pexels.com/Towfiqu barbhuiya
Mengetahui penyebab rambut rontok akan membantu kamu memahami apakah kondisi tersebut masih bisa diperbaiki. Berikut beberapa faktor yang sering memicu kerontokan.
1. Stres berlebihan
Stres fisik maupun emosional dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan memicu kondisi yang disebut telogen effluvium. Pada kondisi ini, lebih banyak rambut masuk fase istirahat dan rontok dalam waktu bersamaan.
Kabar baiknya, rambut rontok karena stres biasanya bersifat sementara. Setelah kondisi tubuh dan mental membaik, rambut perlahan akan tumbuh kembali dalam beberapa bulan.
2. Perubahan hormon
Perubahan hormon saat hamil, setelah melahirkan, atau menjelang menopause sering menyebabkan rambut rontok. Ketidakseimbangan hormon tiroid juga bisa menjadi pemicunya.
Jika kadar hormon kembali stabil, rambut biasanya akan tumbuh lagi secara alami. Namun, dalam beberapa kasus, kamu mungkin perlu konsultasi medis untuk memastikan penyebabnya.
3. Faktor genetik
Kerontokan akibat genetik dikenal sebagai androgenetic alopecia. Kondisi ini bisa terjadi pada pria maupun wanita dan biasanya berkembang perlahan.
Pada kasus genetik, rambut rontok memang bisa lebih sulit tumbuh kembali sepenuhnya. Meski begitu, beberapa perawatan medis dapat membantu memperlambat penipisan dan merangsang pertumbuhan sebagian rambut.
4. Kekurangan nutrisi
Rambut membutuhkan protein, zat besi, vitamin D, dan nutrisi lain untuk tumbuh optimal. Kekurangan nutrisi dapat membuat rambut rapuh dan mudah rontok.
Dengan memperbaiki pola makan dan memenuhi kebutuhan gizi, rambut yang rontok karena faktor ini biasanya akan tumbuh kembali lebih kuat.
5. Kerusakan akibat styling dan bahan kimia
Penggunaan cat rambut, bleaching, atau alat styling panas secara berlebihan dapat melemahkan batang rambut. Rambut menjadi rapuh dan mudah patah sehingga terlihat rontok.
Jika kebiasaan ini dihentikan, rambut punya kesempatan untuk pulih. Rambut baru yang tumbuh biasanya lebih sehat dan kuat.
6. Gangguan kesehatan tertentu
Beberapa kondisi medis seperti gangguan tiroid atau penyakit autoimun dapat memicu kerontokan ekstrem. Dalam kasus seperti ini, rambut rontok sering disertai gejala lain pada tubuh.
Penanganan kondisi medis yang mendasarinya menjadi kunci utama. Setelah penyebabnya diatasi, peluang rambut untuk tumbuh kembali akan lebih besar.