Florence Pugh hingga Hudson Williams Speak Up soal Kasus Cornell University, Ada Apa?

Gugatan perdata September 2026 menuduh tujuh mantan anggota Chi Phi melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi Cornell pada 2024; tuduhan tersebut belum terbukti di pengadilan.
Jaksa Tompkins County membuka kembali penyelidikan kriminal dan berencana membawa perkara ke grand jury, setelah sebelumnya tidak mengajukan dakwaan pada 2024.
Sejumlah selebritas Hollywood menuntut dukungan bagi penyintas dan akuntabilitas, sementara Cornell menyatakan telah menjatuhkan sanksi internal serta mendukung penyelidikan ulang.
Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan tujuh mantan anggota fraternitas Chi Phi di Cornell University kembali menjadi sorotan. Perkara yang diduga terjadi pada 2024 tersebut kembali ramai setelah seorang mantan mahasiswi Cornell mengajukan gugatan perdata pada September 2026.
Kasus ini kemudian mendapat perhatian dari sejumlah artis Hollywood. Florence Pugh, Mariska Hargitay, Josh Gad, Hudson Williams, hingga Jameela Jamil menyampaikan respons mereka melalui media sosial. Beberapa di antaranya menyoroti pentingnya dukungan terhadap penyintas dan pertanggungjawaban dalam kasus kekerasan seksual.
Sorotan publik semakin besar setelah Jaksa Wilayah Tompkins County, Matthew Van Houten, mengumumkan bahwa penyelidikan kriminal terhadap kasus tersebut kembali dibuka. Perkara ini rencananya akan dibawa ke grand jury untuk menentukan apakah terdapat dasar untuk mengajukan dakwaan.
Lantas, apa yang membuat kasus ini kembali ramai dan bagaimana kronologinya? Berikut rangkuman kasus dugaan kekerasan seksual di Cornell University hingga perkembangan terbarunya.
Table of Content
Florence Pugh soroti kasus Cornell dan minta laki-laki ikut bersuara

Pernyataan Florence Pugh terhadap kasus dugaan kekerasan seksual di Cornell University. (instagram.com/florencepugh) Florence Pugh menjadi salah satu artis Hollywood yang lebih dulu menyampaikan respons setelah kasus ini kembali mencuat.
Melalui Instagram pribadinya, Pugh mengaku merasa terganggu dan cemas setelah membaca mengenai dugaan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi Cornell. Ia juga menyoroti peran laki-laki dalam membicarakan dan mencegah kekerasan seksual.
Pugh menyerukan agar laki-laki ikut membicarakan mengenai budaya yang memungkinkan kekerasan seksual terjadi. Ia juga mempertanyakan bagaimana perempuan dapat merasa aman jika orang-orang di sekitarnya memilih diam ketika mengetahui adanya dugaan kekerasan.
Pernyataannya kemudian kembali menjadi perhatian setelah Pugh mengatakan bahwa unggahan mengenai kasus tersebut diduga dibatasi jangkauannya oleh Instagram. Ia mempertanyakan apakah pembahasan mengenai kekerasan seksual sedang disensor, sebelum kemudian mengunggah ulang pernyataannya.
Mariska Hargitay soroti penanganan kasus oleh Cornell University
Mariska Hargitay, yang selama bertahun-tahun dikenal lewat perannya sebagai Olivia Benson dalam Law & Order: Special Victims Unit, juga ikut menyuarakan dukungannya. Melalui akun Instagram bersama Joyful Heart Foundation, organisasi yang didirikannya untuk mendukung penyintas kekerasan seksual, Hargitay menyoroti dugaan bahwa Jane Doe (nama samaran untuk perempuan beridentitas anonim) tidak memperoleh informasi mengenai hasil proses Title IX yang dijalaninya.
Dalam pernyataan tersebut, Hargitay dan organisasinya menyerukan akuntabilitas serta menekankan pentingnya penyintas mendapat informasi mengenai proses yang berkaitan dengan laporan mereka.
Hargitay juga membagikan sejumlah pernyataan terkait kasus tersebut melalui Instagram Stories. Responsnya muncul ketika penyelidikan kriminal terhadap kasus Cornell kembali dibuka oleh jaksa.
Josh Gad kritik isu hukuman yang disebut dalam gugatan
Josh Gad juga memberikan respons setelah gugatan Jane Doe menjadi perhatian publik.
Pengisi suara Olaf di Frozen tersebut mengkritik klaim dalam gugatan mengenai adanya mahasiswa yang disebut mendapat tugas menulis esai sebagai bagian dari konsekuensi disipliner. Ia mempertanyakan bagaimana institusi pendidikan menangani dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan terjadi di lingkungan kampus.
Namun, Cornell University membantah anggapan bahwa para mahasiswa yang terlibat hanya mendapat tugas menulis esai. Universitas menyatakan proses disipliner telah dilakukan dan sanksi yang diberikan mencakup skorsing serta pengeluaran dari universitas.
Karena aturan privasi mahasiswa, Cornell tidak mengungkapkan rincian sanksi untuk setiap individu secara terbuka.
Hudson Williams serukan penangkapan

Unggahan Instagram Stories milik Hudson Williams terkait kasus dugaan kekerasan seksual di Cornell University. (instagram.com/hudsonwilliamsofficial via PinkNews) Aktor Heated Rivalry, Hudson Williams juga memberikan respons yang cukup tegas. Williams membagikan foto tujuh laki-laki yang disebut dalam gugatan melalui Instagram Stories. Ia menulis seruan agar mereka ditangkap sekaligus mengkritik Cornell University atas penanganan kasus tersebut.
Pernyataannya muncul ketika penyelidikan kriminal baru saja dibuka kembali. Hingga kini, ketujuh orang tersebut masih berstatus sebagai pihak yang dituduh dalam gugatan perdata dan belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan.
Jameela Jamil ikut bereaksi
Jameela Jamil juga menyampaikan reaksi keras terhadap kasus tersebut melalui media sosial.
Aktris The Good Place itu menyerukan adanya konsekuensi hukum yang berat bagi orang-orang yang terbukti melakukan kekerasan seksual. Pernyataannya menjadi salah satu respons yang paling keras terhadap kasus Cornell.
Pernyataan Jamil sendiri merupakan respons terhadap tuduhan yang masih dalam proses hukum. Hingga saat ini, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan tujuh orang yang disebut dalam gugatan tersebut bersalah.
Apa yang sebenarnya terjadi di rumah fraternitas Chi Phi?

Cornell University. (pixabay.com/PPPSDavid) Berdasarkan laporan BBC dan CNN, kasus ini bermula dari peristiwa yang menurut gugatan terjadi pada malam 19 Oktober 2024 di rumah fraternitas Chi Phi di Ithaca, New York.
Jane Doe, yang saat itu berusia 20 tahun dan merupakan mahasiswi Cornell, mengaku telah mengonsumsi alkohol sebelum datang ke rumah Chi Phi. Dalam gugatan perdata yang diajukan pada September 2026, ia menuduh dirinya kemudian diberi atau ditekan untuk mengonsumsi zat yang disebut ketamin, serta alkohol dan ganja.
Ia menuduh bahwa dalam kondisi tersebut dirinya mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh sejumlah anggota Chi Phi. Gugatan tersebut menyebut dugaan kejadian berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan tujuh orang yang kemudian menjadi tergugat.
Gugatan juga menyertakan dugaan percakapan dalam grup Snapchat anggota Chi Phi. Menurut penggugat, percakapan tersebut menunjukkan adanya ajakan kepada anggota lain untuk datang ke lokasi.
Semua tuduhan tersebut masih merupakan bagian dari gugatan perdata dan belum dibuktikan melalui putusan pengadilan.
Kasus sempat berhenti tanpa dakwaan pada 2024

Ilustrasi kekerasan seksual. (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Peristiwa tersebut sebelumnya telah dilaporkan kepada kepolisian kampus. Namun, penyelidikan pada 2024 tidak menghasilkan dakwaan pidana.
Jaksa Wilayah Tompkins County, Matthew Van Houten, mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan keterangan awal yang diberikan Jane Doe kepada polisi kampus. Menurut ringkasan yang kemudian disampaikan kantor jaksa, keterangan tersebut menggambarkan aktivitas seksual dan penggunaan narkoba sebagai dilakukan secara sadar dan sukarela.
Pengacara Jane Doe, Thomas Giuffra, membantah bahwa keterangan awal tersebut berbeda secara material dari tuduhan yang kemudian dicantumkan dalam gugatan. Ia juga mengkritik proses penyelidikan sebelumnya karena menurutnya sejumlah klaim kliennya tidak ditindaklanjuti secara menyeluruh.
Perbedaan antara keterangan awal dan isi gugatan kini menjadi salah satu bagian penting yang akan diperiksa kembali oleh jaksa.
Gugatan perdata membuat kasus kembali ramai

Ilustrasi kekerasan seksual. (pexels.com/RDNE Stock project) Kasus tersebut kembali menjadi perhatian setelah Jane Doe mengajukan gugatan perdata pada 14 September 2026. Dalam gugatan tersebut, ia menggugat tujuh mantan anggota Chi Phi, Cornell University, organisasi yang berkaitan dengan Chi Phi dan Tri Delta, sebuah bar di Ithaca, serta sejumlah pihak lainnya.
Ia menuduh Cornell gagal memberikan perlindungan dan respons yang memadai setelah laporan dibuat. Gugatan tersebut juga memuat berbagai bukti dan keterangan mengenai dugaan kejadian di rumah Chi Phi.
Publikasi gugatan kemudian memicu perhatian luas dan tekanan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Jaksa buka kembali penyelidikan

Ilustrasi pengadilan. (pexels.com/Towfiqu barbhuiya) Pada 28 September 2026, Van Houten mengumumkan bahwa kantor kejaksaan kembali memeriksa kasus tersebut.
Menurut Reuters, jaksa berencana membawa perkara terhadap tujuh orang yang disebut dalam kasus ke grand jury untuk kemungkinan dakwaan. Peninjauan kembali dilakukan setelah munculnya gugatan perdata dan informasi yang kembali menjadi perhatian publik.
Van Houten tetap mempertahankan bahwa keputusan untuk tidak mengajukan dakwaan pada 2024 dibuat berdasarkan informasi yang tersedia saat itu. Namun, ia kini mengatakan kasus tersebut perlu diperiksa kembali berdasarkan informasi dan bukti yang muncul setelah gugatan diajukan.
Dengan dibukanya kembali penyelidikan, proses pidana kini memasuki tahap baru. Grand jury nantinya akan mempertimbangkan bukti yang diajukan jaksa sebelum menentukan apakah terdapat dasar untuk mengeluarkan dakwaan.
Cornell bantah tidak menjatuhkan sanksi

Cornell University. (cornell.edu) Dalam keterangan resminya, Cornell University menyatakan mendukung keputusan jaksa untuk membuka kembali penyelidikan kriminal.
Universitas juga mengatakan telah melakukan penyelidikan internal melalui proses Title IX setelah laporan tersebut muncul pada 2024. Menurut Cornell, proses tersebut menghasilkan sejumlah sanksi, termasuk skorsing dan pengeluaran dari universitas.
Cornell membantah anggapan bahwa pihak yang disebut dalam kasus hanya menerima hukuman ringan atau sekadar diminta menulis esai. Namun, universitas tidak memberikan rincian sanksi masing-masing mahasiswa karena aturan privasi.
Cabang Chi Phi yang berada di Cornell juga telah dilarang beroperasi di kampus sejak 2024.
Gubernur New York minta peninjauan independen

Gubernur New York, Kathy Hochul. (x.com/GovKathyHochul) Perkembangan kasus ini turut mendapat perhatian dari Gubernur New York, Kathy Hochul.
Melalui keterangan resmi, Hochul menyerukan peninjauan independen terhadap bagaimana Cornell menangani laporan dugaan kekerasan seksual tersebut. Fokus peninjauan mencakup sistem pelaporan, pencegahan, serta respons universitas terhadap kasus kekerasan seksual.
Permintaan tersebut muncul bersamaan dengan dibukanya kembali penyelidikan pidana oleh kantor jaksa.
Kasus masih berjalan dan belum ada putusan

Cornell University. (admissions.cornell.edu) Saat ini, penyelidikan kriminal terhadap kasus tersebut kembali dilakukan dan akan dibawa ke grand jury. Di sisi lain, gugatan perdata yang diajukan Jane Doe terhadap Cornell University dan sejumlah pihak terkait juga masih berjalan.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan tujuh mantan anggota Chi Phi bersalah. Publik masih menunggu hasil penyelidikan dan keputusan grand jury terkait langkah hukum berikutnya.




















