Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

13 Puisi Cinta Pendek yang Romantis untuk Orang Tersayang

13 Puisi Cinta Pendek yang Romantis untuk Orang Tersayang
freepik.com/azerbaijan_stockers
Share Article

Memberikan hadiah berupa barang untuk pasangan mungkin sudah biasa. Namun, berbeda halnya jika kamu memberikan puisi cinta. Puisi itu akan memberikan kesan yang menyentuh dan dalam untuk orang yang dituju. 

Selain puisi, kamu tetap bisa menyertakan barang lain yang membuatnya bahagia. Tidak perlu panjang, kamu bisa menulis puisi cinta pendek dari para sastrawan di bawah ini dengan makna tersirat.

  1. 1. Aku Ingin - Sapardi Djoko Damono

    pexels.com/Thought Catalog
    pexels.com/Thought Catalog

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    Dengan kata yang tak sempat diucapkan
    Kayu kepada api yang menjadikannya abu

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

    Makna puisi di atas adalah sebuah perasaan cinta yang sederhana kepada pujaan hati. Setiap baris puisi tersebut mengungkapkan cinta dan kasih sayang yang tulus. 

  2. 2. Kesadaran - Sanusi Pane

    Freepik.com/Freepik
    Freepik.com/Freepik

    Pada kepalaku sudah direka,
    Mahkota bunga kekal belaka,
    Aku sudah jadi merdeka,
    Sudah mendapat bahagia baka.

    Aku melayang kelangit bintang,
    Dengan mata yang bercaya-caya,
    Punah sudah apa melintang,
    Apa yang dulu mengikat saya.

    Mari kekasih, jangan ragu
    Mencari jalan; aku mendahului,
    Adinda kini
    Mari, kekasih, turut daku
    Terbang kesana, dengan melalui,
    Hati sendiri

    Bukan hanya pernyataan cinta saja, puisi di atas juga menggambarkan perjalanan menuju kesadaran diri dan kebebasan. Penyair menggunakan bahasa yang sederhana namun bermakna. 

  3. 3. Taman Dunia - Asrul Sani

    pexels.com/Suzy Hazelwood
    pexels.com/Suzy Hazelwood

    Kau masukan aku ke dalam taman dunia, kekasihku!
    Kau pimpin jariku.
    Kau tunjukan bunga tertawa, kuntum tersenyum.
    Kau tundukkan haluku tegak,
    mencium wangi tersembunyi sepi.
    Kau gemalaikan di pipiku rindu, daun beldu melunak lemah.
    Tercengang aku takjub, terdiam, berbisik engkau.
    “Taman swarga, taman swarga mutiara rupa”
    Engkau lenyap,
    Termanggu aku gila rupa.

    Kemudian puisi di atas memiliki nuansa yang sedih karena kehilangan kekasih. Penulis mengibaratkan kekasihnya seperti sebuah taman surga yang sangat indah. 

  4. 4. Barangkali Telah Kuseka Namamu - Goenawan Mohamad

    Freepik.com/freepic.diller
    Freepik.com/freepic.diller

    Barangkali telah kuseka namamu
    Dengan sol sepatu
    Seperti dalam perang yang lalu
    kauseka namaku

    Barangkali kau telah menyeka bukan namaku
    Barangkali aku telah menyeka bukan namamu
    Barangkali kita malah tak pernah di sini
    Hanya hutan, jauh di selatan, hujan pagi

    Kamu mungkin menjumpai banyak repetisi di dalam puisi Barangkali Telah Kuseka Namamu karya Goenawan Mohamad ini. Hal itu mencerminkan kemungkinan jika kedua orang tidak pernah bertemu. 

  5. 5. Kangen -WS Rendra

    freepik.com/ freepik
    freepik.com/ freepik

    Kau tak akan mengerti segala lukaku
    Karena cinta telah sembunyikan pisaunya

    Membayangkan wajahmu adalah siksa
    Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

    Engkau telah menjadi racun bagi darahku
    Apabila aku dalam kangen dan sepi

    Itulah berarti
    Aku tungku tanpa api

    Puisi cinta pendek selanjutnya juga menggambarkan perasaan penyair. Ia memiliki keinginan untuk bertemu dengan seseorang yang dicintainya. 

  6. 6. Puisi - Korrie Layun Rampan

    unsplash.com/Pierre Bamin
    unsplash.com/Pierre Bamin

    Jalan ini berdebu, kekasih
    Terbentang di padang rasa
    Enam belas matahari memanah dari enam belas ufuk
    Siang pun garang sepanjang kulminasi

    Bahak malam mengikut pelan langkah tertatih
    Ketipak bulan putih
    Di taman kekasih

    Pengantinku
    Antara kerikil dan pasir merah
    Tersembunyi jejak-jejak yang singgah

    Saat menjalin hubungan, pasti akan ada sesuatu yang menjadi halangan dan rintangan dalam perjalanannya. Puisi di atas menggambarkan rintangan tersebut. 

  7. 7. Kerinduan - Khalil Gibran

    freepik.com/master1305
    freepik.com/master1305

    Merenda sebuah tali kasih
    Kusimpul menjadi satu hati
    Gambaran jiwa yang terluka
    Bagai langit meratap sendu
    Kala bias cinta menghilang
    Sakit itupun datang tanpa permisi
    Rembulan tak menyisakan senyum
    Bersama malam, kudekap lirih arti kerinduan

    Kahlil Gibran juga menulis banyak puisi cinta pendek, salah satunya berjudul Kerinduan. Seperti judulnya, puisi ini menggambarkan perasaan saat rindu kepada sang kekasih. 

  8. 8. Telah Satu - WS. Rendra

    pexels.com/olya-kobruseva
    pexels.com/olya-kobruseva

    Gelisahmu adalah gelisahku.
    Berjalanlah kita bergandengan
    Dalam hidup yang nyata,
    Dan kita cintai.
    Lama kita saling bertatap mata
    Dan makin mengerti
    Tak lagi bisa dipisahkan.
    Engkau adalah peniti
    Yang telah disematkan.
    Aku adalah kapal
    Yang telah berlabuh dan ditambatkan.
    Kita berdua adalah lava
    Yang tak bisa lagi diuraikan.

    Masih tentang romantisme, tetapi puisi WS Rendra yang satu ini adalah tentang kebersamaan dan kepercayaan. Kebersamaan dan kepercayaan itu dilalui dalam keadaan senang maupun duka. 

  9. 9. Sajak Kecil Tentang Cinta - Sapardi Djoko Damono

    pexels.com/lil artsy
    pexels.com/lil artsy

    Mencintai angin harus menjadi siut
    Mencintai air harus menjadi ricik
    Mencintai gunung harus menjadi terjal
    Mencintai api harus menjadi jilat

    Mencintai cakrawala harus menebas jarak
    Mencintai-Mu harus menjelma aku

    Sapardi Djoko Damono memang sosok yang dikenal dengan karya puisinya yang romantis. Nah, puisi cinta pendek yang satu ini memiliki makna mendalam tentang mencintai dengan segala risikonya. 

  10. 10. Peluklah Aku dengan Ketabahanmu - Boy Chandra

    Unsplash.com/Priscilla Du Preez
    Unsplash.com/Priscilla Du Preez

    Aku masih bersedia,
    Menyediakan diri untuk mencintaimu
    Tetaplah menetap di hatiku, 
    Sebab hidup akan jauh lebih baik berjalan menujumu.

    Menatap matamu,
    Sudah membuat duniaku penuh dengan rindu,
    Apalagi jikalau memilikimu seusia hidupku,
    Tentu akan lebih indah dari itu.

    Peluk tubuhku,
    Tabahlah berjuang bersamaku.

    Berikutnya, puisi karya Boy Chandra di atas bisa disampaikan untuk memperjuangkan suatu hubungan. Penulis dengan ikhlas mencintai demi menuju kebahagiaan yang diinginkan. 

  11. 11. Cintaku Jauh di Pulau - Chairil Anwar

    Ilustrasi romantis dengan pasangan (freepik.com/freepik)
    freepik.com/freepik

    Cintaku jauh di pulau, gadis manis, sekarang iseng sendiri

    Perahu melancar, bulan memancar di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar angin membantu/ laut terang, tapi terasaaku tidak ‘kan sampai padanya.

    Di air yang tenang, di angin mendayu, di perasaan penghabisan segala melaju. Ajal bertakhta, sambil berkata: “Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

    Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama ‘kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu. Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

    Manisku jauh di pulau,kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri

    Selanjutnya, puisi karya Chairil Anwar di atas mengungkapkan tentang rindu, kesedihan, dan kesepian yang dialami penulis. Sebab, orang yang dicintainya berada di tempat yang jauh dengannya.

  12. 12. Ketika Ada Yang Bertanya Tentang Cinta - Aan Mansyur

    Ilustrasi pasangan romantis (pexela.com/Nayla Bernardes)
    pexels.com/Nayla Bernardes

    Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta
    Kau melihat langit membentang lapang
    Menyerahkan diri untuk dinikmati, tapi menolak untuk dimiliki

    Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta,
    Aku melihat nasib manusia
    Terkutuk hidup di bumi
    Bersama jangkauan lengan mereka yang pendek
    Dan kemauan mereka yang panjang

    Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta,
    Kau bayangkan aku seekor burung kecil yang murung
    Bersusah payah terbang mencari tempat sembunyi
    Dari mata peluru para pemburu

    Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta
    Aku bayangkan kau satu-satunya pohon yang tersisa
    Kau kesepian dan mematahkan cabang-cabang sendiri

    Ketika ada yang bertanya tentang cinta,
    Apakah sungguh yang dibutuhkan adalah kemewahan kata-kata

    atau cukup ketidaksempurnaan kita?

    Membaca puisi cinta pendek di atas mungkin akan membuatmu ikut terharu. Pasalnya, cinta yang ditunjukkan oleh Aan Mansyur dalam puisi tersebut tampak sederhana, saling melengkapi, dan tak membutuhkan kemewahan.

  13. 13. Dari Suatu Perpisahan - Ayatrohaedi

    ilustrasi berpisah (freepik.com/gpoint)
    freepik.com/gpoint

    Terkadang ada baiknya kita berduka
    Agar terasa betapa gembira
    Pada saatnya kita bersuka

    Terkadang ada baiknya kita menangis,
    Agar terasa betapa manis
    Pada saatnya kita tertawa

    Terkadang ada baiknya kita merana
    Agar terasa betapa bahagia
    Pada saatnya kita bahagia

    Dan jika sekarang kita berpisah
    Itupun ada baiknya juga
    Agar terasa betapa mesra
    Jika pada saatnya nanti
    Kita ditakdirkan bertemu lagi

    Terakhir, Ayatrohaedi menggambarkan bahwa kasih sayang pada seseorang yang begitu kuat bisa mengalahkan perpisahan. Dengan perpisahan itu pula kita bisa menghargai kebersamaan dan juga kasih sayang.

    Puisi cinta pendek dari para sastrawan di atas bukan hanya membuat pasanganmu terharu, tapi juga merasa disayangi. Jangan lupa untuk tetap mencintainya seperti yang selama ini telah kamu lakukan, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More