Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Apakah Selingkuh Berkali-kali Bisa Taubat setelah Menikah? Ini Penjelasannya

Apakah Selingkuh Berkali-kali Bisa Taubat setelah Menikah? Ini Penjelasannya
ilustrasi selingkuh (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Perselingkuhan dalam Islam tergolong dosa besar dan dapat merusak janji suci pernikahan, sehingga pelakunya perlu menyadari kesalahan serta berkomitmen untuk tidak mengulanginya.
  • Taubat dari perselingkuhan hanya sah jika disertai penyesalan, meninggalkan perbuatan maksiat, dan tekad kuat untuk berubah, bukan semata karena status pernikahan.
  • Memilih pasangan dengan rekam jejak baik dan ketaatan agama menjadi kunci membangun hubungan yang stabil, sesuai anjuran hadis tentang empat kriteria calon pasangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perselingkuhan merupakan salah satu persoalan pelik yang dihadapi oleh banyak pasangan. Selain bisa menyebabkan luka emosional, tindakan pengkhianatan juga berpotensi merobohkan kepercayaan antar pasangan. Oleh karenanya, banyak yang meragukan jika seseorang yang pernah berselingkuh berkali-kali di masa pacaran bisa berubah ketika ia menikah.

Hal ini tentu sangat penting untuk dipertanyakan, mengingat setiap orang tidak mau sampai jatuh ke lubang yang sama kesekian kalinya, terlebih kalau sudah berada dalam hubungan pernikahan. Karena kalau sudah terlanjur menikah, perasaan hancur melihat pasangan berkhianat bisa terasa lebih menyakitkan, ketimbang di waktu pacaran.

Lantas, apakah selingkuh berkali-kali bisa taubat setelah menikah?

Berikut pembahasan selengkapnya.

Perselingkuhan dalam sudut pandang Islam

ilustrasi suami selingkuh (freepik.com/freepik)
ilustrasi suami selingkuh (freepik.com/freepik)

Perselingkuhan dalam ajaran agama Islam merupakan suatu hal yang dilarang. Bahkan, perselingkuhan termasuk ke dalam kategori zina yang merupakan dosa besar dan dianggap perbuatan yang hina. Sebagaimana yang termaktub pada firman Allah SWT yang berbunyi:

“Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.” (QS. Al-Isra ayat 32)

Oleh sebab itu, dalam hubungan pernikahan, tindakan pengkhianatan tidak hanya mampu mendatangkan dosa besar, melainkan juga merusak janji suci pernikahan.

Alasan seseorang berselingkuh di dalam pernikahannya bisa jadi disebabkan oleh berbagai hal. Seperti kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, perasaan rendah diri, hingga keinginan untuk mendapatkan kendali dalam hubungan. Ada pula kemungkinan bahwa tindakan ini ia lakukan karena pola pengkhianatan yang sudah terbentuk sebelum ia memutuskan untuk berkomitmen.

Apakah selingkuh berkali-kali bisa taubat setelah menikah?

ilustrasi selingkuh (freepik.com/jcomp)
ilustrasi selingkuh (freepik.com/jcomp)

Dalam perspektif Islam, pernikahan dianggap mampu melindungi seseorang dari tindakan kemaksiatan. Akan tetapi, tidak serta-merta menjamin perubahan perangai seseorang, termasuk dalam hal perilaku seperti ketika ia pernah berselingkuh berkali-kali.

Sebab, seseorang hanya dapat bertaubat dari perbuatannya, jika ia benar-benar menyadari kesalahannya dan menginginkan perubahan. Adapun syarat taubat dijelaskan oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah di dalam kitab Risalatul Qushairiyah yang artinya:

“Bahwa syarat sampai diakui sebagai taubat yakni melingkupi tiga hal. Pertama, menyesali kesalahan yang telah dilakukan. Kedua, meninggalkan kesalahan dalam keadaan apapun dan ketiga menetapkan atau berjanji tidak akan mengulangi perbuatan maksiat serupa. Maka rukun-rukun ini adalah wajib, agar taubatnya menjadi sah." (Imam Abi al-Qasim al-Qusyairy, al-Risalah al-Qusyairiyah, Jakarta, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 2011, Halaman: 127)

Sehingga, saat seseorang hendak bertaubat dari perselingkuhan yang pernah ia lakukan, ia mesti menyesali perbuatannya, meninggalkan kesalahan yang diperbuatnya, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di lain kesempatan.

Selain itu, jika dilihat dari sudut pandang psikologi, pelaku perselingkuhan juga harus menyadari akar masalah yang membuatnya berkhianat. Dengan kesadaran akan hal tersebut, seseorang bisa mulai melakukan penyembuhan diri dan menghindari agar tidak kembali melakukan perbuatan serupa dalam hubungan pernikahan.

Risiko memilih pasangan dengan rekam jejak perselingkuhan

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

Walaupun ada kemungkinan seseorang bertaubat dari kebiasaannya berselingkuh setelah menikah, tapi dibutuhkan usaha dan komitmen yang nyata untuk berubah. Di samping bertaubat, ia juga mesti melakukan refleksi mendalam mengenai dorongan yang membuatnya melakukan tindakan pengkhianatan. 

Jika ia tidak menunjukkan upaya konkret untuk berubah, tentu sangat berisiko baginya untuk mengulangi perbuatannya, kendatipun sudah menikah. 

Itulah mengapa, apabila kamu memilih pasangan dengan rekam jejak yang pernah melakukan perselingkuhan, keputusanmu mesti dipikirkan secara serius. Karena hal ini dapat memengaruhi kepercayaan, rasa aman, dan stabilitas hubunganmu dalam jangka panjang.

Kriteria pasangan yang baik menurut hadis

ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/PNW Production)
ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/PNW Production)

Apabila kamu ingin memilih pasangan yang tepat untuk hubungan pernikahan, dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan empat kriteria dalam memilih pasangan yang baik. Adapun isi dari hadis ialah sebagai berikut:

"Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung." (HR Bukhari)

Untuk lebih jelasnya mengenai kriteria dalam memilih pasangan terbaik, simak penjelasannya berikut ini.

1. Pilih pasangan yang baik hartanya

ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Memilih pasangan yang baik hartanya diartikan sebagai calon pasangan mempunyai stabilitas dari sisi finansial, juga bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemapanan dari segi ekonomi menjadi aspek terpenting guna terwujudnya pernikahan yang harmonis.

2. Pilih pasangan yang baik keturunannya

ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/Yan Krukau)

Untuk mendapatkan pasangan yang baik, maka penting untuk memilih berdasarkan keturunan atau nasab yang dimilikinya. Dengan kata lain, pilihlah calon pasangan dari latar belakang keluarga yang baik dengan reputasi yang baik pula. Akan tetapi, sebelum memilih calon pasangan karena nasabnya, lebih diutamakan untuk memilih karena baik agamanya.

3. Pilih pasangan yang mempunyai paras rupawan

ilustrasi pasangan muslim (freepik.com/freepik)
ilustrasi pasangan muslim (freepik.com/freepik)

Menurut Ibnu Hajar, hadis ini menganjurkan seseorang untuk menikahi calon pasangan dengan wajah yang rupawan. Walaupun demikian, hal utama yang mesti dipertimbangkan ialah bagaimana akhlak yang ia miliki. Karena, pernikahan tidak bertahan hanya karena fisik yang rupawan, melainkan bagaimana ia mampu menunjukkan perilaku dan tutur kata yang baik di dalam rumah tangganya.

4. Pilih pasangan yang baik agamanya

ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/ds rexy)
ilustrasi pasangan muslim (pexels.com/ds rexy)

Terakhir, memilih pasangan juga mesti melihat bagaimana ia mengamalkan ajaran agama di dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, hal inilah yang membuatnya mampu untuk membangun pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Seseorang yang pernah berselingkuh berkali-kali memang bisa bertaubat. Tapi bukan karena ia telah menikah, melainkan adanya kesadaran diri dan usaha nyata untuk benar-benar berubah. Ingatlah bahwa kamu memiliki kesempatan untuk memilih calon pasangan dengan rekam jejak yang lebih baik dan mempunyai keseriusan dalam membina rumah tangga. Semoga artikel ini bermanfaat untukmu, Bela.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More