Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Kesalahan Menyikat Gigi yang Sering Dilakukan
healthline.com
  • Banyak orang masih melakukan kesalahan saat menyikat gigi, seperti tekanan terlalu kuat, durasi singkat, dan teknik yang salah sehingga kebersihan mulut tidak maksimal.
  • Menyikat gigi terlalu keras dapat merusak enamel dan gusi, sedangkan waktu ideal menyikat adalah dua menit dengan gerakan lembut memutar agar plak terangkat sempurna.
  • Sikat gigi perlu diganti tiap tiga hingga empat bulan dan sebaiknya tidak langsung digunakan setelah makan untuk mencegah kerusakan enamel akibat kondisi asam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyikat gigi merupakan kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tapi, tahukah kamu kalau masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat menyikat gigi? Akibatnya, gigi dan gusi tidak mendapatkan manfaat maksimal dari rutinitas tersebut, bahkan bisa mengalami berbagai masalah kesehatan mulut.

Meski sudah menyikat gigi dua kali sehari, kesalahan dalam teknik, durasi, hingga pemilihan sikat gigi dapat menyebabkan penumpukan plak, gigi berlubang, bau mulut, hingga kerusakan gusi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja kesalahan menyikat gigi yang sering terjadi agar kesehatan mulut tetap terjaga. Berikut lima kesalahan menyikat gigi yang masih sering dilakukan dan perlu dihindari!

1. Menyikat gigi terlalu keras

onlymyhealth.com

Pasti banyak diantara kamu yang menganggap menyikat gigi dengan tekanan kuat dapat membuat gigi menjadi lebih bersih. Padahal, kebiasaan ini justru dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan gusi mengalami iritasi atau penyusutan. Jika dilakukan terus-menerus, gigi bisa menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas maupun dingin. Untuk menghindarinya, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikat gigi dengan tekanan ringan menggunakan gerakan memutar yang lembut.

2. Durasi menyikat gigi terlalu singkat

livescience.com

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah menyikat gigi terlalu cepat. Nggak sedikit yang menggosok gigi kurang dari satu menit karena terburu-buru atau merasa giginya sudah bersih. Padahal, waktu ideal untuk menyikat gigi adalah sekitar dua menit agar seluruh permukaan gigi dapat dibersihkan secara optimal. Menyikat gigi dalam waktu yang cukup membantu mengurangi penumpukan plak dan menurunkan risiko gigi berlubang.

3. Menggunakan teknik menyikat yang salah

theguardian.com

Teknik menyikat gigi yang kurang tepat juga dapat membuat kebersihan mulut tidak maksimal. Gerakan maju-mundur yang terlalu kasar sering kali tidak mampu membersihkan plak secara efektif dan justru berisiko merusak gusi. Sebaiknya, sikat gigi dengan posisi sekitar 45 derajat ke arah garis gusi dan gunakan gerakan melingkar atau sapuan lembut dari gusi menuju ujung gigi agar plak dapat terangkat dengan baik.

4. Tidak mengganti sikat gigi secara rutin

graysoncalmdentistry.com

Sikat gigi yang sudah digunakan terlalu lama biasanya memiliki bulu yang mekar dan tidak lagi efektif membersihkan gigi. Selain itu, sikat gigi yang sudah usang juga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Oleh karena itu, sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga hingga empat bulan sekali atau lebih cepat jika bulunya sudah terlihat rusak agar kebersihan gigi tetap terjaga.

5. Langsung menyikat gigi setelah makan

bswhealth.com

Ternyata, kebiasaan langsung menyikat gigi setelah makan itu tidak baik, lho, apalagi setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam. Kondisi asam dapat membuat enamel gigi menjadi lebih rentan terkikis saat disikat. Sebaiknya tunggu sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan sebelum menyikat gigi agar air liur memiliki waktu untuk menetralkan asam di dalam mulut dan melindungi enamel gigi.

Menyikat gigi adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mulut, tetapi hasilnya tidak akan maksimal jika dilakukan dengan cara yang salah. Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, kamu dapat menjaga kesehatan gigi dan gusi dengan lebih baik!

Editorial Team

Related Article