Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

15 Film Ghibli dengan Rating Tertinggi di IMDb, No.1 'Spirited Away'!

15 Film Ghibli dengan Rating Tertinggi di IMDb, No.1 'Spirited Away'!
Dok. Rotten Tomatoes
Intinya Sih
  • Spirited Away memimpin daftar film Ghibli berating IMDb tertinggi dengan 8,6, disusul Grave of the Fireflies 8,5 dan Princess Mononoke 8,3.
  • Daftar 15 film mencakup karya Hayao Miyazaki, Isao Takahata, dan Yoshifumi Kondo, dengan cerita yang bergerak dari fantasi hingga drama perang dan pencarian jati diri.
  • Tema berulang dalam film-film tersebut meliputi keberanian, keluarga, perang, relasi manusia dengan alam, persahabatan, cinta, serta penerimaan diri dan duka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Studio Ghibli telah lama dikenal sebagai rumah produksi animasi yang melahirkan karya-karya ikonik, menyentuh hati, dan dipenuhi imajinasi luar biasa. Didirikan oleh Hayao Miyazaki dan Isao Takahata, studio ini telah menghasilkan berbagai film yang tidak hanya disukai anak-anak, tetapi juga diapresiasi tinggi oleh para kritikus dan penonton dewasa di seluruh dunia. Melalui kombinasi visual menawan dan cerita penuh makna, film-film Ghibli berhasil mencuri perhatian di IMDb, salah satu platform penilaian film terbesar di dunia.

Berikut daftar sepuluh film Studio Ghibli dengan rating tertinggi di IMDb. Tiap film dilengkapi dengan sinopsis singkat, skor IMDb, serta nama sutradara dan para pemeran utamanya. Mari kita telusuri mahakarya dari studio legendaris ini yang telah menginspirasi generasi demi generasi.

1. Spirited Away (2001) - 8.6

Dalam film ini, seorang gadis 10 tahun bernama Chihiro tanpa sengaja masuk ke dunia misterius yang dihuni oleh dewa, roh, dan penyihir. Saat orang tuanya berubah menjadi babi, ia harus bekerja di sebuah rumah pemandian roh demi menyelamatkan mereka dan menemukan jalan pulang. Perjalanannya yang penuh tantangan menjadi lambang pertumbuhan dan keberanian.

Disutradarai oleh Hayao Miyazaki, film ini dibintangi oleh Daveigh Chase, Suzanne Pleshette, dan Miyu Irino. Spirited Away memenangkan Oscar untuk Best Animated Feature dan menjadi karya Ghibli paling terkenal di dunia. Visualnya yang indah dan dunia magis yang mendalam membuat film ini wajib ditonton oleh semua penggemar animasi.

2. Grave of the Fireflies (1988) – 8.5

Film ini menceritakan perjuangan hidup dua saudara, Seita dan Setsuko, di Jepang selama Perang Dunia II. Ditinggal oleh orang tua mereka, keduanya harus bertahan hidup di tengah kehancuran dan kelaparan. Kisahnya yang tragis dan menguras emosi menggambarkan dampak perang dari sudut pandang anak-anak.

Disutradarai oleh Isao Takahata dan dibintangi oleh Tsutomu Tatsumi, Ayano Shiraishi, dan Akemi Yamaguchi, film ini dikenal sebagai salah satu film anti-perang terbaik sepanjang masa. Meskipun menyayat hati, film ini menyampaikan pesan kemanusiaan yang kuat dan tak terlupakan.

3. Princess Mononoke (1997) – 8.3

Ashitaka, seorang pejuang muda, mencari obat untuk kutukan yang menggerogoti tubuhnya. Dalam pencariannya, ia terlibat dalam konflik antara manusia yang mengeksploitasi alam dan makhluk hutan yang berusaha mempertahankan tempat tinggal mereka. Di tengah konflik itu, ia bertemu San, atau Princess Mononoke, seorang gadis yang dibesarkan oleh serigala.

Film epik ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan dibintangi oleh Yôji Matsuda, Yuriko Ishida, dan Yûko Tanaka. Princess Mononoke tidak hanya menyuguhkan aksi seru dan animasi yang megah, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap kerusakan lingkungan dengan cara yang mendalam.

4. Howl's Moving Castle (2004) – 8.2

Kisah dimulai ketika Sophie, seorang gadis muda, dikutuk menjadi nenek-nenek oleh seorang penyihir. Ia kemudian bertemu dengan Howl, penyihir tampan yang tinggal di kastil berjalan. Bersama Howl dan teman-temannya, Sophie memulai petualangan untuk mematahkan kutukannya dan menemukan makna keberanian dan cinta sejati.

Disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan dibintangi oleh Chieko Baishô, Takuya Kimura, dan Tatsuya Gashûin, film ini terkenal karena kastil uniknya dan nuansa magis yang khas. Kisahnya penuh dengan pesan tentang identitas, perang, dan transformasi diri.

5. My Neighbor Totoro (1988) – 8.1

Dua saudara perempuan, Satsuki dan Mei, pindah ke pedesaan bersama ayah mereka agar dekat dengan ibu yang sedang dirawat di rumah sakit. Di sana, mereka menjalin persahabatan dengan makhluk-makhluk hutan yang ajaib, termasuk Totoro, roh hutan yang menggemaskan.

Hayao Miyazaki mengarahkan film ini dengan bintang Hitoshi Takagi, Noriko Hidaka, dan Chika Sakamoto. My Neighbor Totoro telah menjadi simbol budaya pop Jepang dan ikon Ghibli. Sifatnya yang ringan dan menyenangkan menjadikannya tontonan keluarga yang sempurna.

6. Castle in the Sky (1986) – 8.0

Seorang anak laki-laki bernama Pazu bertemu dengan Sheeta, gadis misterius yang sedang dikejar oleh bajak laut udara. Keduanya berpetualang mencari Laputa, sebuah kastil terapung yang legendaris dan penuh rahasia. Film ini menggabungkan petualangan, teknologi, dan keindahan alam secara luar biasa.

Hayao Miyazaki kembali menyutradarai film ini, dengan pengisi suara Mayumi Tanaka, Keiko Yokozawa, dan Kotoe Hatsui. Castle in the Sky dikenal sebagai salah satu film petualangan terbaik dari Ghibli dengan pesan tentang kekuasaan dan tanggung jawab.

7. Nausicaä of the Valley of the Wind (1984) – 8.0

Dalam dunia pasca-apokaliptik, Putri Nausicaä berusaha menyelamatkan planetnya yang tercemar dengan menjadi jembatan antara manusia dan alam. Ia berjuang untuk mencegah perang besar antara kerajaan-kerajaan yang ingin menguasai senjata kuno.

Meski dirilis sebelum pendirian resmi Studio Ghibli, film ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan dibintangi oleh Sumi Shimamoto, Mahito Tsujimura, dan Hisako Kyôda. Nausicaä dikenal sebagai salah satu film paling filosofis dalam katalog Ghibli dengan pesan kuat tentang perdamaian dan kelestarian lingkungan.

8. The Tale of The Princess Kaguya (2013) – 8.0

Seorang petani menemukan seorang bayi mungil di dalam batang bambu dan membesarkannya menjadi putri yang cantik. Namun saat dewasa, Putri Kaguya menolak lamaran dari lima bangsawan dan mengungkap asal-usulnya yang penuh misteri dan kesedihan.

Disutradarai oleh Isao Takahata, film ini dibintangi oleh Chloë Grace Moretz, James Caan, dan Mary Steenburgen. Dengan gaya animasi cat air yang unik, film ini dianggap sebagai salah satu karya paling indah dan puitis dari Studio Ghibli.

9. Kiki's Delivery Service (1989) – 7.8

Kiki, seorang penyihir muda, harus menjalani masa pelatihan selama setahun untuk menjadi mandiri. Bersama kucing hitamnya, Jiji, Kiki membuka jasa pengantaran di kota baru dan belajar tentang tanggung jawab, persahabatan, serta menemukan jati dirinya.

Film ini digarap oleh Hayao Miyazaki dengan pengisi suara Kirsten Dunst, Minami Takayama, dan Rei Sakuma. Kiki’s Delivery Service adalah kisah coming-of-age yang menghangatkan hati, cocok ditonton oleh semua usia.

10. The Wind Rises (2013) – 7.8

Film ini mengikuti perjalanan hidup Jiro Horikoshi, insinyur yang merancang pesawat tempur Jepang di era Perang Dunia II. Meski bercita-cita membuat pesawat yang indah, Jiro harus menghadapi kenyataan bahwa ciptaannya akan digunakan dalam peperangan.

Disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan dibintangi oleh Hideaki Anno, Hidetoshi Nishijima, serta Miori Takimoto, film ini adalah penghormatan terhadap para insinyur dan pencipta. The Wind Rises menjadi film terakhir Miyazaki sebelum pensiun (sementara), dan menyuguhkan kisah yang melankolis sekaligus penuh semangat.

11. Whisper of the Heart (1995) - 7.8

Whisper of the Heart merupakan salah satu mahakarya klasik Studio Ghibli yang menyajikan kisah romansa coming-of-age yang hangat, manis, dan begitu membekas. Cerita ini berfokus pada perjalanan Shizuku Tsukishima, seorang remaja perempuan yang gemar membaca dan tengah berjuang menemukan jati diri serta mimpinya. Di tengah proses pencarian tersebut, takdir mempertemukannya dengan Seiji Amazawa, anak laki-laki berbakat yang bercita-cita menjadi pembuat biola. Lewat dinamika hubungan yang unik dan ditulis secara emosional oleh Hayao Miyazaki bersama sutradara Yoshifumi Kondo, interaksi mereka berkembang menjadi dorongan positif bagi satu sama lain untuk berani mengejar impian masing-masing.

Berbeda dengan film Ghibli lainnya yang kental akan elemen fantasi, film yang dibuka dengan lagu ikonik "Country Road" ini tampil menonjol lewat sentuhan cerita yang sangat realistis dan riil. Meskipun alur ceritanya terasa lambat dan tenang, Whisper of the Heart berhasil menangkap esensi masa remaja secara hangat dan padat makna. Mulai dari benih-benih cinta pertama hingga dinamika pergumulan batin saat menghadapi masa depan. Pada akhirnya, kisah sederhana namun reflektif ini tak hanya membangkitkan nostalgia masa kecil, tetapi juga menjadi pengingat berharga tentang indahnya proses bertumbuh dan memperjuangkan mimpi.

12. Ponyo (2008) - 7.6

Ponyo menceritakan petualangan manis antara Sōsuke, seorang anak laki-laki berusia lima tahun, dan Ponyo, seekor makhluk laut mirip ikan mas berkepala manusia yang kabur dari ayahnya, seorang penyihir bawah laut bernama Fujimoto. Setelah diselamatkan oleh Sōsuke dari toples kaca, Ponyo menjilat darah di jari Sōsuke yang terluka dan bertekad untuk menjadi manusia. Menggunakan sihir dari darah manusia tersebut, Ponyo melepaskan diri dari ayahnya dan berubah menjadi gadis kecil. Namun, sihir dahsyat yang dilepaskannya secara tidak sengaja mengganggu keseimbangan alam hingga memicu tsunami besar dan kekacauan ekosistem.

Demi memulihkan alam dan mengizinkan Ponyo hidup sebagai manusia, Sōsuke harus melewati ujian cinta dan kesetiaan dari ibu Ponyo, sang Dewi Laut Gran Mamare. Bersama-sama, Sōsuke dan Ponyo mengarungi lautan yang merendam desa mereka demi mencari ibu Sōsuke. Saat akhirnya diuji, Sōsuke dengan tulus menerima Ponyo baik dalam wujud ikan maupun manusia. Dengan ciuman dan janji murni dari Sōsuke, sihir Ponyo pun dilepaskan secara permanen, menjadikannya manusia seutuhnya sekaligus mengembalikan keseimbangan dunia.

13. The Secret World of Arrietty (2010) - 7.6

The Secret World of Arrietty mengisahkan petualangan Arrietty, seorang gadis remaja dari kaum Borrowers, manusia kerdil yang hidup tersembunyi di balik dinding rumah manusia untuk "meminjam" benda-benda kecil demi bertahan hidup. Keberadaan Arrietty dan keluarganya terancam saat ia tidak sengaja terlihat oleh Shō, seorang anak laki-laki manusia yang sedang beristirahat di rumah bibinya sebelum menjalani operasi jantung yang berisiko tinggi. Meskipun ayah Arrietty memutuskan mereka harus segera pindah demi keselamatan, ikatan persahabatan yang hangat dan saling menghormati justru perlahan tumbuh di antara Arrietty dan Shō.

Konflik memuncak ketika Haru, asisten rumah tangga yang curiga, menemukan kediaman rahasia mereka dan menangkap ibu Arrietty. Dengan bantuan Shō, Arrietty berhasil menyelamatkan ibunya dan menghapus seluruh jejak keberadaan kaumnya sebelum mereka pergi mencari tempat tinggal baru. Di tepi sungai menjelang perpisahan mereka, Shō mengungkapkan bahwa keberanian Arrietty untuk bertahan hidup telah memberinya semangat untuk berjuang menjalani operasinya, sementara Arrietty memberikan jepit rambutnya sebagai kenang-kenangan manis atas persahabatan mereka yang tak terupakan.

14. When Marnie Was There (2014) - 7.6

When Marnie Was There menceritakan kisah Anna Sasaki, seorang gadis introvert berusia 12 tahun yang sering merasa terasingkan dari lingkungan sekitarnya. Akibat penyakit asma yang dideritanya, orang tua angkat Anna menginstruksikannya untuk menghabiskan liburan musim panas di sebuah kota pesisir yang tenang bersama kerabat mereka. Di sana, Anna menemukan sebuah rumah tua terbengkalai di tepi rawa dan berkenalan dengan seorang gadis pirang misterius bernama Marnie. Persahabatan erat yang terjalin secara rahasia di antara keduanya menjadi tempat perlindungan emosional bagi Anna untuk perlahan membuka diri dan menyembuhkan luka hatinya.

Serupa dengan kehangatan dan nuansa yang realistis pada film Whisper of the Heart, kisah ini bergulir dengan lembut tanpa sisi kekerasan, memadukan elemen misteri dan proses pencarian jati diri yang emosional. Seiring berjalannya waktu, teka-teki mengenai identitas Marnie yang sebenarnya dan keterikatannya dengan masa lalu Anna mulai terkuak secara perlahan. Lewat hubungan yang manis dan menyentuh ini, Anna tidak hanya menemukan jawaban atas rahasia keluarganya, tetapi juga belajar untuk menerima kasih sayang dan berdamai dengan dirinya sendiri.

15. The Boy and the Heron (2023) - 7.4

The Boy and the Heron mengisahkan Mahito Maki, seorang bocah laki-laki yang kehilangan ibunya akibat kebakaran di Tokyo pada masa Perang Pasifik. Setelah pindah ke pedesaan bersama ayahnya dan ibu tirinya, Natsuko, Mahito yang diselimuti duka dan keterasingan bertemu dengan seekor burung bangau abu-abu misterius yang bisa berbicara. Burung tersebut memancing Mahito masuk ke dalam sebuah menara tua terlarang dengan janji dapat bertemu kembali dengan mendiang ibunya. Ketika Natsuko tiba-tiba menghilang ke dalam hutan, Mahito dan si Burung Bangau nekat melintasi portal menara tersebut dan melangkah masuk ke dalam dunia bawah tanah yang surealis demi menyelamatkannya.

Di dunia ajaib yang berada di ambang kehancuran itu, Mahito mengarungi bahaya, bertemu dengan sosok-sosok misterius seperti pelindung api bernama Himi, serta menghadapi sang Paman Buyut yang memintanya untuk meneruskan kendali atas dunia fantasi tersebut. Namun, lewat perjalanannya, Mahito menyadari pentingnya menerima rasa sakit, kesalahan diri, dan kenyataan hidup di dunia nyata. Dengan menolak tawaran untuk melarikan diri dari realitas, Mahito berhasil menyelamatkan keluarganya, berdamai dengan duka atas kepergian sang ibu, dan kembali ke dunianya dengan kedewasaan baru.

Studio Ghibli tidak hanya menciptakan animasi yang indah, tetapi juga menyampaikan pesan yang mendalam tentang kehidupan, alam, dan kemanusiaan. Deretan film di atas merupakan bukti bahwa animasi bisa menjadi medium yang kuat untuk bercerita, menggugah emosi, dan membentuk pandangan hidup.

Dengan rating tinggi di IMDb dan pengakuan internasional, film-film ini menunjukkan betapa besar pengaruh Ghibli dalam dunia perfilman. Jika kamu belum menontonnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjelajahi keajaiban dunia Ghibli. Siapkan tisu dan hati yang lapang karena setiap cerita akan membawa kamu dalam perjalanan yang tak terlupakan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More