Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Roemah Koffie Hadirkan Sensasi Baru lewat Blend "Cublak Suweng"

Roemah Koffie Hadirkan Sensasi Baru lewat Blend "Cublak Suweng"
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Cublak Suweng, premium coffee beans terbaru dari Roemah Koffie (Dok. Roemah Koffie)
Intinya Sih
  • Roemah Koffie meluncurkan blend premium Cublak Suweng yang memadukan kopi Gayo dan Temanggung, menghadirkan cita rasa harmonis sekaligus mengangkat filosofi permainan tradisional Jawa tentang kebersamaan dan kebahagiaan.
  • Cublak Suweng dikembangkan dengan karakter fleksibel untuk berbagai kreasi kopi, mempertahankan kekuatan rasa kopi Indonesia namun tetap cocok dinikmati sebagai black coffee maupun base espresso.
  • Melalui kemasan bernuansa cerita rakyat dan kolaborasi dengan petani lokal, Roemah Koffie menegaskan komitmen pada pelestarian budaya serta keberlanjutan industri kopi Indonesia di pasar global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bela, menikmati secangkir kopi kini tak hanya soal cita rasa, tetapi juga pengalaman yang sarat makna. Hal inilah yang dihadirkan Roemah Koffie, Member of RAI (Royal Agro Industri), melalui peluncuran premium roastery beans terbarunya, Cublak Suweng, yang memadukan biji kopi Gayo, Aceh, dan Temanggung, Jawa Tengah. Produk ini menjadi wujud komitmen Roemah Koffie dalam melestarikan warisan budaya Indonesia melalui kopi sekaligus memperkenalkannya ke pasar global.

Tak sekadar menghadirkan blend baru, Cublak Suweng juga mengusung filosofi dari permainan tradisional Jawa yang mengajarkan tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan kebahagiaan. Perpaduan cerita budaya dengan karakter kopi Nusantara inilah yang membuat rilisan terbaru Roemah Koffie memiliki nilai lebih dibanding sekadar kopi premium.

1. FIlosofi Cublak Suweng di balik secangkir kopi

Foto 7. Presentasi Kopi Walik Menjadi Cara Roemah Koffie Mengajak Tamu Menikmati Kompleksitas Rasa Beans -Cublak Suweng-..jpg (1).jpeg
Presentasi kopi Walik menjadi cara Roemah Koffie mengajak tamu menikmati kompleksitas rasa beans Cublak Suweng (Dok. Roemah Koffie)

Nama Cublak Suweng diambil dari lagu sekaligus permainan tradisional Jawa yang dimainkan anak-anak secara berkelompok. Permainan ini menjadi simbol kebersamaan dan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati sesungguhnya berada di sekitar kita.

CEO Roemah Koffie, Felix TJ, menjelaskan bahwa filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga lingkaran yang saling bertautan, yaitu Inner Circle sebagai hubungan dengan diri sendiri, Shared Circle sebagai hubungan dengan sesama, dan Eternal Circle sebagai hubungan dengan alam. Ketiga makna tersebut menjadi inspirasi utama di balik hadirnya Cublak Suweng.

2. Perpaduan kopi Gayo dan Temanggung yang harmonis

Foto 2. Cublak Suweng Hadirkan Karakter Khas Kopi Gayo Berpadu dengan Nuansa Karamel, Hazelnut, dan Cokelat dari Temanggung dalam Kemasan Koffie Tins (1).jpg.jpeg
Cublak Suweng hadirkan karakter khas Kopi Gayo berpadu dengan nuansa karamel, hazelnut, dan cokelat dari Temanggung dalam kemasan Koffie Tins (Dok. Roemah Koffie)

Cublak Suweng memadukan karakter khas kopi Gayo dengan sentuhan rasa karamel, hazelnut, dan cokelat dari kopi Temanggung. Menurut Felix TJ, perpaduan tersebut menghasilkan profil rasa yang seimbang dan harmonis, sekaligus menjadi pintu bagi lebih banyak penikmat kopi untuk mengenal kekayaan kopi premium Indonesia.

Proses pengolahannya menggunakan metode wet hulled dan natural, yang mempertahankan kelembapan biji kopi sebelum dikupas dan dikeringkan. Teknik ini menghasilkan tingkat keasaman yang rendah, karakter earthy yang khas, rasa manis alami, serta body yang padat sehingga tetap nyaman dinikmati dalam berbagai metode penyeduhan.

3. Fleksibel untuk berbagai kreasi kopi

Foto 5. Ryo Limijaya, Commercial Director Roemah Koffie, mengatakan -Cublak Suweng- dikembangkan untuk menjawab meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi premium.jpg.jpeg
Ryo Limijaya, Commercial Director Roemah Koffie, mengatakan Cublak Suweng dikembangkan untuk menjawab meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi premium (Dok. Roemah Koffie)

Commercial Director Roemah Koffie, Ryo Limijaya, mengatakan bahwa Cublak Suweng dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap premium roastery beans.

Menurutnya, blend ini tetap mempertahankan karakter kopi Indonesia yang kuat, namun memiliki spektrum rasa yang fleksibel. Karena itu, Cublak Suweng dapat dinikmati sebagai black coffee maupun dijadikan base espresso untuk latte dan berbagai kreasi minuman kopi lainnya. Karakter tersebut juga menjadikannya pilihan menarik bagi pelaku bisnis kopi yang membutuhkan satu base untuk beragam menu.

4. Kemasan yang mengangkat cerita rakyat Indonsia

Foto 1. Roemah Koffie Perkenalkan -Cublak Suweng-, Perpaduan Kopi Gayo dan Temanggung dalam Satu Blend Istimewa.jpg.jpeg
Roemah Koffie perkenalkan Cublak Suweng, perpaduan Kopi Gayo dan Temanggung dalam satu blend istimewa (Dok. Roemah Koffie)

Tak hanya menawarkan rasa, Roemah Koffie juga menghadirkan nilai budaya melalui desain kemasan Cublak Suweng. Ilustrasi kancil dan kura-kura dipilih sebagai representasi cerita rakyat yang mengajarkan filosofi Jawa alon-alon asal kelakon, yakni ketekunan dan kesabaran mampu membawa seseorang mencapai tujuan.

Roemah Koffie berharap kemasan klasik berbentuk koffie tins ini dapat menjadi oleh-oleh khas Indonesia bagi wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat daya saing produk kopi Indonesia di pasar ekspor. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, yang menilai perpaduan storytelling budaya dan kualitas produk menjadi nilai jual unik Indonesia di panggung global.

5. Dari pengalaman sensory hingga komitmen keberlanjutan

Foto 6. Roemah Koffie Menghadirkan -Tasting & Sensory Experience- untuk Mengeksplorasi Profil Rasa Beans -Cublak Suweng- melalui Presentasi Kopi Walikjpg.jpg.jpeg
Roemah Koffie menghadirkan Tasting & Sensory Experience untuk mengeksplorasi profil rasa beans Cublak Suweng melalui presentasi Kopi Walik (Dok. Roemah Koffie)

Dalam peluncurannya, Roemah Koffie turut menghadirkan sesi Tasting & Sensory Experience yang mengajak para tamu mengeksplorasi profil rasa Cublak Suweng melalui presentasi Kopi Walik. Berkolaborasi dengan Boemi Botanical, kopi ini juga diolah menjadi botanical room fragrance, menunjukkan bahwa aroma kopi dapat dinikmati sebagai karya seni di luar secangkir minuman.

Sebagai bagian dari ekosistem kopi 360°, Roemah Koffie bekerja sama langsung dengan petani lokal dan mengolah biji kopi melalui fasilitas roastery PT Dewa Kopi Indonesia dengan standar internasional. Ke depannya, perusahaan juga tengah menyiapkan program dukungan bagi petani kopi dan keluarga petani di Temanggung sebagai bentuk komitmen terhadap industri kopi yang lebih berkelanjutan. Cublak Suweng sendiri kini tersedia dalam berbagai pilihan whole beans, ground coffee, dan capsule yang dapat ditemukan di seluruh outlet Roemah Koffie di Jakarta dan Tangerang, serta sejumlah gerai ritel premium. (WEB/AD)

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More