Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

6 Puisi Tentang Hati dan Perasaan yang Menyentuh Hati

6 Puisi Tentang Hati dan Perasaan yang Menyentuh Hati
pexels.com/Thought Catalog
Share Article

Meluapkan perasaan bisa dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan membaca puisi. Puisi itu bisa mengekspresikan perasaan yang bahagia maupun hancur, misalnya tentang cinta. 

Di bawah ini adalah kumpulan puisi tentang hati dan perasaan yang menyentuh hati dan perasaan pembacanya. Puisi ini ditulis oleh para penyair sehingga memiliki makna yang mendalam.

  1. 1. Aku Tengah Menantimu - Sapardi Djoko Damono

    pexels.com/Muverrihhanim
    pexels.com/Muverrihhanim

    Puisi tentang hati dan perasaan yang pertama ditulis oleh penyair kenamaan Indonesia Sapardi Djoko Damono. Puisi ini menggambarkan perasan yang kosong dan harapan yang tertahan saat menunggu seseorang.

    Aku Tengah Menantimu

    Karya: Sapardi Djoko Damono

    Aku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas
    Di pucuk kemarau yang mulai gundul itu
    Berapa juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu
    Yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas

    Awan-awan kecil melintas di atas jembatan itu, aku menantimu
    Musim telah mengembun di antara bulu-bulu mataku
    Kudengar berulang suara gelombang udara memecah
    Nafsu dan gairah telanjang di sini, bintang-bintang gelisah

    Telah rontok kemarau-kemarau yang tipis; ada yang mendadak sepi
    Di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun menanti
    Barangkali semakin jarang awan-awan melintas di sana
    Dan tak ada yang merasa ditunggu begitu lama, kau pun tiada

  2. 2. Kangen - WS Rendra

    pexels.com/Valeria Ushakova
    pexels.com/Valeria Ushakova

    Dalam puisi Kangen, Rendra menunjukkan perasaan yang sedih dan sepi. Penyair dalam puisi ini menggunakan diksi kemerdekaan untuk menggambarkan kebebasan individu dan hidup seseorang dalam kesendirian cinta. 

    Kangen

    Karya: WS Rendra

    Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
    Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

    Kau tak akan mengerti segala lukaku
    Karna cinta telah sembunyikan pisaunya

    Membayangkan wajahmu adalah siksa
    Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

    Engkau telah menjadi racun bagi darahku
    Apabila aku dalam kangen dan sepi

    Itulah berarti
    Aku tungku tanpa api

    Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
    Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

    Kau tak akan mengerti segala lukaku
    Karna cinta telah sembunyikan pisaunya

    Membayangkan wajahmu adalah siksa
    Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

    Engkau telah menjadi racun bagi darahku
    Apabila aku dalam kangen dan sepi

    Itulah berarti
    Aku tungku tanpa api

  3. 3. Cintaku Jauh di Pulau - Chairil Anwar

    Pexels.com/Vlada Karpovich
    Pexels.com/Vlada Karpovich

    Chairil Anwar juga menulis puisi tentang hati dan perasaan. Namun, puisi yang selanjutnya ini lebih menceritakan kisah cinta yang terpisah oleh jarak dan waktu. Sayang pada akhirnya, ajal justru menjemput sebelum pertemuannya dengan sang kekasih. 

    Cintaku Jauh di Pulau

    Karya: Chairil Anwar

    Cintaku jauh di pulau
    Gadis manis, sekarang iseng sendiri

    Perahu melancar, bulan memancar
    di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
    Angin membantu, laut terang, tapi terasa
    Aku tidak 'kan sampai padanya

    Di air yang tenang, di angin mendayu
    Di perasaan penghabisan segala melaju
    Ajal bertakhta, sambil berkata
    "Tujukan perahu ke pangkuanku saja"

    Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
    Perahu yang bersama 'kan merapuh!
    Mengapa Ajal memanggil dulu
    Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

    Manisku jauh di pulau,
    Kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

  4. 4. Ketika Ada Yang Bertanya Tentang Cinta - Aan Mansyur

    unsplash.com/Thought Catalog
    unsplash.com/Thought Catalog

    Ada banyak hal yang bisa menggambarkan kesedihan sesorang karena cinta dalam puisi Aan Mansyur. Ia menggambarkan sulitnya mendapatkan cinta, bagaimana menjangkaunya, dan kesepiannya seseorang karena kehilangannya.

    Ketika Ada Yang Bertanya Tentang Cinta

    Karya: Aan Mansyur

    Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta
    Kau melihat langit membentang lapang
    Menyerahkan diri untuk dinikmati, tapi menolak untuk dimiliki

    Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta,
    Aku melihat nasib manusia
    Terkutuk hidup di bumi
    Bersama jangkauan lengan mereka yang pendek
    Dan kemauan mereka yang panjang

    Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta,
    Kau bayangkan aku seekor burung kecil yang murung
    Bersusah payah terbang mencari tempat sembunyi
    Dari mata peluru para pemburu

    Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta
    Aku bayangkan kau satu-satunya pohon yang tersisa
    Kau kesepian dan mematahkan cabang-cabang sendiri

    Ketika ada yang bertanya tentang cinta,
    Apakah sungguh yang dibutuhkan adalah kemewahan kata-kata

    Atau cukup ketidaksempurnaan kita?

  5. 5. Cinta Tanpa Tanda - Sujiwo Tejo

    Freepik.com/Senivpetro
    Freepik.com/Senivpetro

    Sujiwo Tejo dalam puisi tentang hati dan perasaan ini telah menyerahkan segalanya untuk cinta pada tokoh aku. Namun, ia tidak bisa merasakan tokoh kau membalas kejelasan cintanya. 

    Cinta Tanpa Tanda

    Karya: Sujiwo Tejo

    Telah ku tandakan semesta cintaku
    Kau tandaskan cinta tanpa tanda
    Kuhasratkan isyarat sahaja
    Kau isyaratkan pintaku terlampau
    Terlampau berprasyarat cintaku
    Kau isyaratkan cinta tanpa tanda

    Berulang berbulan berwewinduan (kurindu)
    Kupejam kutajamkan asah rasa (kubaca tanda)
    Mata kubutakan terawangku hanya dengan rasa (kubaca tanda)
    Kuping hidung lidah rabaanku pun telah kuenyahkan (kubaca tanda)
    Tipu daya panca indrapun telah tuntas kusingkirkan (kubaca tanda)
    Kutandai kurasai semesta yang tak kasat mata
    Katamu kumasih jadi budak pancaindra yang membuatku terkecoh.

  6. 6. Dari Suatu Perpisahan - Ayatrohaedi

    freepik.com/freepik
    freepik.com/freepik

    Jika kamu mengalami perpisahan yang menyedihkan, maka puisi Dari Suatu Perpisahan akan sangat mengena. Puisi ini menyampaikan bahwa mereka akan tetap saling cinta meski harus berpisah. 

    Dari Suatu Perpisahan

    Karya: Ayatrohaedi

    Terkadang ada baiknya kita berduka
    Agar terasa betapa gembira
    Pada saatnya kita bersuka

    Terkadang ada baiknya kita menangis,
    Agar terasa betapa manis
    Pada saatnya kita tertawa

    Terkadang ada baiknya kita merana
    Agar terasa betapa bahagia
    Pada saatnya kita bahagia

    Dan jika sekarang kita berpisah
    Itupun ada baiknya juga
    Agar terasa betapa mesra
    Jika pada saatnya nanti
    Kita ditakdirkan bertemu lagi

    Kumpulan puisi tentang hati dan perasaan di atas akan membuat perasaanmu lebih lega dan terluapkan. Semoga bermanfaat, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More