Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Menyimpan Parfum yang Bisa Mengubah Aromanya

5 Kesalahan Menyimpan Parfum yang Bisa Mengubah Aromanya
pexels.com/iram shehzad
Intinya Sih
  • Paparan sinar matahari langsung dan suhu tinggi dapat mengganggu kestabilan komponen parfum serta mempercepat perubahan aroma; simpan di tempat teduh, sejuk, dan stabil.
  • Kamar mandi tidak ideal karena kelembapan dan suhu mudah berubah, terutama setelah penggunaan air panas; hindari pula area panas seperti mobil atau dekat sumber panas.
  • Tutup botol rapat setelah digunakan untuk mengurangi paparan udara, serta hindari sering memindahkan parfum agar tidak mengalami perubahan lingkungan dan temperatur berulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Aroma parfum tidak hanya ditentukan oleh komposisi yang ada di dalam botol. Cara menyimpannya pun dapat berpengaruh terhadap bagaimana wanginya bertahan dari waktu ke waktu.

Paparan cahaya, panas, udara, hingga perubahan suhu yang berulang dapat memengaruhi sejumlah komponen di dalam parfum dan perlahan mengubah karakter aromanya.

Sayangnya, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele masih sering dilakukan tanpa disadari. Mulai dari memajang parfum di dekat jendela hingga menyimpannya di kamar mandi, hal-hal tersebut ternyata bisa memengaruhi kondisi parfum jika dilakukan terus-menerus.

Lantas, apa saja kesalahan menyimpan parfum yang sebaiknya mulai dihindari? Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini.

1. Meletakkan parfum di tempat yang terkena sinar matahari

rekomendasi parfum unisex beraroma segar
unsplash.com/Jessica Weiller

Meletakkan parfum di atas meja rias memang terlihat praktis, apalagi jika botolnya memiliki desain yang cantik. Namun, jika meja tersebut berada dekat jendela atau terkena sinar matahari langsung, sebaiknya cari tempat lain untuk menyimpannya.

Paparan cahaya, terutama sinar UV, dapat memengaruhi kestabilan sejumlah komponen dalam parfum. Beberapa bahan pewangi bahkan dapat mengalami proses oksidasi ketika terlalu lama terpapar cahaya.

Oleh karena itu, simpan parfum di tempat yang teduh, seperti laci atau lemari yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jika masih memiliki kotaknya, parfum juga bisa disimpan kembali di dalam kemasan tersebut.

2. Menyimpan parfum di kamar mandi

ilustrasi parfum pria
unsplash.com/Edoardo Cuoghi

Selain cahaya, lokasi penyimpanan juga perlu diperhatikan.

Kamar mandi mungkin terasa sebagai tempat yang paling mudah karena parfum bisa langsung digunakan setelah mandi. Sayangnya, ruangan ini justru memiliki kondisi yang kurang ideal untuk menyimpan parfum dalam jangka panjang.

Suhu dan kelembapan di kamar mandi dapat berubah-ubah, terutama setelah air panas digunakan. Perubahan lingkungan tersebut berpotensi memengaruhi kestabilan parfum dari waktu ke waktu.

Jadi, daripada menyimpannya di dekat cermin atau wastafel, lebih baik pindahkan parfum ke tempat yang kering dan suhunya relatif stabil.

3. Membiarkan parfum berada di tempat yang terlalu panas

ilustrasi parfum dengan aroma floral
unsplash.com/Camille Paralisan

Selain kamar mandi, area yang suhunya mudah meningkat juga sebaiknya masuk daftar tempat yang perlu dihindari. Misalnya, dekat jendela yang terpapar matahari, di dalam mobil, atau di sekitar sumber panas.

Paparan suhu tinggi dapat mempercepat perubahan pada sejumlah komponen parfum. Terlebih jika parfum berulang kali mengalami kondisi panas lalu kembali ke suhu yang lebih rendah.

Bukan berarti parfum harus disimpan di kulkas. Justru, yang lebih penting adalah mencari tempat dengan suhu yang cenderung sejuk dan stabil.

Dengan begitu, parfum tidak perlu terus beradaptasi dengan perubahan temperatur yang ekstrem.

4. Membiarkan tutup parfum tidak terpasang dengan rapat

ilustrasi paper strip parfum
pexels.com/Anna Shvets

Setelah menggunakan parfum, jangan terbiasa membiarkan tutup botol terbuka terlalu lama. Kontak dengan udara dapat meningkatkan peluang terjadinya oksidasi pada sejumlah bahan pewangi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Flavour and Fragrance Journal menjelaskan bahwa beberapa bahan parfum dapat mengalami autooksidasi dan membentuk senyawa hasil oksidasi.

Meski penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pembentukan peroksida pada produk parfum dalam kondisi penyimpanan dan penggunaan normal relatif rendah, paparan udara tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas parfum.

Jadi, setelah menyemprotkan parfum, segera tutup kembali botolnya dengan rapat. Kebiasaan kecil ini membantu mengurangi paparan udara yang tidak diperlukan.

5. Terlalu sering memindahkan parfum

ilustrasi parfum
pexels.com/Primitive Spaces

Hal lain yang terkadang tidak disadari adalah kebiasaan memindahkan parfum dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya, parfum disimpan di kamar, kemudian dibawa ke kamar mandi, dimasukkan ke tas, ditinggal di dalam mobil, lalu kembali diletakkan di kamar.

Kebiasaan tersebut membuat parfum terus mengalami perubahan kondisi lingkungan, terutama suhu. Padahal, parfum lebih baik disimpan dalam kondisi yang relatif stabil.

Jadi, setelah menemukan tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, usahakan untuk menjadikannya tempat penyimpanan tetap.

Nah, itu dia kesalahan menyimpan parfum yang bisa mengubah aromanya. Pada akhirnya, menjaga aroma parfum tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit.

Cukup jauhkan botol dari cahaya matahari, panas, kelembapan berlebih, udara, serta perubahan suhu yang ekstrem. Dengan begitu, karakter aroma parfum favorit bisa lebih terjaga dan tidak cepat berubah hanya karena kesalahan dalam menyimpannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More