8 Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang Musim Gugur, Cocok untuk Momiji!

- Musim gugur di Jepang dikenal dengan tradisi momiji, saat dedaunan berubah warna dari utara ke selatan antara September hingga awal Desember, menarik wisatawan untuk menikmati panorama khasnya.
- Kyoto menjadi pusat destinasi populer seperti Arashiyama, Tofuku-ji, dan Eikando Temple yang menawarkan pemandangan daun maple merah serta iluminasi malam yang memukau di area kuil bersejarah.
- Dari Nikko hingga Kawaguchiko, Nara Park, Daisetsuzan National Park, dan Rikugien Garden Tokyo, tiap lokasi menghadirkan pengalaman unik menikmati momiji berpadu lanskap alam dan budaya Jepang.
Rekomendasi tempat wisata di Jepang musim gugur selalu menjadi incaran wisatawan yang ingin merasakan pengalaman momiji, yaitu tradisi menikmati keindahan daun-daun musim gugur yang telah berubah warna sebelum berguguran.
Musim momiji umumnya berlangsung mulai September di wilayah utara seperti Hokkaido, lalu bergerak ke kawasan Tokyo, Kyoto, hingga Jepang bagian selatan pada November hingga awal Desember.
Tak heran jika banyak wisatawan sengaja datang pada periode ini untuk berburu panorama musim gugur, mengunjungi kuil bersejarah, taman, hingga pegunungan yang diselimuti warna-warni dedaunan.
Kalau kamu berencana liburan ke Negeri Sakura dalam periode ini, berikut rekomendasi tempat wisata di Jepang musim gugur yang terkenal dengan pemandangan momiji paling indah dan layak masuk itinerary.
Table of Content
1. Arashiyama, Kyoto

Kalau berbicara tentang tempat wisata di Jepang saat musim gugur, Arashiyama di Kyoto hampir selalu masuk dalam daftar teratas.
Waktu terbaik untuk menikmati momiji di Arashiyama biasanya berlangsung dari pertengahan November hingga awal Desember.
Salah satu ikon Arashiyama adalah Togetsukyo Bridge, jembatan bersejarah yang menghadap perbukitan penuh dedaunan musim gugur.
Dari kawasan ini, kamu juga bisa menjelajahi Arashiyama Bamboo Grove, menaiki perahu di Sungai Hozugawa, atau menikmati pemandangan dari Iwatayama Monkey Park.
Arashiyama juga dipenuhi kafe tradisional, toko suvenir, serta restoran yang menyajikan hidangan khas Kyoto.
Jika ingin menikmati suasana yang lebih nyaman, datanglah pada pagi hari sebelum kawasan ini dipadati wisatawan.
2. Tofuku-ji Temple, Kyoto

Tofuku-ji Temple merupakan kuil yang didirikan pada abad ke-13. Tempat ini terkenal dengan ratusan pohon maple yang berubah warna menjadi merah menyala sehingga menjadi destinasi wisata musim gugur populer di Jepang.
Puncak musim momiji biasanya berlangsung pada pertengahan hingga akhir November, saat area kuil dipenuhi gradasi warna merah, oranye, dan kuning yang memukau.
Daya tarik utama Tofuku-ji adalah Tsutenkyo Bridge, jembatan kayu yang membentang di atas lembah penuh pohon maple. Dari sini, pengunjung bisa menikmati panorama "lautan" dedaunan musim gugur yang menjadi salah satu pemandangan paling ikonik di Kyoto.
Selain Tsutenkyo Bridge, kawasan kuil juga memiliki taman bergaya Zen yang menghadirkan suasana tenang untuk menikmati keindahan alam sekaligus arsitektur tradisional Jepang.
Karena popularitasnya, Tofuku-ji Temple biasanya ramai dikunjungi saat musim gugur. Sebaiknya datang sejak pagi agar bisa menikmati pemandangan dengan lebih leluasa sekaligus menghindari antrean panjang.
Lokasinya yang mudah dijangkau dari Stasiun Kyoto juga membuat Tofuku-ji menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin berburu momiji tanpa harus bepergian jauh.
3. Eikando Temple, Kyoto

Eikando Temple, atau dikenal juga sebagai Zenrin-ji Temple, sering dijuluki sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati momiji di Kyoto.
Kuil ini bahkan memiliki julukan "Eikando of Autumn Leaves" karena keindahan dedaunan maple yang menjadi daya tarik utamanya setiap musim gugur.
Puncak warna daun biasanya terjadi pada pertengahan hingga akhir November, ketika seluruh area kuil berubah menjadi hamparan merah dan oranye yang memikat.
Kompleks kuil ini memiliki taman, kolam, serta jalur pejalan kaki yang dikelilingi ratusan pohon maple. Salah satu pengalaman yang paling dinantikan adalah light-up atau iluminasi malam hari.
Saat matahari terbenam, dedaunan yang diterangi cahaya lampu akan memantulkan bayangannya di permukaan kolam, menciptakan suasana yang romantis sekaligus menenangkan.
Selain menikmati pemandangan musim gugur, kamu juga bisa menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah dan menaiki Tahoto Pagoda untuk melihat panorama Kyoto dari ketinggian.
Berkat perpaduan arsitektur tradisional, taman yang indah, dan pesona momiji di siang maupun malam hari, Eikando Temple menjadi salah satu destinasi yang wajib masuk dalam itinerary liburan musim gugur di Jepang.
4. Nikko, Tochigi

Nikko di Prefektur Tochigi adalah kota yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Destinasi ini terkenal dengan kuil-kuil bersejarah, pegunungan, dan danau yang diselimuti warna-warni dedaunan setiap musim gugur.
Waktu terbaik untuk melihat momiji di Nikko umumnya berlangsung dari pertengahan Oktober hingga awal November, sedikit lebih awal dibanding Kyoto.
Ada banyak destinasi yang bisa dijelajahi di Nikko, mulai dari Nikko Toshogu Shrine, Kegon Falls, Lake Chuzenji, hingga jalan pegunungan Irohazaka yang menawarkan panorama dedaunan merah dan kuning dari ketinggian.
Saat musim gugur tiba, perjalanan menyusuri jalan berkelok Irohazaka menjadi salah satu pengalaman favorit wisatawan karena menyuguhkan pemandangan pegunungan yang spektakuler.
Nikko juga mudah dijangkau dari Tokyo menggunakan kereta sehingga cocok dijadikan destinasi one day trip maupun menginap satu malam.
Dengan kombinasi lanskap alam yang memukau dan situs bersejarah yang ikonik, Nikko menawarkan pengalaman menikmati musim gugur di Jepang yang berbeda dari kawasan perkotaan.
5. Fuji Five Lakes (Kawaguchiko), Yamanashi

Fuji Five Lakes, khususnya kawasan Kawaguchiko, menjadi salah satu destinasi paling ikonik untuk menikmati musim gugur di Jepang. Waktu terbaik untuk berburu momiji di Kawaguchiko biasanya berlangsung dari awal hingga pertengahan November.
Kawasan ini menawarkan pemandangan Gunung Fuji yang berpadu dengan pepohonan maple berwarna merah dan kuning, menciptakan lanskap yang sering muncul dalam kartu pos maupun kalender wisata Jepang.
Salah satu acara yang paling dinantikan adalah Fuji Kawaguchiko Momiji Festival. Selama festival berlangsung, jalur Momiji Corridor dihiasi ratusan pohon maple yang diterangi lampu pada malam hari sehingga menghadirkan suasana yang romantis.
Selain berjalan santai menikmati dedaunan musim gugur, pengunjung juga bisa mencicipi kuliner lokal, berbelanja suvenir, atau menikmati pemandangan Gunung Fuji dari berbagai sudut danau.
Tak hanya itu, Kawaguchiko juga menawarkan beragam aktivitas lain, seperti menaiki Mt. Fuji Panoramic Ropeway, bersepeda mengelilingi danau, hingga bersantai di onsen sambil menikmati panorama pegunungan.
6. Nara Park, Nara

Nara Park menawarkan pengalaman menikmati musim gugur yang berbeda dari destinasi lainnya di Jepang.
Taman seluas sekitar 660 hektare ini terkenal sebagai rumah bagi lebih dari seribu rusa liar yang bebas berkeliaran di tengah hamparan pepohonan maple dan ginkgo.
Saat musim gugur tiba, dedaunan yang berubah menjadi merah, oranye, dan kuning menciptakan latar yang indah untuk berinteraksi dengan rusa-rusa yang menjadi ikon Kota Nara.
Selain bertemu rusa, kamu juga bisa mengunjungi berbagai bangunan bersejarah yang berada di dalam kawasan taman, seperti Todai-ji Temple yang menjadi rumah bagi patung Buddha perunggu raksasa, Kasuga Taisha Shrine, serta Kofuku-ji Temple.
Jalur pejalan kaki yang teduh membuat kawasan ini nyaman dijelajahi sambil menikmati suasana musim gugur dengan ritme yang santai.
Lokasi Nara Park yang hanya sekitar satu jam perjalanan dari Kyoto maupun Osaka menjadikannya destinasi favorit untuk one day trip.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi atau sore hari agar cuaca lebih sejuk dan kamu memiliki kesempatan lebih besar untuk menikmati pemandangan dedaunan musim gugur tanpa terlalu ramai wisatawan.
7. Daisetsuzan National Park, Hokkaido

Daisetsuzan National Park di Hokkaido adalah taman nasional terbesar di Jepang dan dikenal sebagai tempat pertama yang mengalami perubahan warna daun setiap tahunnya.
Fenomena momiji biasanya mulai terlihat sejak pertengahan September, jauh lebih awal dibandingkan wilayah lain seperti Kyoto atau Tokyo.
Daisetsuzan menawarkan panorama pegunungan vulkanik, hutan lebat, lembah, dan danau yang berubah menjadi perpaduan warna merah, kuning, dan oranye saat musim gugur tiba.
Salah satu cara terbaik untuk menikmati pemandangannya adalah menaiki Kurodake Ropeway, yang membawa pengunjung ke ketinggian dengan panorama hamparan dedaunan musim gugur dari atas.
Bagi pencinta alam, tersedia pula berbagai jalur hiking dengan tingkat kesulitan yang beragam.
8. Rikugien Garden, Tokyo

Rikugien Garden adalah taman yang dibangun pada awal abad ke-18 dan terkenal dengan lanskap tradisional yang memadukan kolam, jembatan, bukit buatan, serta pepohonan maple.
Saat musim gugur tiba, taman ini berubah menjadi hamparan warna merah, oranye, dan kuning yang menghadirkan suasana tenang di tengah hiruk pikuk ibu kota Jepang.
Salah satu daya tarik utama Rikugien Garden adalah autumn illumination yang digelar setiap musim gugur. Pada malam hari, pepohonan maple dan jalur taman diterangi cahaya lampu sehingga menciptakan pemandangan yang romantis.
Pengunjung juga dapat berjalan menyusuri jalur setapak, menikmati pemandangan dari tepi kolam, atau beristirahat di rumah teh tradisional yang berada di dalam area taman.
Berkat lokasinya yang mudah diakses dengan transportasi umum, Rikugien Garden menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas di Tokyo.
Jika berkunjung pada akhir November hingga awal Desember, kamu berkesempatan melihat puncak perubahan warna daun sekaligus menikmati salah satu taman musim gugur tercantik di Jepang.




















