Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Kontroversi Asian Games 2026 Jepang, Banjir Keluhan!

4 min read
5 Kontroversi Asian Games 2026 Jepang, Banjir Keluhan!
economictimes.com
  • Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya diikuti lebih dari 17.000 atlet dan official, dengan akomodasi tersebar di hotel, kontainer, serta kapal pesiar demi menekan biaya.

  • Delegasi Thailand, India, China, dan Korea Selatan melaporkan keterlambatan kamar, waktu tunggu berjam-jam, unit sempit, serta bus yang tidak datang atau salah tujuan.

  • Panitia meminta maaf setelah lagu kebangsaan Korea Utara diputar untuk Korea Selatan; penyambutan berkostum Toyotomi Hideyoshi juga diprotes delegasi Korea Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kontroversi Asian Games 2026 sudah muncul bahkan sebelum rangkaian pertandingan resmi dibuka di Aichi dan Nagoya, Jepang. Sejumlah delegasi melaporkan masalah akomodasi, transportasi, hingga kesalahan teknis yang kemudian ramai diperbincangkan.

Asian Games 2026 sendiri diikuti lebih dari 17.000 atlet dan official. Alih-alih membangun satu athletes' village terpusat, panitia menggunakan kombinasi hotel, bangunan kontainer sementara, dan kapal pesiar sebagai tempat tinggal peserta.

Berikut beberapa kontroversi Asian Games 2026 yang menjadi sorotan menjelang dan pada awal penyelenggaraan.

  1. 1. Akomodasi atlet menuai banyak keluhan

    kontroversi asian games 2026
    scmp.com

    Salah satu persoalan terbesar dalam Asian Games 2026 datang dari tempat tinggal para atlet. Keputusan untuk tidak menggunakan athletes' village tradisional membuat peserta ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk hotel, unit kontainer kayu, dan kapal pesiar Costa Serena.

    Masalah muncul ketika sejumlah delegasi tiba tetapi belum mendapatkan kamar yang sesuai. Tim sepak takraw Thailand bahkan dilaporkan harus menunggu di lobi kapal pesiar karena data akomodasi mereka tidak ditemukan. Beberapa anggota tim kemudian terlihat tidur di lantai lobi sambil menunggu masalah tersebut diselesaikan.

    Atlet India juga dilaporkan menunggu lebih dari 14 jam untuk mendapatkan akomodasi di kapal. Sementara itu, tim basket putra Korea Selatan mengeluhkan unit kontainer yang sempit dan tempat tidur yang terlalu pendek untuk pemain dengan tinggi sekitar dua meter.

    Panitia mengatakan sistem akomodasi tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya menekan biaya dan tetap aman serta nyaman bagi peserta.

  2. 2. Masalah transportasi ikut mengganggu persiapan atlet

    kontroversi asian games 2026
    koreajoongangdaily.com

    Persoalan tidak berhenti ketika atlet sudah mendapatkan tempat tinggal. Transportasi menuju tempat latihan dan pertandingan juga menjadi salah satu masalah dalam kontroversi Asian Games 2026.

    Tim sepak bola putra Korea Selatan, misalnya, pernah menunggu bus yang tidak datang ke hotel. Pada kesempatan lain, bus justru membawa mereka ke lapangan bisbol, bukan ke Mizuho Rugby Stadium, sehingga perjalanan mereka terlambat sekitar 30 menit.

    Masalah serupa kembali dialami tim basket putra Korea Selatan. Bus yang seharusnya membawa mereka ke sesi latihan tidak muncul pada waktu yang telah dijadwalkan. Akibatnya, mereka melewatkan sesi latihan ringan menjelang pertandingan final melawan Jepang.

    Kondisi ini menjadi lebih rumit karena lokasi akomodasi peserta tersebar di berbagai tempat, sementara beberapa venue pertandingan dan latihan berada cukup jauh dari tempat mereka menginap.

  3. 3. Ada atlet yang harus menunggu berjam-jam sejak tiba di Jepang

    kontroversi asian games 2026
    globaltimes.cn

    Masalah logistik juga sudah dirasakan sejumlah kontingen sejak kedatangan mereka di Jepang. Atlet senam China Zhang Boheng mengatakan dirinya dan beberapa rekan setimnya harus menunggu sekitar enam jam setelah mendarat.

    “Saya benar-benar kelelahan,” ujar Zhang Boheng dalam video yang kemudian ramai dibagikan di media sosial. Ia juga mengatakan baru bisa makan kembali mendekati pukul 19.00 setelah sarapan sekitar pukul 07.00.

    Menurut Zhang Boheng, proses registrasi dan administrasi menjadi bagian dari penyebab lamanya waktu tunggu. Saat tiba di kapal pesiar, hujan deras juga membuat mereka belum bisa langsung masuk.

    Situasi serupa dilaporkan dialami sejumlah delegasi lain. Bahkan, warga dan komunitas di Jepang sempat ikut membantu ketika beberapa atlet mengalami kendala transportasi. Tim India juga mendapat dukungan dari diaspora di Nagoya sebagai bagian dari rencana alternatif akomodasi.

  4. 4. Lagu kebangsaan Korea Selatan sempat tertukar dengan Korea Utara

    Salah satu kesalahan yang paling sensitif terjadi dalam pertandingan hoki putra Korea Selatan melawan Bangladesh pada 18 September 2026. Sebelum pertandingan dimulai, lagu kebangsaan Korea Utara diputar, bukan lagu kebangsaan Korea Selatan.

    Panitia kemudian meminta maaf dan memperbaiki kesalahan tersebut dengan memutar lagu kebangsaan yang benar. Namun, Min Tae Seok selaku pelatih Korea Selatan menilai kesalahan itu tidak semestinya terjadi.

    “Ini adalah masalah yang sangat serius,” ujar Min Tae Seok, seperti dikutip AFP. Ia juga mengatakan bahwa kesalahan tersebut adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi.

    Insiden ini menjadi salah satu sorotan dalam kontroversi Asian Games 2026 karena berlangsung di tengah hubungan historis yang sensitif antara kedua Korea.

  5. 5. Kontroversi sejarah saat penyambutan kapal pesiar Costa Serena

    kontroversi asian games 2026
    japantoday.com

    Isu lain muncul dalam acara penyambutan kapal pesiar Costa Serena di Nagoya. Dalam acara tersebut, tampil figur yang mengenakan kostum Toyotomi Hideyoshi, bersama Oda Nobunaga dan Tokugawa Ieyasu, tiga tokoh sejarah yang berkaitan dengan wilayah Nagoya.

    Toyotomi Hideyoshi memimpin invasi Jepang ke Korea pada 1592 hingga 1598. Kemunculannya dalam acara penyambutan kemudian mendapat protes dari Korean Sport & Olympic Committee (KSOC), yang mengajukan keluhan resmi kepada panitia penyelenggara dan Olympic Council of Asia.

    Lee Sang Hyun, chef de mission Korea Selatan, mengatakan, “Sangat disesalkan bahwa mereka tidak menunjukkan perhatian (terhadap isu sejarah) kepada delegasi kami.” Namun, ia menambahkan bahwa fokus delegasi tetap pada kompetisi.

    Panitia penyelenggara mengatakan penampilan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengagungkan tokoh sejarah tertentu atau menyampaikan pesan sejarah.

    Di tengah berbagai persoalan tersebut, Asian Games 2026 tetap diselenggarakan sejak 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Bagaimana tanggapanmu terkait kontroversi ini, Bela?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More