Articles

See More