Review Film ‘Kokuho’: Perjalanan Dramatis Seorang Aktor Kabuki

- Film “Kokuho” mencetak rekor sebagai film terlaris sepanjang sejarah Jepang dengan pendapatan lebih dari 17,38 miliar Yen dan mendapat ulasan positif dari berbagai kalangan.
- Kisahnya mengikuti perjalanan Kikuo Tachibana yang berjuang menjadi aktor Kabuki ternama di tengah konflik identitas, tekanan tradisi, serta pengkhianatan sahabatnya sendiri.
- Melalui narasi dramatis dan visual budaya kuat, “Kokuho” menyoroti pencarian jati diri, arti persahabatan, serta kompleksitas hubungan manusia dalam mengejar pengakuan dan makna hidup.
Kokuho menjadi film terlaris di Jepang sepanjang sejarah. Film ini berhasil mendapatkan pendapatan lebih dari 17,38 miliar Yen. Kokuho sendiri bercerita tentang seoarang aktor teater khas Jepang yang biasa disebut Kabuki. Karena pada era itu perempuan tidak boleh tampil di atas panggung, jadi laki-lakilah yang menjadi aktor dan berdandan menyerupai perempuan.
Kokuho selalu mendapatkan ulasan positif dari kritikus, media, hingga penonton umum. Bahkan, banyak penonton yang menonton Kokuho berkali-kali. Belum yakin menonton Kokuho? Simak review film Kokuho lengkapnya berikut ini!
Sinopsis 'Kokuho'
Film Kokuho mengikuti perjalanan Kikuo Tachibana (Ryo Yoshizawa), yang setelah kehilangan ayahnya, diasuh oleh seorang aktor Kabuki ternama Hanai Hanjiro (Ken Watanabe). Dari situ, dia mulai menapaki jalan baru menjadi seorang pemain Kabuki dengan ambisi besar untuk diakui sebagai kokuho, atau “harta karun bangsa.”
Namun, jalan menuju panggung kejayaan tidaklah mudah. Kikuo harus menghadapi beragam masalah mulai dari konflik identitas, tekanan tradisi yang menuntut kesempurnaan dan pengabdian penuh, hingga pengkhianatan dari orang terdekatnya sendiri.
| Producer | - |
| Writer | Okudera Satoko |
| Age Rating | 13+ |
| Genre | Historical, Drama |
| Duration | 175 menit Minutes |
| Release Date | 18 Mei |
| Theme | Kabuki |
| Production House | - |
| Where to Watch | - |
| Cast | Ryo Yoshizawa, Ryusei Yokohama, Ken Watabene, Mitsuki Takahata, Shinobu Terajima |
Trailer film Kokuho
Still cut Kokuho
Kisahkan pahit manisnya persahabatan

Hanjiro, seorang master Kabuki ternama, memiliki seorang anak bernama Shunsuke Ogaki (Ryusei Yokohama) yang seumuran dengan Kikuo. Keduanya dilatih menjadi aktor kabuki dengan penuh dedikasi oleh Hanjiro sendiri. Dalam proses pelatihan yang menguras tenaga itu, Shunsuke sering merasa tertinggal oleh Kikuo, dia selalu merasa dirinya kurang. Namun, Kikuo justru merangkulnya dan keduanya menjadi teman seumur hidup.
Shunsuke dilahirkan dari keluarga penurus Kabuki, mau nggak mau dia harus mewarisi bakat sang ayah. Sementara itu, Kikuo lahir dari keluarga yang nggak berhubungan dengan Kabuki. Namun, berkat latihan keras keduanya, mereka bisa tampil di panggung yang besar. Namun, suatu ketika Hanjiro meminta Kikuo untuk menggantikannya tampil, di situ Shunsuke merasa terkhianati oleh ayah kandungnay sendiri.
Di hari pertunjukkan, Shunsuke kabur bersama kekasih Kikuo, Harue Fukude (Takahata Mitsuki). Selama 8 tahun, Shunsuke pergi dan akhirnya kembali mengambil semua sorotan yang dimiliki Kikuo. Hubungan persahabatan keduanya pun sempat putus. Kokuho mampu menggambarkan persahabatan Kikuo dan Shunsuke yang naik turun dengan dramatis dan cantik. Masa muda yang penuh harapan hingga usia dewasa yang penuh dengan pengkhianatan terpotret dengan apik lewat Kokuho.
Cerita yang intens soal pencarian jati diri

Kikuo merupakan sosok yang fokus, nggak banyak bicara, dan sangat ambisius untuk menjadi aktor Kabuki. Cara film ini menuturkan kisah perjalanan Kikuo dibuat dengan pelan, legit, dramatis, namun nggak berlebihan. Sosok sebatang kara dan putus asanya Kikuo diperankan dengan apik oleh Ryo.
Bahkan, di akhir hayat Hanjiro, nama yang disebut adalah Shunsuke, bukan Kikuo yang selalu setia dengannya. Jati dirinya semakin hilang setelah Shunsuke kembali dan mengambil semua kerja keras Kikuo. Keputusasaan Kikuo semakin di luar kendali setelah dirinya harus menjadi penampil kabuki kecil. Naik turun perjalanan Kikuo membuat penonton bisa merasakan perasaan suka duka yang dialaminya.
Kokuho memberikan pengalaman sinematik yang belum pernah dirasakan

Film dengan metode naratif dan kesan budaya tradisional yang kuat memang masih menjadi sesuatu yang jarang. Kokuho memberikan pengalaman sinematik yang menyenangkan dan belum pernah saya rasakan sebelumnya. Pengalaman baru itu muncul setelah banyak adegan teater Kabuki yang juga mengaitkan dengan kisah yang dilewati oleh Kikuo.
Adakalanya dia merasa sangat berhasrat dengan Kabuki, cinta terlarang dan berselingkuh dari istrinya, hingga penghianatan dari orang terdekat. Kisah-kisah dalam teater Kabuki itu sangat berhubungan dengan hidup Kikuo. Penonton bisa merasakan perjalanan magis Kikuo yang dramatis itu.
Banyak pelajaran hubungan yang bisa dipetik

Kokuho sejatinya soal perjalanan manusia untuk mencapai sesuatu. Dalam perjalanan untuk mencapai sesuatu itu, pastilah kita berhubungan dengan orang-orang. Film ini mengajarkannya bahwasannya hubungan darah selalu menang, penghianatan sering datang dari orang terdekat, dan pencarian jati diri adalah perjalanan seumur hidup.
Lewat tokoh Kikuo, kita bisa belajar pada dasarnya manusia itu tidak hitam putih. Mereka berwarna dan warna-warna itu yang membentuk siapa diri kita sesungguhnya.
Film yang luar biasa bagus dan sangat berkesan, kamu masih bisa menyaksikan Kokuho di bioskop kesayangan, ya, Bela!


















