Perbedaan Setting Spray dan Fixing Spray, Sudah Tahu?

- Setting spray membantu menyatukan lapisan complexion, mengurangi tampilan powdery, dan membuat makeup terlihat lebih natural atau skin-like.
- Fixing spray berfokus menjaga riasan agar tidak mudah bergeser, luntur, atau transfer melalui lapisan tipis dari bahan pembentuk film.
- Nama produk bukan satu-satunya patokan; fungsi, klaim, dan ingredients perlu dicek karena tiap formula dapat menawarkan efek ketahanan, dewy, matte, atau kelembapan berbeda.
Setting spray dan fixing spray, mana yang biasanya kamu gunakan setelah selesai makeup? Kalau selama ini kamu menganggap keduanya sama saja, ternyata ada perbedaan yang perlu diketahui.
Meski sama-sama disemprotkan pada tahap akhir makeup, kedua produk ini tidak selalu bekerja dengan cara yang sama.
Setting spray dapat membantu membuat lapisan makeup terlihat lebih menyatu, sementara fixing spray lebih banyak diandalkan untuk membantu mempertahankan riasan agar tidak mudah berubah selama digunakan.
Jadi, jangan hanya terpaku pada namanya. Kenali dulu perbedaannya agar produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan makeup.
Popbela akan membahas lebih jauh tentang perbedaan setting spray dan fixing spray dalam ulasan berikut ini. Yuk, simak!
1. Setting spray membantu makeup terlihat lebih menyatu

Pernah merasa makeup terlihat terlalu tebal setelah memakai foundation, concealer, bedak, blush, dan produk complexion lainnya? Di sinilah setting spray bisa membantu.
Produk ini umumnya digunakan setelah makeup selesai untuk membuat berbagai lapisan tersebut tampak lebih menyatu. Hasilnya, bedak tidak terlihat terlalu menempel di permukaan kulit dan complexion bisa tampak lebih skin-like.
Jadi, jika masalah utamanya adalah makeup yang terlihat terlalu powdery atau kurang menyatu, setting spray bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Namun, bukan berarti semua setting spray hanya berfungsi untuk memberikan efek tersebut.
Beberapa formula juga mengandung bahan pembentuk lapisan yang dapat membantu meningkatkan ketahanan makeup. Oleh karena itu, klaim produk tetap perlu diperhatikan.
2. Fixing spray lebih mengutamakan daya tahan makeup

Jika setting spray lebih banyak membantu membuat berbagai lapisan makeup terlihat menyatu, fixing spray biasanya dipilih ketika daya tahan menjadi prioritas.
Produk ini membantu menjaga makeup agar tidak mudah bergeser, luntur, atau transfer setelah digunakan selama beberapa jam.
Salah satu hal yang mendukung fungsi tersebut adalah kandungan film-forming agents atau bahan pembentuk lapisan.
Setelah disemprotkan dan mengering, bahan ini dapat membentuk lapisan tipis di permukaan makeup sehingga membantu membuat riasan lebih tahan terhadap berbagai aktivitas.
Penelitian mengenai film-forming sprays juga menunjukkan bahwa polimer tertentu dapat membentuk lapisan pada permukaan kulit, dengan karakteristik lapisan yang dipengaruhi oleh komposisi formulanya.
Oleh karena itu, fixing spray bisa menjadi pilihan ketika makeup perlu bertahan lebih lama, terutama untuk acara panjang atau aktivitas di tengah cuaca panas dan lembap.
3. Hasil akhir yang diberikan bisa berbeda

Perbedaan fungsi setting spray dan fixing spray juga bisa terlihat dari hasil akhirnya.
Setting spray yang ditujukan untuk menyatukan makeup biasanya membuat bedak dan produk complexion terlihat lebih menyatu dengan kulit. Makeup pun tampak lebih natural dan tidak terlalu powdery.
Sementara itu, fixing spray lebih mengutamakan ketahanan. Setelah mengering, formulanya dapat membantu membentuk lapisan yang menjaga makeup agar tidak mudah bergeser atau luntur selama beraktivitas.
Meski begitu, hasil akhirnya tetap bergantung pada formula masing-masing produk.
Ada setting spray yang juga menawarkan ketahanan tinggi, begitu pula fixing spray yang memberikan efek dewy atau matte. Jadi, jangan hanya mengandalkan nama produknya saat memilih.
4. Formula di dalamnya ikut menentukan cara kerja

Perbedaan hasil tersebut tentu tidak muncul begitu saja. Formula yang digunakan dalam setting spray maupun fixing spray turut menentukan bagaimana produk bekerja setelah diaplikasikan.
Pada produk yang ditujukan untuk membantu makeup lebih tahan lama, misalnya, biasanya terdapat bahan pembentuk film atau film-forming agents. Setelah produk mengering, bahan ini dapat membentuk lapisan tipis yang membantu makeup tetap menempel pada kulit.
Sementara itu, formula yang lebih berfokus menyatukan makeup dapat dirancang untuk memberikan kelembapan atau membantu mengurangi tampilan bedak yang terlalu kering dan powdery.
Meski begitu, kandungan setiap produk tetap bisa berbeda.
Oleh karena itu, istilah setting spray atau fixing spray saja belum cukup untuk mengetahui cara kerjanya. Klaim dan daftar ingredients pada kemasan tetap perlu diperhatikan.
Jadi, apa perbedaan setting spray dan fixing spray?
Singkatnya, setting spray lebih sering digunakan untuk membantu membuat keseluruhan makeup terlihat menyatu dan lebih natural, sedangkan fixing spray lebih berfokus membantu mempertahankan makeup agar tetap berada di tempatnya.
Namun, batas antara keduanya memang tidak selalu tegas.
Setiap brand bisa memiliki formulasi dan istilah yang berbeda. Oleh karena itu, fungsi, klaim, dan kandungan produk jauh lebih penting daripada sekadar nama yang tertulis di botol.
Jadi, tidak perlu bingung memilih setting spray atau fixing spray. Tentukan dulu masalah makeup yang ingin diatasi.
Jika ingin hasil makeup terlihat lebih menyatu, pilih formula yang mendukung efek tersebut. Jika yang dicari adalah makeup yang lebih tahan lama, cari produk dengan kemampuan fixing dan klaim ketahanan yang sesuai.





















