- Deep Hydration: Mengandung Lavender Oil dan Allantoin Extract untuk membantu melembapkan kulit sekaligus memberikan sensasi segar dan nyaman.
- Skin Nourish: Mengandung Frangipani Flower Extract dan Glycolic Acid untuk merawat kulit agar terasa lebih halus, cerah, dan sehat bercahaya.
Memasuki Masa Pubertas, Ini Pentingnya Mengajarkan Remaja Merawat Tubuh

Pubertas membawa perubahan fisik yang dapat membuat remaja lebih sadar terhadap tubuh, kebersihan, dan rasa percaya diri.
Orang tua berperan membantu anak memahami perubahan tubuh serta membangun kebiasaan personal hygiene secara bertahap.
NUVO Family memperkenalkan DeoCare dengan manfaat Deo Care dan Skin Care dalam rutinitas mandi sehari-hari.
Memasuki usia remaja, ada banyak perubahan yang mulai dirasakan anak. Bukan hanya perubahan suasana hati atau ketertarikan terhadap hal-hal baru, tubuh mereka pun mengalami berbagai penyesuaian. Salah satunya adalah produksi keringat yang meningkat hingga munculnya bau badan, terutama ketika anak semakin aktif beraktivitas.
Meski merupakan bagian normal dari proses pubertas, perubahan ini terkadang membuat remaja merasa kurang nyaman atau bahkan malu dengan kondisi tubuhnya sendiri. Apalagi, di usia tersebut mereka mulai lebih memperhatikan penampilan dan bagaimana orang lain melihat dirinya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak memahami perubahan tubuh sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebersihan diri sejak dini.
Hal inilah yang turut menjadi pembahasan dalam talkshow bertajuk Growing Up with Confidence: Understanding the Emotional & Physical Changes of Growing Teens yang digelar NUVO Family di Mall Kelapa Gading, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, NUVO Family juga memperkenalkan inovasi terbarunya, yaitu NUVO Family DeoCare, yang menggabungkan manfaat Deo Care dan Skin Care dalam satu rutinitas mandi.
Table of Content
1. Pubertas membuat tubuh mengalami banyak perubahan

Dok. NUVO Saat memasuki masa pubertas, perubahan hormon dapat membuat anak lebih mudah berkeringat. Kondisi ini juga bisa memicu munculnya bau badan, terutama ketika mereka melakukan banyak aktivitas fisik atau berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Walaupun hal tersebut wajar terjadi, pengalaman ini bisa menjadi hal baru yang cukup membingungkan bagi remaja. Mereka mungkin mulai merasa tidak nyaman ketika berkeringat, khawatir bau badannya tercium orang lain, atau menjadi lebih sadar terhadap penampilan.
Menurut psikolog Roslina Verauli, M.Psi., masa pubertas tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga membuat remaja semakin memperhatikan tubuhnya dan bagaimana orang lain memandang dirinya. Hal-hal yang sebelumnya dianggap sepele, seperti keringat dan bau badan, bisa mulai memengaruhi rasa percaya diri anak.
2. Orang tua perlu membantu anak memahami perubahan tubuhnya

Dok. NUVO Dalam menghadapi masa transisi ini, peran orang tua bukan hanya mengingatkan anak untuk mandi atau menjaga kebersihan. Lebih dari itu, orang tua juga perlu membantu mereka memahami bahwa perubahan tubuh merupakan bagian alami dari proses tumbuh dewasa.
Roslina menjelaskan bahwa orang tua tidak perlu menunggu sampai anak mengalami masalah atau mendapat teguran dari orang lain untuk mulai membicarakan personal hygiene. Ketika tanda-tanda pubertas mulai terlihat, orang tua bisa secara bertahap mengenalkan kebiasaan merawat tubuh.
Dengan begitu, anak dapat memahami bahwa menjaga kebersihan bukan karena tubuhnya bermasalah, melainkan bagian dari proses belajar mengenali dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Pendampingan yang tepat juga membantu anak membangun kemandirian tanpa merasa malu dengan perubahan yang sedang dialaminya.
3. Pengalaman pubertas bisa memengaruhi rasa percaya diri

Dok. NUVO Pengalaman menghadapi perubahan tubuh saat pubertas juga dibagikan oleh Sandy Kristian Waluyo, peserta Clash of Champions Season 1, yang turut hadir dalam talkshow tersebut.
Ia bercerita bahwa ketika masih sekolah, dirinya mulai lebih mudah berkeringat, terutama setelah berolahraga atau melakukan banyak aktivitas. Adakalanya kondisi tersebut membuatnya merasa kurang fresh dan khawatir bau badan tercium oleh teman-temannya.
“Dari pengalaman itu, aku jadi sadar bahwa menjaga kebersihan dan merawat diri bukan cuma soal penampilan, tapi juga supaya kita merasa nyaman dan lebih percaya diri dalam menjalani berbagai aktivitas,” ungkap Sandy.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan tubuh ternyata bisa berpengaruh pada kenyamanan seseorang ketika beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
4. NUVO Family hadirkan sabun mandi dengan manfaat Deo Care dan Skin Care

Dok. NUVO Seiring meningkatnya kebutuhan personal care saat memasuki masa remaja, NUVO Family memperkenalkan NUVO Family DeoCare sebagai bagian dari Care Series. Produk ini menggabungkan manfaat Deo Care dan Skin Care dalam satu rutinitas mandi sehari-hari.
NUVO Family DeoCare dilengkapi Odor Fighter Technology yang diklaim efektif melawan bakteri S. aureus penyebab bau badan, sehingga membantu menjaga tubuh tetap fresh dan nyaman. Ada dua varian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
Marketing Manager Personal Care Category WINGS Group Indonesia, Mita Ardiani, menjelaskan bahwa inovasi ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan anak yang mulai mengalami perubahan tubuh saat memasuki masa remaja.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu menjaga tubuh tetap fresh, tetapi juga memberikan manfaat perawatan kulit. Inilah yang kami hadirkan melalui NUVO Family DeoCare,” ujarnya.
Meski diperkenalkan dengan mempertimbangkan kebutuhan remaja awal, produk ini juga dapat digunakan oleh anggota keluarga lainnya yang ingin menjaga tubuh tetap fresh dan kulit tetap terawat.
5. Merawat tubuh menjadi bagian dari proses bertumbuh

Pexels.com/Ron Lach Pubertas bukan hanya tentang perubahan fisik yang terlihat, tetapi juga proses anak mengenal dirinya sendiri. Ada banyak hal baru yang perlu dipahami, termasuk bagaimana menjaga kebersihan dan merawat tubuh agar tetap nyaman saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Orang tua bisa membantu proses tersebut dengan membangun komunikasi yang terbuka dan mengenalkan kebiasaan personal hygiene tanpa membuat anak merasa malu atau tidak percaya diri. Sebab, merawat tubuh sebaiknya dipahami sebagai bentuk perhatian terhadap diri sendiri, bukan karena ada sesuatu yang salah dengan tubuh mereka.





















