Film The Incredibles (2004) berhasil menyabet skor luar biasa sebesar 97% di Rotten Tomatoes karena kepiawaian sutradara Brad Bird dalam menggabungkan aksi pahlawan super yang spektakuler dengan dinamika keluarga yang sangat relevan dan relatable. Film ini dipuji kritikus berkat naskahnya yang cerdas, pendalaman karakter yang kuat, humor yang menyentuh berbagai usia, serta animasi mutakhir pada zamannya yang dibalut nuansa retro-futuristik nan estetik. Selain itu, penggambaran perjuangan krisis paruh baya dan tekanan untuk membaur dengan masyarakat biasa membuat alurnya terasa emosional, dewasa, dan jauh melebihi standar film animasi anak-anak pada umumnya.
13 Film Animasi Pixar dengan Skor Tertinggi Versi Rotten Tomatoes

- Pixar selama hampir tiga dekade sukses menghadirkan film animasi berkualitas tinggi dengan cerita bermakna, menjadikannya studio animasi ternama dunia dan langganan penghargaan bergengsi seperti Oscar serta Golden Globe.
- Delapan film Pixar dengan skor tertinggi di Rotten Tomatoes didominasi oleh saga Toy Story, disusul oleh Finding Nemo, Inside Out, Up, dan Coco yang juga mendapat pujian kritikus serta penonton.
- Toy Story 2 dan Toy Story meraih skor sempurna 100 persen, sementara film lain seperti Inside Out, Up, dan Coco menonjol lewat pesan emosional, visual memukau, serta nilai kemanusiaan yang kuat.
Selama 28 tahun memgepak sayap, Studio Pixar telah mewarnai masa kecil kita lewat film animasi berkualitas penuh warna. Sajian animasi apik, karakter yang menggemaskan dan dikemas inovatif lewat alur cerita sarat makna. Bumbu ini tentu membuat film besutan Pixar sungguh berkesan dan melukiskan memori di benak banyak orang.
Mengayuh kayu animasi pertama kali lewat Toy Story pada 1995, kini Pixar bertransformasi menjadi raksasa studio animasi tersohor di seluruh dunia. Sering kali raksasa studio ini langganan memboyong pulang penghargaan film bergengsi, seperti Piala Oscar dan Golden Globe Awards.
Bertabur kisah yang menyentuh dan soundtrack yang eargasm, berikut 8 film animasi Pixar dengan skor tertinggi versi Rotten Tomatoes.
Table of Content
1. Toy Story 2 (100%)

Toy Story 2 berhasil mengukir nilai sempurna sebesar 100 persen di Rotten Tomatoes. Angka mutlak ini terhimpun dari 171 ulasan kritikus film dan 87 persen audience score sebanyak lebih dari 250 ribu ulasan penonton. Para kritikus menilai bahwa suksesnya Toy Story 2 di kancah animasi merupakan hal yang langka.
Ini karena Toy Story 2 merupakan sekuel animasi yang berhasil melampaui pendahulunya. Bumbu penceritaan inventif, animasi ciamik, dan totalitas selebritas yang mendalami peran karakter pada Toy Story 2, tentu memberikan pengalaman menonton film yang berkesan.
Kisahnya melanjutkan petualangan misi penyelamatan Woody yang hilang dicuri. Tak bisa diam, Buzz and the gang pun mencanangkan rencana penyelamatan sebelum sang koboi dijadikan properti di museum mainan.
2. Toy Story (100%)

Pada 1995, Pixar pertama kali membuka semesta Toy Story yang mengisahkan petualangan mainan yang bisa hidup. Film animasi yang mengukir jagat perdana raksasa studio ini, menjadi sendok emas yang berhasil mengharumkan nama Pixar di dunia hiburan dan animasi.
Tak mau kalah dengan sekuelnya, film ini mendapatkan skor 100 persen dari 96 kritikus film dan 92 persen audience score lebih dari 250 ribu penonton. Toy Story dianggap sebagai angin sejuk yang menghidupkan kembali animasi ramah keluarga.
Animasi legendaris ini mengisahkan boneka koboi baik hati bernama Woody (Tom Hanks). Posisinya sebagai boneka kesayangan Andy (John Morris) terancam ketika mainan aksi Buzz Lightyear (Tim Allen) hadir di kamar sang pemilik.
3. Finding Nemo (99%)

Pixar pun turut menggaet Disney dalam merilis Finding Nemo pada 2003 silam. Film animasi bertajuk dunia laut ini berhasil menduduki tangga ketiga film animasi Pixar dengan skor tettinggi di Rotten Tomatoes.
Finding Nemo berhasil mencetak skor 99 persen dari 269 kritikus film dan 86 persen audience score. Berbekal visual laut yang memukau dan jalan ceritanya yang ringan namun inspiratif, Finding Nemo masuk dalam daftar animasi ramah anak yang bisa ditonton bersama keluarga.
Para kritikus menilai bahwa film ini masuk dalam daftarr film animasi terbaik yang pernah ada. Ini semua berkat eksekusi baik yang pintar dari para tim produksi Finding Nemo. Hal terbukti dengan Piala Best Animated Feature Oscar 2004 berhasil dibawa pulang film ini.
4. Inside Out (98%)

Inside Out berhasil mendapat angka 98 persen di situs Rotten Tomatoes. Angka ini diperoleh dari ulasan 382 kritikus film. Masuknya Inside Out dalam portfolio Pixar tentu membuat kemahsyurannya dalam produksi animasi modern semakin menyerbak.
Film ini menceritakan Riley yang mengalami guncangan emosional saat pindah ke San Fransisco. Tak menceritakan kehidupan Riley, Inside Out justru menceritakan perjalanan emosional di kepala Rilley yang diwujudkan dengan 5 karakter yang mewakilkan setiap emosi manusia. Yaitu Joy atau kebahagiaan, Sadness atau kesedihan, Anger atau amarah, Disgust atau rasa geli, dan Fear si penakut.
Film ini menyuntikkan nilai psikologis manusia ke dalam premisnya. Karena itu, Inside Out bisa menjadi pilihan animasi edukatif yang menghibur dan dikemas ringan dalam memperkenalkan ragam emosi manusia kepada anak-anak.
5. Toy Story 3 (98%)

Mengikuti jejak pendahulunya, Toy Story 3 masuk dalam jajaran film Pixar dengan skor tertinggi versi Rotten Tomatoes. Sekuel kedua dari saga Toy Story ini berhasil mendapat skor 98 persen dari 312 kritikus film dan 90 persen lebih dari 250 ribu ulasan penonton. Mengukir kesuksesan kedua film sebelumnya, Toy Story 3 berhasil meramu perpaduan komedi, petualangan, serta emosi dengan rapi.
Ceritanya berlanjut setelah Andy yang beranjak masuk universitas. Woody, Buzz Lightyear dan teman mainannya memilih pergi ke tempat penitipan anak Sunnyside. Berharap pengalaman indah menanti mereka, justru mereka disambut oleh mainan beruang licik bernama Lotso.
Woody dan kawan-kawan berusaha keluar dari Sunnyside, hingga akhirnya berhasil memberi pesan ke Andy agar para mainan disumbangkan ke Bonnie.
6. Up (98%)

Siapa di sini yang turut menangis setelah menonton Up? Permainan emosi yang disuntikkan dalam Up berhasil mengantar animasi apik Pixar ini sebagai salah satu film animasi terbaik sepanjang masa.
Bukan cuma unsur emosional yang menghantar batin, kombinasi sempurna antara komedi, kisah menyentuh hati di sepanjang perjalanan karakter yang dikemas animasi spektakuler turut mengikuti. Tak heran, Up berhasil melukiskan angka 98 persen dari 297 kritikus film dan skor 90 persen dari 250 ribu penonton.
Film ini berhasil membawa pulang 49 piala dari 70 nominasi penghargaan film bergengsi. Termasuk Best Animated Feature dan Best Original Score Oscar 2010, serta Best Instrumental Composition dan Best Score Soundtrack Album Grammy Awards 2010.
7. Toy Story 4 (97%)

Waralaba Toy Story tetap konsisten mempertahankan kualitasnya sebagai film animasi terbaik Pixar. Kali ini Toy Story 4 berhasil mencetak skor 97 persen dari 460 kritikus dan 94 persen lebih dari 50 ribu penonton. Semakin takjub, Toy Story 4 juga menjadi animasi ke-10 produksi Pixar yang memenangkan piala Best Animated Feature di Oscar 2020.
Walau tak seperti ketiga pendahulunya yang memeras emosi, film keempat Toy Story masih sangat enjoyable untuk ditonton dan tetap konsisten memasukkan humor, cerita yang menyentuh hati dan alur yang inventif.
Petualangan baru Woody, Buzz, Mr. dan Mrs. Potato Head, dan lainnya pun dimulai saat Forky, mainan kesayangan Bonnie melarikan diri karena merasa ia bukanlah mainan seperti teman-temannya. Tak ingin Bonnie sedih, Woddy and the gang pun memulai misi pencarian Forky ke seluruh pelosok.
8. Coco (97%)

Satu lagi daftar film animasi Pixar yang sukses membuat mata banjir air mata. Coco berhasil mencetak skor 97 persen dari 300 kritikus dan 94 persen lebih dari 25 ribu penonton.
Coco mengambil latar kebudayaan Meksiko sebagai premis utamanya. Saat menonton Coco, kamu akan menyaksikan ragam kultur, kepercayaan, dan kebiasaan masyarakat Meksiko.
Selain alur ceritanya yang emosional dan penuh haru akan kekeluargaan, pujian terhadap Coco juga diberikan berkat soundtrack-nya yang top notch. Pixar berhasil mengeksplorasi unsur mengenai keluarga, kebudayaab yang lekat, cinta, kenangan, bahkan kematian ke dalam Coco.
Miguel Rivera adalah seorang bocah laki-laki yang tinggal bersama keluarga besar dan nenek buyutnya bernama Coco di pedesaan Meksiko. Cita-citanya sebagai penyanyi pun harus pupus karena keluarga besarnya sangat menentang musik.
Namun, semua itu berubah saat Miguel masuk ke Negeri Orang Mati setelah mencuri mencuri gitar di makam musisi tersohor Ernesto.
9. The Incredibles (97%)

Cerita berfokus pada Bob Parr (Mr. Incredible) dan istrinya, Helen (Elastigirl), dua pahlawan super terkenal yang terpaksa pensiun dan menjalani kehidupan biasa sebagai warga sipil setelah pemerintah melarang seluruh aktivitas pahlawan super. Meski hidup bersama anak-anak mereka—Violet, Dash, dan si bayi Jack-Jack—Bob kerap merasa jenuh dengan rutinitas kerjanya yang membosankan dan merindukan masa-masa kejayaannya.
Kesempatan emas datang ketika Bob secara rahasia dipanggil ke sebuah pulau terpencil untuk menjalankan misi rahasia melumpuhkan robot pembelot. Namun, misi tersebut ternyata merupakan jebakan berbahaya. Ketika Mr. Incredible jatuh dalam bahaya besar, kini giliran Helen dan anak-anaknya yang harus bersatu, membangkitkan kembali kekuatan super mereka, dan bekerja sama sebagai sebuah keluarga demi menyelamatkannya sekaligus menyelamatkan dunia.
10. Ratatouille (96%)

Film Ratatouille (2007) berhasil meraih skor mengagumkan sebesar 96% di Rotten Tomatoes karena keberanian Pixar menyajikan ide absurd menjadi sebuah masterpiece yang menyentuh, hangat, dan sangat memikat secara visual. Di bawah arahan sutradara Brad Bird, film ini memikat para kritikus lewat narasi yang mendalam tentang passion, ketabahan melampaui batasan sosial, serta surat cinta untuk dunia kuliner yang digambarkan dengan animasi memanjakan mata. Didukung oleh musik latar yang menawan, humor yang pas, dan pesan moral yang kuat bahwa "siapa pun bisa memasak", film ini sukses menyentuh hati penonton dari segala usia sekaligus menghadirkan salah satu adegan klimaks paling emosional dan ikonik dalam sejarah animasi.
Cerita berfokus pada Remy, seekor tikus muda di Paris yang memiliki indra penciuman luar biasa dan cita rasa kuliner yang sangat tinggi. Berbeda dengan kelompoknya yang puas memakan sampah, Remy bermimpi besar untuk menjadi seorang koki hebat seperti idolanya, mendiang Auguste Gusteau. Takdir membawanya ke dapur restoran terkenal milik Gusteau, di mana ia bertemu dengan Linguini, seorang pemuda pembersih dapur yang canggung dan tidak bisa memasak.
Keduanya kemudian membentuk kerja sama rahasia yang unik: Remy bersembunyi di balik topi koki Linguini dan mengendalikannya seperti helikopter dengan menarik rambutnya untuk menciptakan masakan-masakan lezat. Namun, saat kesuksesan mulai menghampiri dan restoran tersebut menarik perhatian krtikus kuliner paling ditakuti di Paris, Anton Ego, rahasia di balik koki jenius ini terancam terbongkar.
11. Monster Inc. (96%)

Film Monsters, Inc. (2001) berhasil menyabet skor impresif sebesar 96% di Rotten Tomatoes berkat konsep dunianya yang sangat kreatif, orisinal, serta penuh imajinasi tentang bagaimana dunia monster bekerja di balik pintu lemari anak-anak. Dipimpin oleh chemistry luar biasa dan performa pengisi suara memikat dari John Goodman dan Billy Crystal, film ini memadukan komedi yang segar dengan ikatan emosional yang amat kuat antara monster raksasa dan seorang anak kecil. Para kritikus memuji naskahnya yang cerdas dan penuh kehangatan, visual animasi yang mendobrak batas pada zamannya—terutama pada detail tekstur bulu Sulley—serta pesan moral mendalam tentang bagaimana kasih sayang dan tawa ternyata jauh lebih kuat dibandingkan rasa takut.
Monsters, Incorporated adalah pabrik pemroses jeritan terbesar di dunia monster, tempat para monster bekerja mengejutkan anak-anak manusia melalui pintu dimensi rahasia untuk mengumpulkan energi kota. James P. "Sulley" Sullivan, seekor monster berbulu biru besar yang baik hati, adalah pemecah rekor penakut nomor satu, dibantu oleh sahabat sekaligus asistennya yang berbekal satu mata, Mike Wazowski.
Dunia mereka mendadak gempar dan kacau ketika seekor anak perempuan manusia yang menggemaskan, Boo, secara tidak sengaja masuk ke dunia monster—tempat di mana anak manusia dianggap sangat beracun dan berbahaya. Alih-alih takut, Boo justru menempel pada Sulley. Demi melindungi Boo dan mengembalikannya ke rumah, Sulley dan Mike harus bersembunyi dari kejaran petugas keamanan serta membongkar konspirasi jahat yang mengancam keselamatan Boo dan masa depan dunia mereka.
12. Soul (95%)

Film Soul (2020) sukses mengantongi skor 95% di Rotten Tomatoes berkat keberaniannya mengangkat tema eksistensial yang dewasa seperti arti kehidupan, ambisi, dan pencarian jati diri ke dalam animasi yang hangat dan mudah dipahami. Kritikus sangat memuji visual eksperimentalnya yang memukau, alunan musik jazz buatan Jon Batiste yang memikat, serta pesannya yang menyentuh bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu diukur dari pencapaian besar, melainkan kemampuan menikmati momen-momen kecil dalam hidup.
Joe Gardner, seorang guru musik sekolah menengah yang bermimpi menjadi musisi jazz profesional, akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk tampil di klub jazz terbaik. Namun, sebuah kecelakaan tragis mendadak melempar jiwanya ke The Great Before atau tempat di mana jiwa-jiwa baru dibentuk sebelum lahir ke Bumi.
Demi kembali ke tubuhnya sebelum pertunjukan dimulai, Joe terpaksa menjadi mentor bagi 22, seekor jiwa cynic yang enggan lahir karena menganggap kehidupan di Bumi sangat membosankan. Dalam usaha saling membantu ini, keduanya justru menemukan makna hidup yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
13. Turning Red (95%)

Film Turning Red (2022) berhasil meraih skor 95% di Rotten Tomatoes karena keberaniannya menyajikan kiasan pubertas dan dinamika keluarga Asia yang jujur, segar, serta penuh humor khas remaja. Kritikus memuji gaya visualnya yang energik berbalut pengaruh estetika anime, jalinan persahabatan remaja yang hangat, serta metafora unik "panda merah" yang secara emosional sangat relevan menggambarkan gejolak emosi, tekanan ekspektasi orang tua, dan proses menerima diri sendiri.
Mei Lee, seorang remaja 13 tahun yang percaya diri dan berprestasi, berusaha keras menjadi anak penurut bagi ibunya yang protektif, Ming. Namun, kehidupan remajanya yang berantakan makin kacau saat ia mendapati kutukan keluarga: setiap kali emosinya meluap, ia mendadak berubah menjadi panda merah raksasa. Di tengah kepanikan itu, Mei harus belajar mengendalikan emosinya demi menjalani keseharian, persahabatannya, serta konser boyband impiannya.
Itulah 8 film animasi Pixar dengan rating tertinggi di Rotten Tomatoes. Didominasi oleh saga Toy Story, Pixar menjadi pionir rumah produksi yang menghasilkan sebakul film animasi ciamik dan sarat makna. Adakah yang menjadi favoritmu, Bela?




















